Taman Dolanan di KBPW Jadi Ruang Nostalgia Dolanan Tradisional

KUDUS, PARIST,ID- Taman dolanan merupakan rangkaian agenda yang digelar dalam launching Kampung Budaya Piji Wetan (KBPW) yang berfokus pada melestarikan dolanan tradisional. Diikuti 120 anak-anak tingkat SD/MI, taman dolanan menyajikan beberapa permainan tradisional, diantaranya; gedreg atau sawahan, egrang bambu, egrang batok, bekelan, dakon, dan lompat tali. 

Koordinator Taman Dolanan, Asri Noorrodliyah menjelaskan, setiap permainan ada satu sampai dua orang pendamping yang megoordinir anak-anak peserta dolanan tradisional. “Mayoritas pendamping adalah mereka orang yang berprofesi sebagai tenaga pendidik dan para pemuda,” jelasnya kepada Paradigma Minggu, (11/12).

Lebih lanjut Asri menambahkan, acara ini diperuntukkan anak-anak yang duduk dibangku SD/MI, namun tetap terbuka untuk semua kalangan usia apabila ingin bernostalgia dengan dolanan tempo dulu. Ia mengatakan, tim coordinator taman dolanan juga mengadakan kerja sama instansi lembaga pendidikan tingkat SD/MI.

“Kebetulan hari ini sebagian besar peserta yang tergabung yakni siswa sisiwi MI Hidayatul Mustafidin,” tambahnya. 

Salah satu peserta, Mila Diana, menunjukkan antusiasnya dalam mengikuti program ini. Ia merasa senang bisa bertemu dengan teman-teman dan bermain bersama. 

“Senang banget mbak bisa kumpul sama teman,” ucap Mila siswi kelas lima MI.

Tidak hanya dari kalangan anak-anak, antusias pengunjung juga dari kalangan orang tua. Salah satunya Cici Sriyatun, mengaku sengaja datang jauh-jauh dari Kaliwungu karena penasaran dengan taman dolanan. Selain itu, ia juga ingin mengenalkan permainan tradisional yang sudah mulai hilang ini kepada anaknya. 

“Anak sekarang hampir tidak mengenal dolanan tradisional. Padahal, dolanan merupakan sarana bermain yang asik bagi mereka, bukan malah hp dan sejenisnya,” katanya. (dea, may)