Ilustrasi: suarasurabaya.com

Oleh : Miqdad Niazi*

Disadari atau tidak, virus korona telah memengaruhi berbagai aspek kehidupan bermasyarakat. Mulai dari ekonomi, sosial, budaya bahkan sampai agama. Adanya virus corona mempengaruhi cara berinteraksi umat muslim dengan sesama muslim.

Salah satu adab dan keutamaan ketika bertemu dengan sesama muslim yaitu dengan saling mengucapkan salam dan saling berjabat tangan (salaman). Sesuai dengan hadis Rasulullah dari al-Bara bin Azib radhiyallahu anhu, dia berkata, Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda,

Tidaklah dua orang muslim saling bertemu kemudian berjabat tangan, kecuali akan diampuni (dosa-dosa) mereka berdua sebelum mereka berpisah.

Hadis ini menunjukkan keutamaan berjabat tangan ketika bertemu, dan ini merupakan sesuatu yang dianjurkan berdasarkan kesepakatan para ulama, bahkan ini merupakan sunnah yang muakkad (sangat dianjurkan).

Lalu ketika melihat situasi yang sekarang, dimana virus corona masih menghantui masyarakat tidak hanya di Indonesia tetapi masyarakat di seluruh dunia. Apakah tetap bisa melakukan interaksi sesama muslim dengan berjabat tangan?

Seperti yang diketahui, salah satu cara penularan virus corona ini bisa disebarkan melalui kontak fisik. Karena virus corona bisa menular lewat percikan air ludah yang keluar dari penderita Covid-19 saat berinteraksi baik bicara, bersin atau batuk. Selain itu penularan Covid-19 juga bisa melalui kontak fisik secara langsung misalnya bersalaman atau berpelukan.

Dasar Kaidah Usul Fikih

Pada dasarnya bersalaman merupakan suatu kebaikan dan sesuatu yang dianjurkan ketika bertemu dengan muslim yang lain. Hanya saja, saat ini dengan berjabat tangan ternyata menjadi salah satu perantara penularan virus korona. Oleh sebab itu, seorang muslim ketika bertemu dengan muslim yang lain dihimbau untuk tidak berjabat tangan atau kontak langsung. Karena untuk mencegah penularan virus korona yang sedang mewabah. 

Jika dilihat dari perspektif kaidah usul fikih, Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah, telah menyebutkan sejumlah cabang kaidah yakni

 درع المفسداولى   من جلب المصالح
'Dar'ul mafaasid  aulaa min jalbil mashaalih'  atau dalam versi lain Dar'ul mafaasid muqaddam ala jalbil mashaalih'
Artinya : Mencegah bahaya lebih utama daripada menarik datangnya".  Kaidah ini merupakan kaidah fikih cabang dari kaidah pokok "adh-dhororu yudzlu" yang artinya bahaya harus dihilangkan.

Kaidah ini berlaku dalam segala permasalahan yang didalamnya terdapat pencampuran antara unsur mashlahah dan mafsadah. Jadi bila mafsadah dan mashlahah berkumpul, maka yang lebih diutamakan adalah menolak mafsadah.

Dalam ajaran agama Islam menjauhi penyebab keburukan lebih diutamakan daripada sesuatu yang mendatangkan manfaat. Kondisi saat ini termasuk ke dalam kondisi yang darurat, dan sebagai muslim yang taat kita juga harus taat terhadap peraturan yang pemerintah dan ulama tetapkan serta menerapkan protokol kesehatan guna mencegah penyebaran virus corona.

Umat muslim bisa memberikan ucapan salam tanpa berjabat tangan, karena di dalam ucapan salam memiliki arti doa keselamatan bagi yang mengucapkan dan yang membalas. Serta dengan memberikan salam terdapat doa agar diberikan rahmat serta kasih sayang Allah dan diberikan kebaikan yang melimpah yaitu berupa keberkahan.

*Mahasiswa Komunikasi Penyiaran Islam Semester 7


Ilustrasi: kompas.com

oleh : Dea Oktaviana*

Manusia tidak terlepas dari emosi yang ada dalam dirinya. Dalam konteks awam, emosi sering dideskripsikan dengan kemarahan saja, namun sebenarnya emosi memiliki arti yang lebih luas dan mewakili banyak perasaan. Emosi diartikan sebagai reaksi seseorang terhadap suatu kejadian, baik berupa reaksi senang, marah, takut, sedih dan lain sebagainya. 

Emosi berasal dari kata emotion dalam bahasa Prancis, dan dalam bahasa latin dikenal dengan istilah emorove yang artinya keluar. Sehingga secara etimologis emosi diartikan “bergerak keluar”. Emosi merupakan suatu reaksi dapat berupa reaksi positif maupun negatif sebagai bentuk rangsangan baik dari dalam diri sendiri maupun dari luar.

Banyak kasus menyimpang yang terjadi disebabkan emosi yang tidak terkendali. Misalnya kasus pembunuhan, bullying hingga pelecehan seksual. Tentu dampak negatif ini harus segera dicegah sedari dini.

Dilansir dari pendidikan.co.id, emosi bisa disebabkan oleh faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal yang memicu timbulnya emosi seseorang adalah perasaan tidak mampu atau merasa bodoh, perasaan kecewa terhadap diri sendiri, persaan sedih karena kurang kasih sayang, rasa iri terhadap seseorang karena diperlakukan tidak adil, dan rasa tidak percaya diri. 

Sedangkan faktor eksternal pemicu emosi ini meliputi, lingkungan sekitar maupun sekolah yang sering terdapat menyalahkan seseorang, perlakuan seseorang di lingkungan sekitar terhadap anak-anak di bawah umur, orang tua terkadang memberi tahu anaknya untuk tidak menjalin hubungan percintaan, dan tuntutan dari keluarga maupun bos terlalu banyak resiko kepada seseorang yang gagal menjalankannya. 

Emosi timbul karena mendapat stimulus dari faktor internal maupun eksternal tersebut. Jika tidak ditangani dengan bik emosi dapat merugikan diri sendiri maupun orang di sekitar.

Perspektif Aisyah Dahlan

Menurut Praktisi Neuroparenting Skill, Aisyah Dahlan, berpendapat, kebanyakan masalah biasanya ditimbulkan oleh emosi-emosi negatif dalam diri seseorang. Emosi negatif itu perlu dinaikkan tingkatannya menjadi emosi positif agar bisa mencegah hal yang merugikan. Ia menuturkan rumus dari permasalahan ini yaitu masalah sama dengan situasi kondisi ditambah emosi negatif.

Kunci dari memanagemen emosi adalah dengan terus bersyukur agar tidak mengalami kondisi terpuruk. Setiap individu harus terus mendekatkan diri kepada Sang Pencipta, dengan cara itu emosi akan naik ke zona ikhlas dan individu tidak akan terpuruk. 

Dikutip dari laman facebook Aisyah Dahlan, memaparkan ada tingkatan level emosi yang fitrah di miliki oleh manusia, yaitu apatis, sedih, takut, buru-buru, marah, sombong, semangat, menerima, serta damai. Meskipun begitu ia juga menuturkan ada level emosi yang lebih rendah dari apatis, yaitu depresi. 

Cara menghindarinya adalah ketika kita mulai merasa sepi, kita bangkitkan semangat, tarik nafas dalam-dalam dan membaca istighfar agar energinya terus meningkat dan tidak berujung depresi. Depresi akan naik satu tingkat ke level apatis. 

Pada level apatis individu merasa menjadi orang yang paling sedih, mengalami keterpurukan, dan sudah tidak mampu menangis. Cara mengendalikannya bisa dengan orang lain yang menenangkannya, mengusap punggungnya, tanpa perlu banyak bicara.

Sampai di level sedih kita bisa mengalihkan pemikiran kita, mengingat motivasi hidup, membayangkan orang tua dan masa depan. Emosi akan naik ke level takut, ia masih cemas akan terjadinya hal-hal buruk, namun rasa takut dan tingkatan-tingkatan emosi selanjutnya bisa digolongkan hal yang wajar. 

Pada tingkatan semangat inilah seseorang baru bisa diberi saran dan masukan. Dengan masukan-masukan yang diberikan ia mulai menerima keadaan dan kedamaian adalah perasaan yang lapang dan menyenangkan. Penuh dengan hikmah dan rasa aman, sehingga kita enggan pergi karena kita merasa bersyukur.

*Mahasiswa Komunikasi Penyiaran Islam


PARIST.ID - Apresiasi merupakan proses penghargaan atau penilaian terhadap sesuatu. Dalam karya sastra, dapat menikmati cerpen atau puisi adalah suatu bentuk apresiasi. Sedangkan, langkah awal untuk dapat menikmati karya sastra yaitu dengan membacanya.

Hal tersebut dikemukakan sastrawan asal Jawa Barat,  Toni Lesmana, dalam wicara daring  atau bincang sastra edisi IV yang diselenggarakan oleh Badan Bahasa Kemendikbud.

Kegiatan yang dimoderatori oleh Faisal Meinaldy ini menghadirkan narasumber Toni Lesmana dan Puji Santosa. Mengangkat tema “Apresiasi Puisi dan Cerpen” webinar digelar melalui via Zoom dan disiarkan secara langsung melalui kanal Youtube Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa pada Rabu, (08/07).

Menurut Toni, sastra bukanlah sesuatu yang rumit, tapi sesuatu yang indah dan dapat dinikmati. Setelah seseorang mampu menikmati karya cenderung muncul minat lain untuk mengkaji dan melahirkan karya baru.

“Apresiasi akan berlangsung dari sekadar menikmati, hingga ke proses kreatif,” tambah sastrawan kelahiran Sumedang itu.

Selain itu, lanjut Toni, diperlukan peran masyarakat untuk terus mengenalkan sastra agar tetap diminati. “Bisa lewat taman baca masyarakat atau membawakan sastra di dalam pertunjukan,” ujarnya.

Sementara itu, Peneliti Badan Bahasa Kemendikbud, Puji Santosa, menyampaikan, pihaknya telah melakukan berbagai program dalam upaya pengembangan sastra.

”Seperti pengiriman sastrawan berkarya ke wilayah 3T, gerakan literasi sastra dan penulisan kembali cerita rakyat," pungkasnya. (Dina)


KAMPUS, PARIST.ID - Lembaga Pusat Penelitian dan Penerbitan (LPPM) IAIN Kudus membuka lowongan pekerjaan sekaligus pelatihan bidang editor  di IAIN Kudus Press (6/7). Adapun lowongan kerja ditujukan bagi Dosen Luar Biasa (LB) atau mahasiswa IAIN Kudus yang memiliki minat dan kompetensi di bidang editor.

Pendaftaran yang dibuka pada tanggal 6-19 Juli 2020 ini memiliki beberapa persyaratan yang harus dipenuhi pendaftar. Selain harus mempunyai pengalaman dalam dunia kepenulisan, pendaftar juga wajib melampirkan biodata diri dan membuat artikel bertema literasi yang merupakan karya orisinil milik sendiri serta dapat dipertanggungjawabkan. 

Selanjutnya pendaftar dapat mengirimkan berkas persyaratan via e-mail penerbit@iainkudus.ac.id untuk diseleksi pada tanggal 20-21 Juli. Adapun hasilnya akan diumumkan tanggal 22 Juli, editor terpilih akan diberikan pelatihan editor pada 24 tanggal Juli (Zakiya)


PARIST.ID - Ilmu sastra dan kritik sastra merupakan salah satu cabang dari ilmu pengetahuan. Ilmu sastra mempunyai beberapa sifat diantaranya rasional, objektif, empiris, dan akumulatif. Namun, kritik sastra zaman sekarang telah mengabaikan sifat akumulatif tersebut. 

"Saat ini banyak para penulis kritik sastra cenderung membuat teori baru dan meninggalkan teori lama," jelas Yoseph Yapi Tauman, sastrawan dan dosen di Jurusan Sastra Indonesia Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta dalam kuliah daring kritik sastra edisi ke 2 yang diselenggarakan oleh  Badan Bahasa Kemendikbud.

Mengangkat tema “Asa pada Kritik Sastra Mutakhir” webinar digelar via live Youtube pada Senin, (06/07) dengan narasumber Yoseph Yapi Taum dan dimoderatori oleh Agus Sri Danardana.

Yoseph menambahkan, sifat akumulatif yang telah diabaikan membuat kritik sastra sedang dalam masalah, hal ini menjadikan kurang menguntungkan bagi perkembangan ilmu sastra di Indonesia. 

"Bahkan tidak ada kesepakatan pendekatan yang jelas mengenai kritik sastra," katanya.

Selain itu, lanjut Yoseph, perkembangan sastra di Indonesia saat ini sudah semakin pesat, bahkan sudah sampai ke pelosok daerah. Namun hal ini membuat kritik sastra mutakhir menjadi paling sepi di Indonesia 

“Ada seorang ahli mengatakan kritik sastra mempunyai 10 pendekatan yang tumpang tindih contohnya saja pendekatan biografis dan pendekatan ekspresif,” jelas Yoseph

Menurutnya, kritik sastra yang sedang dalam masalah perlu dikokohkan kembali supaya peneliti sastra mempunyai orientasi dan gambaran yang jelas mengenai kritik sastra

“Mengokohkan kritik sastra dapat dimulai dari paradigma atau pendekatan ekletik," tandasnya

Terakhir ia berharap, kritik sastra perlu diperbaiki supaya tidak membingungkan dan menguntungkan mahasiwa kedepannya agar bisa menjawab perihal kritik sastra dengan baik sesuai dengan paradigma yang jelas. (Aulia)

 
Oleh: Umi Tamami*

Menembus tirai mesin waktu
Menelisik setiap reka adegan masa lalu
Mengingat setiap detik dibalik peristiwa
Berlalu lalang mengganggu isi kepala

Pada sebuah dimensi yang tak bertepi
Aku berdiri di ambang halusinasi
Jika mundur terjebak di lubang yang kubuat sendiri
Sedang melangkah maju pun aku tak sanggup lagi
Kepada siapa aku meminta? 
Jika hadirmulah yang lama kunanti.

Bodoh! 
Sekali lagi aku menginginkan yang sudah hilang
Menepis semua duka yang menghalang
Berharap kembali mengulang indah cerita
Dimana hanya akan ada kita dan sukacita

Sudah, cukup!

Aku tak ingin mengulang kesalahan sama
Luka itu masih  menganga
Menyisakan serpih ...
Mengaharap pada keajaiban

Tentang lara menjelma bahagia
Lalu sembuh, tanpa ada luka kembali kambuh.
Demak, 29 April 2020
 
 
*Juara 5 Sayembara Cipta Puisi 2020 QOV LPM Paradigma IAIN Kudus

 
Oleh: Siti Bariroh*
Kemerduan detakan jam dinding tak lagi sama
Kehangatan belaian bangunan balok tak lagi mesra
Keromantisan pasangan gerabah kayu tak lagi menghadirkan tawa
Kebersamaan kumpulan homo sapien tak lagi memeluk raga
Tertinggal sisa tapak-tapak perpisahan yang menyayat jiwa

Uluran tangan menjadi saksi kita pernah berjumpa
Rangkulan pundak menjadi bukti kita pernah bersama
Langkah kaki menjadi alasan kita pernah berjuang
Percikan jelijih menjadi benih kita pernah berselisih

Kawan, mari kita kenang dan kenang lagi
Skenario sandiwara kehidupan penuh kenyataan
Tersebar butir-butir insan penuh harapan
Coretan selembar kertas penentu masa depan

Doa dan angan yang selalu terpanjatkan
Terserempak kelakar termakan oleh pilu tak diundang
Teriring salam perpisahan tersentuh perasaan
Membiarkan sang waktu menjadi saksi bisu

Tentang rasa dan drama bersambung tak berujung

Tapak-tapak perpisahan kan selalu menapak di kalbu
Menjadi kisah klasik peradaban masa itu


*Juara 4 Sayembara Cipta Puisi 2020 QOV LPM Paradigma IAIN Kudus


Oleh: Fatwa Fauzian*

Sebuah peristiwa besar telah terjadi
Di dalam sebuah negeri
Yang kaya akan kenangan memilukan
Nan kaya akan kenangan mengejamkan
Tempat aku dilahirkan

Konon, orang-orang yang melawan
Dibungkam dan dilenyapkan
Kritik adalah sesuatu yang haram
Pemerintah selalu benar, padahal bukan Tuhan

Sejarah hanya ditulis para pemenang
Dan menghapuskan kebenaran
Tapi bagaimanapun sejarah harus diluruskan
Karena untuk konsumsi literasi generasi masa depan
Menjadikannya arah pijakan dan pegangan

Sebuah kenangan yang dihancurkan
harus ditanam kembali
Karena akhir-akhir ini,
ada yang ingin mengembalikan seperti 
zaman yang pernah terjadi;
yang mengebiri hakikat demokrasi!

Kadjen, 2020
 
*Juara 3 Sayembara Cipta Puisi 2020 QOV LPM Paradigma IAIN Kudus


Oleh: Ma’rifatun Ni’mah*

Masa yang tak mampu ku lena
Usung pada perjumpaan dikara
Hanya angsal ku kenang sabah peristiwa 
Suah menjelma bagian sejarah bena
Kenangan terbekik menjerit pada bumantara
Pinta kau bernala-nala ihwal yang sama 
Dipertemuan dua insan yang tak saling grahita
Aku menyimpan rasa bak di nirwana
Apakah mungkin tersua rasa yang sama?

Pagi itu…
Seakan sang suryapun tak memalarkan atas kita
Hujan jatuh sedemikian lajaknya di bentala 
Menokok senggang antara sira
Memalangi fikrah mata dengan mata
Menahan ajang raga dengan raga
Aku hanya terkelu membisu belaka
Mungkin ini markah atas sang Pereka Cipta
Kau dengan ku tak tersua rasa
 
 
*Juara 2 Sayembara Cipta Puisi 2020 QOV LPM Paradigma IAIN Kudus




Oleh: Muna Khoirun Nisa`*

Gelap mengabu langit kala itu
Embusan angin kian berseteru
Rerantingan pohon saling mengadu
Ingatkah engkau raut wajah alam kala itu?

Mata tak pernah salah membidiknya
Ingatan tak pernah salah merekam tiap sesinya
Suara gemuruh perdebatan menggema
Suara genjatan senjata melanglang buana

Butir-butir air langit membumi
Uapan emosi semakin tak bernurani
Lahar amarah menerjang segala kebenaran hakiki
Aliran pendapat tak lagi menjadikan solusi

Nestapa para lakon pejuang terdahulu
Menjadi kenangan untuk kami anak cucu
Ego tak boleh lagi berlaku
Inilah gerimis bulan Mei, bukan air namun kisah kelabu

Kudus, Mei 2020
 
 
*Juara 1 Sayembara Cipta Puisi 2020 QOV LPM Paradigma IAIN Kudus
Biodata Penulis
Nama: Muna Khoirun Nisa`
TTL: Kudus, 28 Februari 2001
Jurusan/Prodi: Tarbiyah/Tadris Bahasa Inggris
Alamat: Prambatan Lor Kaliwungu Kudus


Banyak orang menganggap perkembangan puisi tanah air hanya melulu berpaku pada senja, kopi dan hujan. Seolah puisi Indonesia berkutat pada ketiga hal itu saja. 

Dalam Perbincangan Sastra Blak Blakan (PSBB) yang diselenggarakan Sastra Penerbit Gramedia Utama (GPU), narasumber Sastrawan Tanah Air, Joko Pinurbo menanggapi hal tersebut. Bincang online yang bertajuk Ibadah Puisi Cerpen Joko Pinurbo digelar via live instagram bersama host Tri Sukma Dewi pada Jumat, (03/07).

Menurut Jokpin, sapaan akrab Joko Pinurbo, tidak ada yang salah dengan puisi kopi, senja dan hujan. Poin sastra bukan melulu dibagian itu saja karena sastra merupakan seni kata serta usaha merawat bahasa benda yang sudah klise dan usang.

"Tingkat kualitas penyair diuji dengan pengolahan bahasa pada objek generik," jelasnya.

Sejatinya, lanjut Jokpin, ritual singkat minum kopi menjadi kesempatan seorang penyair untuk memeluk dirinya sendiri sebelum kembali ke rutinitas. Hal ini dilakukan M Aan Mansyur puisinya berjudul Barangkali, buku Melihat Api Bekerja (2016:139)

"Kopi bisa jadi kesempatan orang untuk berinteraksi dengan diri sendiri," ujarnya.

Di sela perbincangan, ia juga membacakan puisi Nezar Patria pada buku berjudul di Kedai Teh Ahmei. Di tanah Aceh, Nezar Patria membahasakan kopi menjadi bahasa kehidupan dan kegembiraan orang aceh. Dalam puisinya, segumpal kopi dikaitkan dengan trauma sejarah.

"Kopi bisa jadi transformasi kuliner menuju trauma akan penindasan dan kekerasan," kata Jokpin.

Ia menambahkan, puisi yang berlalu lalang di media sosial yang kurang bisa membahasakan objek general memang menjadikan stigma bahwa kopi, senja dan hujan sebagai ciri puisi Indonesia.

"Banyak penyair muda yang kini sudah memiliki kemampuan puisi dan prosa sehingga puisi Indonesia lebih cair dan luwes," tambah Jokpin (Um)

 
Judul Buku : Sampah di Laut, Meira
Penulis : Mawan Belgia
Penerbit : Buku Mojok
Cetakan : I, April 2020
Tebal : vi + 246 halaman
ISBN : 978-623-7284-32-1
Resensator : Intan Permatasari

Jika pesan moral mengenai sampah sering disampaikan secara formal dan gamblang, tentunya berbeda dengan Mawan Belgia yang ingin mengajak pembaca agar peduli sampah melalui imajinasi kondangnya. Melalui buku berjudul “Sampah di Laut, Meira” Mawan berhasil membawakan alur panjang perjalanan sampah botol plastik yang ia beri nama Cola.

Memilih genre fiksi, Mawan menggunakan sudut pandang Cola sebagai tokoh utama yang menyesal sebab hidup diantara manusia yang tidak peduli lingkungan. 

Halaman awal novel ini kita akan disajikan dengan perjalanan hidup Cola, mulai dari pabrik, lemari pendingin kemudian mengembara tanpa tujuan. Selayaknya benda mati yang bergerak hasil dari interaksi manusia Cola tergeletak di jalan, kemudian terhembus angin, terdampar di tepi pantai, sampai ia terapung dan tenggelam di lautan.

Dalam perjalananya, Cola bertemu dengan  Meira dan Ohana Adapun Meira merupakan seorang (roh) yang cukup malang nasibnya Meira ruh dari jiwa gadis yang dibuang di laut oleh manusia kejam yang telah mencelakainya. Meira bertemu dengan cola dan berteman baik smpai 40 hari kematian Meira.

Sedangkan tokoh Ohana yakni sampah plastik yang senang bernyanyi. Ia merupakan plastik sampah bekas lotion badan dari Meira yang ikut terbuang di laut. Cola merupakan merk minuman yang mempunyai pengetahuan luas yang mengalami banyak pertemuan dan perpisahan. Ohana tidak suka dengan sikap Cola yang sekan-akan meyombongkan dirinya karena pengetahuan yang dimiliki cola. 

 _Tak seburuk nasib Cola, Ohana akhirnya didaur ulang menjadi celengan oleh seorang gadis pengais sampah. Ohana seperti terlahir kembali, ia menjadi celengan sederhana yang selalu diisi uang oleh sang gadis. (hlm. 244)_ 

Meski diceritakan dalam bab yang berbeda, tokoh Cola, Meira, dan Ohana  tentu memiliki hal yang saling berkaitan. Dalam hal ini, penulis mampu menceritakan ketiganya tanpa merusak masing-masing bab yang ada.

 *Riwayat Sampah Plastik* 

Sudah bakal bisa ditebak jika penulis ingin membahas mirisnya kehidupan manusia yang tidak mempedulikan lingkunganya. Sejatinya sampah tidak akan menjadi sumber masalah jika manusia mau mengelolanya dengan baik. 

Dalam buku ini, sang penulis Mawan Belgia tidak hanya menceritakan sampah dari genre fiksi. Ia juga menyelipkan informasi mengenai macam-macam sampah yang terbagi menjadi dua yaitu sampah yang mudah terurai dan sampah yang sulit terurai. 

Tokoh Cola selalu diremehkan oleh sampah lain karena dianggap sebagai perusak lingkungan. Pasalnya, ia termasuk dalam sampah plastik yang sulit terurai. Dikutip dari BBC.com, sampah plastik membutuhkan waktu 20 hingga 1.000 tahun untuk akhirnya dapat terurai.  Hal ini tentu sangat membahayakan lingkungan.

Menurut data Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan RI, produksi sampah plastik Indonesia menduduki peringkat kedua sampah domestik yaitu 5,4 juta ton per tahun. Tanpa kta sadari, manusia lah yang sesungguhnya turut andil dalam menambah jumlah sampah plastik dan mencemari lingkungan sendiri.  Sampah plastik memberi sumbangan 90% sampah yang ada di lautan. Dengan kandungan beracun di dalamnya, bayangkan bahan kimia dari plastik terurai di laut dan terakan oleh makhluk hidup di laut.

 _Nilai kehidupan berupa sindiran keras manusia dengan sifat-sifatnya. Sangat banyak manusia yang beranggapan salah satu cara terbaik untuk memusnahkan sampah adalah dengan cara membakar. Tapi bagi manusia yang suka membaca akan menolak pembakaran sebagai cara ampuh untuk mengurangi smpah di mka bumi. (hlm. 23)_ 

Selain memiliki moral value yang begitu kuat dalam tulisanya, Mawan Belgia juga pandai dalam menyimpan misteri dalam alur ceritanya. 

Sayangnya, terdapat beberapa informasi dan percakapan panjang yang membuat bosan pembaca. Untuk menikmati buku ini pembaca diharapkan mengolah lebih fungsi otak kanan sehingga mampu memahami pesan-pesan yang di sampaikan Mawan Belgia

KAMPUS, PARIST.ID- Mahasiswa Manajemen Dakwah (MD), Pujiati Yeni Muamanah  berhasil memperoleh gelar wisudawan terbaik pada wisuda yang digelar bulan Juni kemarin. Pasalnya, ia mewakili wisudawan angkatan pertama dari jurusan Manajemen Dakwah untuk mengikuti prosesi wisuda di kampus IAIN Kudus.

"Kebanggaan tersendiri menjadi mahasiswa terbaik dan mewakili teman-teman angkatan," kata Puji

Dalam wawancara via Whatsapp oleh reporter Parist id. Puji pun berbagi tips agar wisuda bisa tepat waktu dan  mendapat predikat lulusan terbaik. Salah satunya dengan tidak menunda-nunda mengerjakan tugas dan segera dikerjakan.

"Jadi ketika revisi langsung dikerjakan, jangan ditunda-tunda," tandas mahasiswa kelahiran Grobogan itu.

Ya kalau bisa, lanjut Puji, jangan terlalu meremehkan tugas perkuliahan jika memang ingin wisuda tepat waktu. Misalnya dengan disiplin mengerjakan tugas. "Berawal dari jauh sebelum tugas dikumpulkan tugas harus dikerjakan pada hari itu juga membuat saya terbiasa," tambahnya.

Ia mengaku tidak pernah bolos dalam kuliah sebab  tekadnya untuk lulus tepat waktu. Selain kerja keras  untuk rutin bimbingan, ia juga tidak menunda revisi.  "Intinya disiplin dalam segala hal, apalagi bolak balik ke perpustakaan itu hal biasa dan memang menjadi kunci utama dalam mengerjakan skripsi," tegas Puji

Selain motivasi dari diri sendiri, ia juga memiliki motivasi dari kedua orang tuanya. Lebih lagi jarak yang membuat ia merasa lebih mandiri dan tentu tidak ingin mengecewakan kedua orang tuanya. 

"Mereka rela berkorban demi kita, sebaliknya kita juga harus memberikan yang terbaik," pesannya.  (Intan)


KAMPUS, PARIST.ID – Berdasar hasil akhir duduk bersama antara pihak kampus dan SEMA dan DEMA IAIN Kudus pada (Senin, 22/06/2020), Rektor IAIN Kudus mengeluarkan Surat Edaran Nomor 15 tahun 2020, tentang mekanisme keringanan Uang Kuliah Tunggal (UKT) mahasiswa IAIN Kudus semester gasal tahun akademik 2020/2021. Dalam surat edaran tersebut berisi tentang keringanan UKT sebanyak 15% dan perpanjangan masa pembayaran UKT sampai dengan tanggal 30 Oktober 2020. 

Adapun keringanan UKT akan diberikan kepada mahasiswa dengan adanya bukti yang sah dari status orang tua/wali apabila meninggal dunia dibuktikan dengan surat kematian dari kelurahan/desa, mengalami pemutusan hubungan kerja dibuktikan dengan surat PHK dari perusanaan dan mengalami kerugian usaha atau penutupan tempat usaha dibuktikan dengan surat pernyatan orang tua yang  diketahui Ketua RT/RW, atau dinyatakan pailit, dibuktikan dengan surat pailit dari pengadilan.

Tidak hanya IAIN Kudus, namun UIN Walisongo Semarang juga memberlakukan sistem dengan syarat tersebut. "Mahasiswa melakukan pengajuan keringanan UKT sendiri. Itupun nanti masih ada seleksi lagi siapa saja yang memang berhak mendapat keringanan, jadi tidak semua mahasiswa yang mengajukan permohonan keringanan UKT diterima dan disetujui pihak kampus." tutur Riska (19) mahasiswi Prodi Biologi UIN Walisongo.

Wakil Rektor  III, Ihsan, dalam audiensi bersama menjelaskan, terkait keringanan UKT yakni dalam bentuk perpanjangan UKT sampai bulan oktober.  Dengan syarat, jika orang tua mahasiswa penghasilannya berkurang dan hanya berlaku selain UKT tingkat 1 yang berjumlah 400.000 ribu.

“Nantinya ada validasi data dari pihak kampus yang akan sampai ke perusahaan orang tua mahasiswa atau bisa menanyakan ke kelurahan mahasiswa tersebut,” jelas Ihsan

Sementara itu, Ketua Sema, Rahma Auliya, mengatakan, terkait keluhan mahasiiswa yang masih merasa diberatkan dengan persyaratan yang ribet dan tidak meratanya keringanan UKT, ia lebih mengarahkan mahasiswa agar memahami dan mencoba dahulu untuk persyaratannya. 

"Syarat itu ada karena sebagai bukti bahwa mahasiswa benar-benar mengajukan keringanan dan benar-benar ekonominya turun," katanya.

Sekali lagi, lanjut Rahma, mahasiswa harus memahami kebijakan kampus. Yang perlu diketahui kembali bahwa lembaga kampus kita lembaga negara yang aturan harus mengikuti negara.

"Setiap kebijakan pasti ada sisi pro dan kontra, itu wajar," pungkas Rahma. (Olip)



KAMPUS,PARIST.ID- Setidaknya KKN-DR menjadi kesempatan mahasiswa untuk mengembangkan kreativitas digital di setiap kegiatannya. Tentunya dengan menyesuaikan keadaan new normal saat ini misalnya membuat video atau semacamnya yang berisikan pesan-pesan moderasi beragama.

Hal tersebut disampaikan Rektor IAIN Kudus, Mundzakir pada pembukaan KKN-IK DR  via aplikasi Zoom dan live streaming youtube LPPM IAIN Kudus, Rabu (01/07).

Di tengah pandemi covid-19, lanjut Mundzakir, pelaksanaan KKN dari rumah masing-masing diambil sebagai upaya meminimalisir penumpukan jumlah mahasiswa KKN di tahun berikutnya.

"Ini akan menyulitkan dan menghambat akreditasi beberapa program studi," jelasnya.

Mundzakir berharap, walaupun KKN-IK berbeda dari tahun sebelumnya namun manfaat yang diberikan dapat menjangkau target yang lebih luas dan sesuai dengan visi dan misi kampus.
 "Saya harap Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) dapat membimbing mahasiswa supaya materi dan pesan sesuai dengan visi dan misi kampus,"  harapnya.

Senada dengan Mundakir, Wakil Rektor I, Supaat ,mengatakan, substansi dari KKN-IK Dari Rumah adalah untuk mempersiapkan mahasiswa dalam menghadapi era yang penuh tantangan maka perlu memiliki kompetensi yang tidak linier dengan memanfaatkan teknologi.

"Tentunya belajar memanfaatkan kemampuan IT mahasiswa dapat memperkaya kompetensi dari program studi masing-masing," jelas Supaat.


Ia menambahkan, KKN-IK DR kali ini menjadi kesempatan untuk mengasah diri sekaligus menguji kemampuan dan berlatih menghadapi era 5.0 atau super smart society.
 "Dengan bekal tersebut mahasiswa punya keunggulan kompetensi dan kooperatif supaya mudah mendapatkan kesempatan kerja di masa yang akan datang," tambahnya.

Sementara itu,  Ketua LPPM IAIN Kudus, Mohammad Dzofir, menjelaskan, KKN-IK DR tahun 2020 yang diikuti oleh 2.415 peserta dari 5 fakultas yang ada di IAIN Kudus, yaitu Fakultas Tarbiyah, Fakultas Syariah, Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam dan Fakultas Ushuluddin akan diwujudkan dalam bentuk pemanfaatan media sosial. Guna memberikan edukasi kepada masyarakat dan kegiatan lain yang dapat menunjang produktivitas keilmuan.

"Walaupun berlangsung di tengah pandemi, DPL dan peserta KKN tetap harus mematuhi dan menjalankan protokol kesehatan pencegahan covid-19," tandasnya. (Kustina)

Oleh : Hasyim Asnawi

Selain wisuda, Kuliah Kerja Nyata (KKN) menjadi salah satu  hal yang paling dinanti beberapa mahasiswa . Apabila tahun-tahun sebelumnya KKN terjun langsung ke lapangan, mengadakan kegiatan sosial, mengabdikan diri ke masyarakat, bersosialisasi, mengaplikasikan apa yang dipelajari saat perkuliahan, justru berbeda dengan KKN tahun ini. Adanya pandemi korona mengharuskan progam KKN berjalan ala kadarnya, yakni KKN secara online.

Progam Kuliah Kerja Nyata dari rumah (KKN-DR) memanglah hal baru di dunia perkuliahan.  Sejatinya, program KKN menemui momentumnya bilamana mahasiswa yang diterjunkan ke lapangan dapat menjawab masalah yang ada di masyarakat. KKN juga diharapkan dapat menghilangkan stigma elit perguruan tinggi di kalangan masyarakat.

 KKN sebagai program kurikurer wajib dalam mengaplikasikan pengetahuan dan kompetensin sesuai dengan bidang keilmuannya agar mahasiswa memiliki dasar keilmuan yang kokoh, bukan hanya common sense atau hal yang lumrah diketahui orang awam.

Namun, tantangan lebih berat akan dihadapi mahasiswa saat ini karena KKN tahun ini dirancang berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Dengan tetap menerapkan sosial distancing dan protocol kesehatan, mahasiswa KKN tidak diterjunkan langsung ke lapangan untuk menghindari kerumunan masyarakat dan penyebaran virus yang lebih meluas.

Sebagaimana Surat Edaran dari Dirjen Pendis No. 697/03/2020 tentang Upaya Pencegahan Penyebaran Covid-19 di Lingkungan PTKIN dan Surat Direktur Diktis No. B-713/DJ.I/Dt.I.III/TL.00/04/2020 sebagai tindak lanjut Surat Edaran Dirjen Pendis di bidang Litapdimas (Penelitian, Publikasi, Ilmiah, dan Pengabdian Pada Masyarakat) mewajibkan seluruh Perguruan Tinggi Keagamaan Islam baik Swasta maupun Negeri untuk menyelenggarakan Kuliah Kerja Nyata berbasis online atau KKN-IK DR. 

Dalam program KKN-IK DR, mahasiswa akan melaksanakan pengabdian diri kepada masyarakat sesuai kompetensi program studi di tempat tinggal masing-masing dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan. Mahasiswa dapat memanfaatkan sosial media dan jaringan internet untuk membuat sebuah karya sesuai bidang keilmuannya, baik itu karya tulis, buku, opini, dan sebagainya. Selain itu mahasiswa juga dituntut untuk mengenalkan kepada masyarakat tentang keunggulan dari perguruan tinggi dan program studi masing-masing, seperti moderasi beragama dan kompetensi keilmuan berbasis fakultas.

Lebih Dekat dengan Desa Sendiri

Menjalani KKN dari rumah bukanlah hal yang harus diratapi. Bukankah ini kesempatan untuk memperkenalkan potensi desa sendiri ke masyarakat luar. Banyak dari kita sebagai generasi muda sering melalang buana kemana-mana namun lupa dengan asal muasal tempat tinggal. Bahkan, potensi lokal desa sendiri saja tidak mengenal. 

Untuk itu, dalam KKN kali ini, mahasiswa justru seharusnya bersyukur lebih bisa dekat dengan desa sendiri. Dengan tetap produktif dan bersemangat adalah hal yang harus ditanam dibenak masing-masing mahasiswa yang sedang mengabdikan diri kepada masyarakat. 

Saling menguatkan antar sesama adalah satu-satunya cara membuktikan bahwa kita bisa. Situasi ini justru menjadi masa pembuktian bahwa kita adalah mahasiswa yang tegar, kuat menghadapi tantangan, kreatif dan inovatif dalam menanggapi masalah. 

Setidaknya di masa-masa sulit seperti ini mahasiwa harus mampu berpikir kreatif. Menciptakan ide-ide baru sebagai inovasi dalam memenuhi tuntunan masyarakat akan pandangan mahasiswa sebagai orang yang serba tahu. Selain itu, tetap konsisten dan menguatkan mental ketika mendapat gempuran dari berbagai pihak. 

Jadi, marilah kita saling merangkul dan saling menguatkan, memberi semangat pada diri sendiri dan kawan-kawan yang berjuang. Melaksanakan progam KKN yang sudah dirancang, mulai dari peguatan atas kepedulian terhadap pencegahan wabah covid-19 sehingga diharapkan masyarakat dapat merespon dan mulai sadar dalam menjaga kebersihan. Menjalankan pengabdian sesuai bidang keilmuan lewat sosialisasi, diskusi online, membuat konten kreatif, dan kerjasama dengan pihak terkait atau dengan mengenalkan visi unggulan dari perguruan tinggi, seperti progam moderasi beragama.

Mahasiswa KKN DR

KAMPUS, PARIST.ID - Tidak perlu membandingkan dengan KKN pada tahun-tahun sebelumnya pada kondisi normal, KKN DR justru menjadi kesempatan mahasiswa untuk mengeksplorasi kemampuan di bidang teknologi.

Hal tersebut disampaikan Wakil Rektor I, Supaat, dalam pembekalan lanjutan program Kuliah Kerja Nyata Terintegrasi Kompetensi Dari Rumah (KKN-IK DR) yang digelar oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) IAIN Kudus secara daring melalui aplikasi Zoom dan Live Streaming Youtube, Kamis (25/06).

"Mahasiswa dituntut kemandirian dan kreativitasnya dengan memanfaatkan teknologi sebagai alat pengabdian diri kepada masyarakat," terang Supaat.

Ia berharap mahasiswa yang sudah dibekali dengan kompetensi akademik dapat memanfaatkan peluang dengan adanya IT. Ia juga mengajak seluruh mahasiswa agar menyikapi KKN ini dengan positif dan mindset baru.

"Dimanfaatkan dengan baik karena sekop pengabdian kita tidak hanya lokal, tetapi secara mendunia," pesanya.

Meskipun sebelumnya mahasiswa telah mendapatkan pembekalan dari Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) masing-masing, pembekalan yang dipandu oleh Kepala Pusat Pengabdian Kepada Masyarakat  (PKM) Ulfah Rahmawati ini bertujuan untuk memantabkan materi sekaligus menyelaraskan pemahaman mahasiswa tentang KKN-IK DR.

Dalam pembekalan tersebut, Ketua Lembaga Pengembangan dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) IAIN Kudus, Mohammad Dzofir, menjelaskan, KKN-IK DR merupakan  pengintegrasian Kuliah Kerja Nyata Terintegrasi Kompetensi (KKN-IK)  berbasis kompetensi prodi dengan Kuliah Kerja Nyata Dari Rumah  (KKN-DR). Berbeda dengan tahun sebelumnya, KKN-IK DR dilakukan dari rumah masing-masing akibat adanya pandemi covid-19.

"KKN-IK DR adalah hal yang baru, Covid-19 memaksa kita untuk melangsungkan KKN dengan tetap menjaga protokol kesehatan," jelasnya.

Pada kesempatan yang sama, Dzofir juga menjelaskan secara rinci tentang ruang lingkup KKN-IK DR, bentuk kegiatan, tugas per kelompok ataupun individu, hingga bentuk laporan dan teknis penilaian nantinya.

 (Muna)


KAMPUS, PARIST.ID – Menanggapi surat audiensi SEMA DEMA IAIN Kudus yang dilayangkan minggu lalu, Rektor beserta para pimpinan IAIN Kudus menerima dan bersedia menggelar audiensi tertutup. Bertempat di Gedung Rektorat Lantai 2, acara yang berlangsung mulai pukul 11.00 – 13.00 WIB ini berjalan kondusif dan menghasilkan beberapa keputusan yang telah disepakati bersama.

Dalam audiensi yang dipandu oleh Warek III ini, empat tuntutan utama yang disampaikan SEMA DEMA telah menemui titik terang. Adapun hasil audiensi yang telah disepakati diantaranya, permohonan keringanan UKT telah disetujui dan akan diedaran SK Rektor, KKN-IK DR akan mendapatkan dana pendampingan dan peniadaan jas KKN, perancangan perkuliahan yang efektif dan efisien dan  jas almamater angkatan 2019 yang belum bisa diproses karena masih ada ratusan mahasiswa belum mengisi borang ukuran jas di sikadu.

Dalam audiensi tersebut, Rektor IAIN Kudus, Mundakir, mengatakan, setiap pemasukan dan pengeluaran anggaran harus ada dasar hukum yang tidak bisa ditawar, termasuk dalam hal UKT. Sudah ada KMA terkait keringanan UKT, sehingga dapat segera ditindaklanjuti.

"Jika tidak ada dasar hukum maka akan bermasalah, karena setiap tahun akan diaudit oleh BPK," jelasnya.

Adapun, Wakil Rektor III, Supaat. menyatakan, seluruh aspirasi dari mahasiswa akan dipenuhi, dengan syarat dan ketentuan berlaku. Ia hanya menyayangkan ada pihak tak bertanggungjawab yang memprovokasi dan menyampaikan aspirasi dengan cara yang tidak benar. 
"Sangat tidak simpati, karena provokatif dan tidak mahasiswa," tegasnya.

Sementara itu, Ketua Sema, Rosyda Aulia Rahma, mengaku, meskipun hasil tidak sama persis dengan tuntutan, ia senang dapat berdiskusi dan mencari solusi yang tepat untuk kemaslahatan bersama.

"Kami tidak hanya menuntut, tetapi juga berdiskusi dan berfikir bareng-bareng," ungkapnya.

Untuk tuntutan lain, lanjut Rahma, yang belum terjawab masih dikomunikasikan dengan pimpinan. "Informasi atau apapun yang belum jelas dapat ditanyakan pada kami," pungkasnya. (Hasyim)


PARIST.ID- Himpunan Program Studi (Hmps) Tadris Matematika IAIN Kudus menggelar kegiatan Halal bi Halal (HBH) dan Bincang-bincang matematika (BBM) secara virtual melalui google meet room, Minggu (21/06). Mengambil tema  "Merajut Tali Silaturrahim dan Menumbuhkan Semangat Produktif Mahasiswa Matematika di Era New Normal” diharapkan dapat menjaga kebersamaan dan meningkatkan tali silaturrahmi antara mahasiswa dan dosen tadris matematika. 

Dalam halal bi halal virtual juga dilakukan bincang-bincang matematika sebagai momen untuk dapat saling sharing dan ngobrol santai mengenai perkuliahan selama daring. 

Kepala Program Studi Tadris Matematika, Arghob Khofya Haqiqi, dalam sambutannya, meminta maaf lahir dan batin. Ia juga membahas terkait program studi Tadris Matematika baik dari akreditasi, prestasi, dan lain-lain. Tak hanya itu, ia memberikan motivasi semangat kepada mahasiswa tadris matematika. 

“Alhamdulillah prestasi dan juara-juara dari mahasiswa Tadris Matematika semakin bertambah. Semoga ini bisa membantu dalam akreditasi prodi kita," ucapnya. 

Sementara itu, Dosen IAIN Kudus, Ismanto, dalam even tersebut menyampaikan langkah-langkah agar pembelajaran selama daring ini dapat efektif.  Misalnya dengan cara mahasiswa harus beradaptasi dengan kondisi sekarang, membuat skala prioritas mana yang perlu didahulukan, meningkatkan komunikasi dengan dosen bila ada materi yang kurang jelas.

"Kalian juga bisa cari komunitas yang baik dan kembali ke motivasi diri masing-masing," terangnya.

Bagi mahasiswa skripsi, lanjut Ismanto,  bisa merespon metodologi kekinian misalkan dengan metpen-virtual atau mencari dan meramu data sampai dengan analisis, jadi tidak hanya metpen-literatur. 

"Bisa melakukan wawancara online misalnya melalui google meets room, zoom, dan lain-lain, asal dengan data dokumen dari sumber terpercaya," tambah Ismanto.

Diakhir halal bi halal dan bincang-bincang matematika, masing-masing dosen memberikan pesan dan kesan kepada mahasiswa. Termasuk salah satu dosen IAIN Kudus, Nanang Nabhar Fakhri Auliya yang berpesan  agar mahasiswa tetap semangat dan tetap menjaga kesehatan. 

"Jangan hanya mendapat materi dari dosen saja, melainkan cari referensi dari sumber-sumber lain untuk lebih memahamkan kalian," pesannya. (Vina)


PARIST.ID- Aksi serentak mahasiswa IAIN Kudus dengan mengirimkan pesan WhatsApp ke Rektor, mendapatkan tanggapan dari Rektor. Pasalnya pesan-pesan yang dikirimkan berupa suara aspirasi. Aksi ini dilakukan mulai pukul 13.00, kemarin (Sabtu, 20/06/2020).

Hal ini ditanggapi Rektor IAIN Kudus, Mundzakir, menurutnya merupakan hal yang wajar. Karena kondisi di tengah pandemi, tidak hanya mahasiswa, tapi semua elemen masyarakat mengalami kesusahan. 

"Wajar karena kondisi seperti ini, semuanya merasakan susah. Harapan kita, semoga Allah SWT memberikan kesabaran bagi kita semua," katanya saat dihubungi tim Parist.id melalui pesan WhatsApp.

Adapun tindaklanjutnya, tambah Mundzakir, pesan yang disampaikan mahasiswa berupa tuntutan keringanan UKT, ia mengaku akan segera merespon Keputusan Menteri Agama (KMA) yang sudah ditandatangani oleh menteri. Namun terkendala kondisi, karena ia dan beberapa pejabat rektorat sedang sakit. Hal tersebut yang tidak memungkinkan untuk menggelar rapat pembahasan KMA.

"Kita belum bisa rapat merespon KMA itu, karena saya sendiri sedang sakit, beberapa warek dan dekan pun demikian," terangnya.

Sementara itu, Ketua Dema Institut, Abdul Muis, mengomentari aksi ini yang menurutnya setiap manusia berhak untuk menyampaikan aspirasinya selama tidak melanggar hukum. Serta dalam menyampaikannya, harus mengedepankan etika yang baik.

"Setiap manusia berhak menyampaikan aspirasinya, selama tidak melanggar aturan hukum dan tentunya harus disertai etika yang baik," katanya. 

Ia juga menambahkan, pihaknya pada tanggal 4 Mei telah melayangkan surat tuntutan kepada Rektor, terdapat salah satu poin tentang keringanan UKT di tengah pandemi. Lalu ia mendapatkan jawaban dari Rektor bahwa setelah KMA terbit, baru ditindaklanjuti mengenai hal tersebut. Tapi setelah KMA yang bernomor 515 itu sudah terbit namun belum ada sistematika keringanan UKT dari kampus. 

"Untuk itu, kemudian Sema Dema mengajukan audiensi langsung kepada Rektor mengenai hal ini," jelasnya.
(Ftw)

PARIST.ID - Mahasiswa IAIN Kudus membuat grup WhatsApp Kuliah Kerja Nyata Dari Rumah (KKN DR) tiap domisili menimbulkan berbagai respon dari mahasiswa. Ada yang kritis menanyakan maksud dan tujuan  pembuatan grup, ada yang menjadikannya wadah sebagai tempat bertukar pikiran dan berbagi strategi  KKN, atau sekedar sharing dan berkomunikasi yang lebih intens.

Berdasarkan Surat Edaran Dirjen Pendis Nomor B-713/DJ.I/Dt.I.III/TL.00/04/2020, Lembaga Pengembangan dan Pengabdian kepada masyarakat  (LPPM) IAIN Kudus  menyelenggarakan Kuliah Kerja Nyata  (KKN) tahun 2020 dengan sistem DR atau disebut Kuliah Kerja Nyata Terintegrasi Kompetensi Dari Rumah (KKN DR).

Keputusan LPPM ini mengundang berbagai pertanyaan dari mahasiswa, yang secara garis besar menanyakan terkait teknis pelaksanaan KKN DR. Puncaknya, mahasiswa merespon dan berinisiatif membuat grup WhatsApp khusus mahasiswa KKN DR berdasarkan kota mahasiswa Kudus, Pati, Jepara dan Demak.

Menanggapi hal ini, Ketua Lembaga Pengembangan dan Pengabdian kepada masyarakat  (LPPM), Mohammad Dzofir, mengatakan, mahasiswa tidak boleh membuat grup sendiri tanpa pengawasan dari Dosen Pengawas Lapangan (DPL) masing-masing. 

"Seharusnya tidak boleh, karena kelompok dan DPL sudah ditentukan. Mahasiswa harus tetap dalam koridor DPL," tegasnya melalui pesan WhatsApp kepada reporter Parist.id

Sementara itu, Ketua Sema IAIN Kudus, Rosyda Aulia Rahma, menganggap inisiatif ini secara sederhana. Menurutnya, meskipun belum ada pembekalan, mahasiswa perlu wadah untuk bertukar pikiran demi keberlangsungan perkuliahan dan pengabdian KKN. 

"Terjadi pro kontra itu wajar, apalagi gerakan ini inisiatif mahasiswa sendiri, bukan resmi dari kampus," tandasnya. (Hasyim)

il mael

{picture#https://lh3.googleusercontent.com/-Bewamtnj73s/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAFU/fJUPS69SUnA/s60-p-rw-no/photo.jpg} Layouter Paradigma Institute {facebook#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {twitter#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {google#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {pinterest#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {youtube#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {instagram#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL}

Paradigma Institute

{picture#https://lh3.googleusercontent.com/-cWUBFHxzqCw/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAA6g/KaPy3MU6IlM/s60-p-rw-no/photo.jpg} Paradigma Institute merupakan media daring dari Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Paradigma IAIN Kudus. Kami adalah sekumpulan Mahasiswa yang punya tanggung mengabarkan dan membangun wacana untuk Mahasiswa secara umum. {facebook#https://www.facebook.com/parist.id} {twitter#https://twitter.com/followers} {google#https://plus.google.com/+ParadigmaInstitute} {youtube#https://www.youtube.com/channel/UCYPT2Hb0weZPMVWNAofQsPw?view_as=subscriber} {instagram#https://www.instagram.com/paragraphfoto/?hl=en}
Diberdayakan oleh Blogger.