Kudus - Jagong Sastra adalah sub kegiatan Forum Apresiasi Sastra dan Budaya Kudus (FASBuK). Kali ini, akan menyelenggarakan parade puisi dan diskusi "Sastra Kudus Zaman Semo(now)". 

Sastrawan yang akan hadir : Mukti Sutarman Espe, Jumari HS, MM Bhoernomo, Jimat Kalimasadha, dan Rohadi Noor. Kegiatan ini juga melibatkan komunitas literasi di Kudus. Seperti, Komunitas Fiksi Kudus, Omah Gatra, Keluarga Berkarya dan Omah Dongeng Marwah.

Berlangsung pada hari Sabtu, 25 Januari 2020. Mulai pukul 19.00 di Museum Kretek Kudus, kegiatan ini diharapkan akan menstimulus ketertarikan anak muda pada sastra dan mempertemukan dua generasi 'Semono' dan 'Now'. (Red)

KAMPUS - Serah Terima Jabatan (Sertijab) Komandan Resimen Mahasiswa (Menwa) Mahadipa Satuan 954 Yudhagama IAIN Kudus berlangsung khidmat. Serah terima jabatan  ini dilakukan oleh Komandan Menwa 2019, Ridho Soviyan kepada Komandan Menwa 2020, M Khoirul Umam yang dilantik langsung oleh Rektor IAIN Kudus, Mudzakir di  Rektorat lantai 3, Rabu (16/20). 

Pembina Resimen Mahasiswa IAIN Kudus, Abdurrahman Kasdi, dalam sambutanya menekankan bahwa, Menwa menjadi garda depan, utamanya dalam konteks kedisiplinan. 

"Dinamika organisasi bisa tertata rapi dengan tetap memegang kedisiplinan. Bahwa itu menjadi ruh kita,"  imbuhnya.

Ia juga memberi apresiasi terhadap peningkatan positif Menwa. 

"Peningkatan  perubahan yang terjadi secara signifikan menjadi modal positif kepengurusan 2020 ini," jelas Kasdi

Kasdi berharap, serah terima jabatan menjadi awal estafet di internal Menwa.

"Harapanya serah terima jabatan kali ini menjadi awal estafet kepengurusan yang berjalan dengan baik ke depanya", harapnya.

Sementara itu, Komandan Menwa terlantik 2020, Khoirul Umam, menjelaskan, Sertijab merupakan proses penting pergiliran kepengurusan. 

"Adanya sertijab ini menjadi agenda tahunan demi keberlangsungan Menwa kedepan", jelasnya

Ia juga menegaskan pentingnya membangun jiwa nasionalisme baik masyarakat kampus termasuk anggota Menwa.

"Siapapun dan menjadi apapun penting untuk menjaga integritas dan membangun jiwa nasionalisme", tandasnya. 

Hadir dalam acara tersebut  Komandan Resimen Mahadipa Jawa Tengah, Instansi Satpol PP, Komandan Ramil dan Komandan Kodim. (umi)

Jakarta - Lengkapi pengetahuan dan wawasan bisnis, 214 mahasiswa program studi Manajemen Bisnis Syariah (MBS)  IAIN Kudus melakukan kunjungan ke kantor pusat Small and Medium Enterprises and Cooperatives (SMESCO) Indonesia, Jakarta Selatan, dalam kegiatan Kuliah Kerja Lapangan (KKL) pada Selasa, (14/01)

Wakil Dekan Fakultas Ekonomi Bisnis Syariah (FEBI), Anita Rakhnawati, dalam sambutannya mengatakan, adanya KKL ini guna mempererat tali persaudaraan dengan SMESCO Indonesia dan melakukan kerja sama dengan perusahaan di bawah naungan kementerian koperasi dan umkm ini. 

"Tidak hanya belajar tapi juga menyambung tali persaudaraan dengan perusahaan Smesco Indonesia," tambahnya.

Selain itu, lanjut Anita, teori bisnis yang didapat dari bangku kuliah bisa dilengkapi dengan praktik materi bisnis dari adanya KKL ini. 

"Memadukan antara teori dan praktik yang ada di lapangan hingga sesuai dengan kurikulum yang ada," tandasnya.

Anita berharap, usai lakukan kunjungan ini mahasiswa MBS 2017 sudah memiliki bekal untuk mengembangkan ekonomi bisnis, dan mampu memunculkan ide kreatif.

"Jadi setelah melakukan kunjungan ini diharapkan mahasiswa MBS 2017 sudah berbekal untuk mengembangkan bisnis dan ide kreatif mereka masing-masing," harapnya.

Sementara itu, Kepala Divisi Umum Lembaga Layanan Pemasaran Koperasi Usaha Kecil Menengah (LLP-KUKM), Tajuddin Nur,  menjelaskan, SMESCO merupakan brand dari Lembaga Layanan Pemasaran Koperasi dan UKM (LLP-KUKM) Kementerian Koperasi dan UKM RI. LLP-KUKM  yang didirikan pada Maret 2007.

"Pada dasarnya SMESCO merupakan nama lain dari UKM. Karena ketika orang menyebut UKM lebih bisa dipahami banyak orang," jelasnya. 

Tajuddin, juga memaparkan tujuan pendirian LLP-KUKM yakni memberikan layanan promosi dan pemasaran KUKM Indonesia yang mempunyai tugas pokok dan fungsi sebagai pelaksana layanan.
"Beberapa tugas SMESCO yakni informasi pasar, sarana pemasaran, promosi produk dan jaringan pemasaran serta distribusi produk KUKM, konsultasi pemasaran peningkatan kemampuan manajemen dan teknik pemasaran, serta inkubasi pemasaran ," paparnya. 

Selain itu, Smesco Indonesia juga berguna untuk mempersiapkan generasi UKM masa depan dalam menghadapi tantangan revolusi industri 4.0. 

"Generasi ke depan perlu mempersiapkan tantangan industri yakni dengan cara menciptakan standar baru dalam proses menciptakan produk dan karya inovatif khas Indonesia yang menyejahterakan," pungkasnya. (Yan)

Postingan Populer

il mael

{picture#https://lh3.googleusercontent.com/-Bewamtnj73s/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAFU/fJUPS69SUnA/s60-p-rw-no/photo.jpg} Layouter Paradigma Institute {facebook#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {twitter#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {google#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {pinterest#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {youtube#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {instagram#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL}

Paradigma Institute

{picture#https://lh3.googleusercontent.com/-cWUBFHxzqCw/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAA6g/KaPy3MU6IlM/s60-p-rw-no/photo.jpg} Paradigma Institute merupakan media daring dari Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Paradigma IAIN Kudus. Kami adalah sekumpulan Mahasiswa yang punya tanggung jawab mengabarkan dan membangun wacana untuk Mahasiswa secara umum. {facebook#https://www.facebook.com/parist.id} {twitter#https://twitter.com/followers} {google#https://plus.google.com/+ParadigmaInstitute} {youtube#https://www.youtube.com/channel/UCYPT2Hb0weZPMVWNAofQsPw?view_as=subscriber} {instagram#https://www.instagram.com/paragraphfoto/?hl=en}
Diberdayakan oleh Blogger.