| Dokumentasi foto bersama mahasiswa KKN dan siswa kelas 3 SD Negeri Penambuhan 01 |
Dalam kegiatan tersebut, 14 mahasiswa KKN 145 mengajak siswa memahami hubungan antara ajaran Islam dan kepedulian terhadap lingkungan. Konsep khalifah fil ardh diperkenalkan sebagai amanah manusia untuk menjaga, merawat, dan mengelola bumi dengan baik.
Mahasiswa KKN 145, Retno Dwi Anggraini, mengatakan konsep tersebut merujuk pada Q.S. Al-Baqarah ayat 30 yang menjelaskan tentang manusia sebagai khalifah di bumi. Menurutnya, amanah tersebut tidak sebatas menjaga hubungan antarmanusia, tetapi juga mencakup hubungan manusia dengan alam.
“Konsep ini menegaskan bahwa manusia adalah wakil Allah di bumi yang bertugas melestarikan ciptaan-Nya,” ujarnya.
Guru SD Negeri Penambuhan 01, Sulistiyono, menyambut baik materi yang diberikan mahasiswa KKN. Menurutnya, pengenalan mengenai pengelolaan sampah sejak usia sekolah penting untuk membentuk kebiasaan menjaga lingkungan.
“Edukasi seperti ini sangat penting karena menjaga kebersihan dan mengolah sampah dengan baik merupakan kebiasaan yang harus ditanamkan sejak usia dini. Selain menjaga lingkungan, pemanfaatan sampah dan barang bekas juga dapat melatih siswa untuk berkarya dan berinovasi,” tuturnya.
Siswa mengikuti kegiatan dengan antusias. Mereka terlibat dalam sesi tanya jawab, kuis, pemilahan sampah, hingga praktik menanam. Salah seorang siswa, Raskan Ziafarendra, mengaku memperoleh pemahaman baru mengenai pentingnya menjaga lingkungan.
“Saya jadi tahu tentang sampah organik dan anorganik. Setelah mengikuti kegiatan ini, saya sadar harus menjaga bumi dengan cara membuang sampah pada tempatnya,” katanya.
Bagi mahasiswa KKN 145, pengenalan khalifah fil ardh kepada siswa menjadi bagian dari upaya mempertemukan nilai keagamaan dengan persoalan lingkungan yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Dari kebiasaan sederhana memilah sampah hingga merawat tanaman, tanggung jawab menjaga bumi diperkenalkan sebagai bagian dari praktik keagamaan yang dapat dimulai sejak usia dini.

