Iklan

Tentang Paradigma

 

 

Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Paradigma merupakan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) yang bergerak dalam bidang jurnalistik dan kepenulisan. LPM Paradigma menjadi satu-satunya Lembaga Pers Mahasiswa di IAIN Kudus dan berusaha untuk senantiasa menghadirkan berita di sekitar Kaki Muria, Pantai Utara dan Nasional. Sudah menjadi tanggung jawab kami untuk mewacanakan berita dan isu-isu dalam kampus tanpa meninggalkan wacana global.


LPM Paradigma berdiri sejak tahun 1998. Sebelum menyandang nama “Paradigma” lembaga ini bernama “El-Kasyf”. Dalam teori kesufian, kasyf bermakna puncak pemikiran atau nalar tertinggi dalam konsep Al-Ghozali. Nama ini dipilih mengingat dulunya IAIN Kudus masih menjadi bagian dari Fakultas Ushuluddin IAIN Walisongo. Saat itu, yang menjadi konsentrasi utama adalah filsafat dan pemikiran agama, sehingga nama El- Kasyf dijadikan sebagai nama lembaga dan juga nama majalah.


Pada tanggal 21 Maret 1997, Fakultas Ushuluddin Kudus memisahkan diri dari IAIN Walisongo dan menjadi STAIN Kudus. Pada awal tahun 2000-an, Ketua STAIN kudus saat itu, Prof. Muslim A. Kadir mengenalkan konsep Ilmu Islam Terapan, Paradigma Amali Beragama. Konsep ini yang kemudian diadopsi oleh LPM (Lembaga Penerbitan Mahasiswa) El-Kasyf untuk berubah nama menjadi LPM Paradigma.


Kata Paradigma = Nalar sehingga nama El-Ksyf dianggap sama dengan Paradigma. Setidaknya, nama Paradigma dianggap tidak terlalu didoktrin sufistik atau bernuansa tekstual. Karena saat itu perubahan nama kurang direspon sebagai sejarah oleh senior, sampai saat ini belum ada yang berani memastikan waktu persisnya.


Hanya saja, pertama kali majalah El-Kasyf berubah menjadi majalah Paradigma adalah pada edisi I Tahun 2000. Keputusan ini disepakati ketika tim sedang berbuka puasa bersama di pertengahan bulan Ramadan, sekitar tanggal 12 November 2000.


Tagline LPM Paradigma sendiri diambil dari semangat berpikir bersama, berdiskusi yang kemudian dituangkan dalam publikasi. Sehingga agar tidak terlalu rumit filosofinya, tagline “Bersama Membangun Wacana” ini digunakan untuk mempertegas bahwa LPM Paradigma menampung semua wacana dari mahasiswa.


Kudus, 19 Februari 2021


Redaksi

 

 

 

Iklan