Jelajahi

Kategori
Best Viral Premium Blogger Templates

Lantik KPUM dan BANWASRA 2026, UIN Sunan Kudus Dorong Pemilu Raya Transparan

parist  id
Selasa, November 03, 2026 | 06:22 WIB

 

Dokumentasi foto bersama Rektor UIN Sunan Kudus, Ketua KPU Kabupaten Kudus, Ketua Sema & seluruh Pengurus KPUM, BANWASRA(02/10)

Kampus, PARIST.ID — Komisi Pemilihan Umum Mahasiswa (KPUM) dan Badan Pengawas Pemilu Raya (BANWASRA) UIN Sunan Kudus resmi dilantik pada Senin (02/11/2026) di Lantai 3 Gedung Rektorat UIN Sunan Kudus. 

Pelantikan mengusung tema “Transformasi KPUM yang Profesional, Adaptif, dan Akuntabel di Era Digitalisasi Kampus”. Kegiatan tersebut dihadiri Rektor UIN Sunan Kudus, Abdurrohman Kasdi, Wakil Rektor III, Kisbiyanto, Ketua KPUM UIN Sunan Kudus, Fawaid, Ketua BANWASRA UIN Sunan Kudus, A. Izzul Afif, serta Ketua Senat Mahasiswa, M. Abdul Jabbar. Hadir pula Ketua KPU Kabupaten Kudus, A. Amir Faisol, yang memberikan materi.

Ketua KPUM UIN Sunan Kudus, Fawaid, menyampaikan bahwa pelantikan menjadi titik awal amanah bagi dirinya dan seluruh jajaran pengurus. Ia berharap momentum tersebut dapat menjadi langkah bersama untuk mentransformasi sistem demokrasi mahasiswa agar lebih profesional, berintegritas, dan akuntabel.

“Pelantikan ini merupakan titik awal amanah bagi saya sebagai ketua dan seluruh jajaran. Momentum ini juga menjadi kebersamaan untuk mentransformasi sistem demokrasi mahasiswa di lingkungan kampus agar lebih mudah, berintegritas, dan akuntabel,” ujarnya.

Fawaid menjelaskan, visi KPUM tahun 2026 adalah mewujudkan penyelenggaraan pemilu mahasiswa yang profesional, adaptif, dan akuntabel. Visi tersebut diwujudkan melalui integrasi teknologi digital dalam setiap tahapan Pemilihan Raya Mahasiswa (Pemira), menjaga kemandirian dan netralitas panitia, serta membangun tata kelola pemilihan yang transparan dan dapat dipertanggungjawabkan.

Dalam pelaksanaannya, KPUM juga menyiapkan sejumlah strategi, di antaranya konsolidasi antara KPUM tingkat universitas dan fakultas, pemutakhiran data pemilih, serta koordinasi teknis dengan pihak rektorat dan KPU Kabupaten Kudus. Sosialisasi terpadu di setiap fakultas dan kampanye digital juga direncanakan untuk meningkatkan partisipasi mahasiswa.

Fawaid menambahkan, pengawasan Pemira akan diperkuat melalui kolaborasi dengan BANWASRA di bawah kepemimpinan A. Izzul Afif. KPUM juga berencana menyediakan kanal pengaduan, melibatkan saksi pasangan calon, serta membuka ruang peninjauan proses pemilihan di tingkat fakultas.


Dokumentasi pembacaan komitmen oleh Rektor UIN Sunan Kudus

Sementara itu, Rektor UIN Sunan Kudus, Abdurrohman Kasdi, berpesan agar seluruh pengurus menjalankan tugas sesuai komitmen dan tanggung jawab yang telah diemban. Menurutnya, keberhasilan Pemira bergantung pada kesungguhan penyelenggara dalam melaksanakan tugasnya.

Ia juga mengingatkan bahwa organisasi mahasiswa merupakan ruang pembelajaran untuk mengelola perbedaan dan menyelesaikan persoalan. Karena itu, setiap pengurus diminta mengutamakan koordinasi serta menyelesaikan persoalan secara internal apabila masih memungkinkan.

“Lakukan tugas sebaik-baiknya sesuai dengan komitmen kalian. Jika melakukannya sesuai komitmen, insyaallah Pemira akan berjalan dengan sukses,” pesannya.

Dalam sesi materi, Ketua KPU Kabupaten Kudus, A. Amir Faisol, mengingatkan pengurus KPUM untuk memahami aturan dan menjalankan tugas secara profesional. Ia menegaskan bahwa setiap anggota memiliki tanggung jawab yang sama sebagai bagian dari penyelenggara pemilihan, terlepas dari jabatan yang diemban.

Ia juga menyoroti pentingnya pertanggungjawaban administrasi dan keuangan. Menurutnya, setiap penggunaan anggaran harus dicatat dengan teliti, termasuk kelengkapan nota dan penyusunan laporan pertanggungjawaban (LPJ).

Selain itu, Amir Faisol mengingatkan pengurus untuk menjaga independensi dengan tidak membawa hubungan pertemanan ke dalam proses pemilihan. Netralitas harus tetap dijaga, termasuk ketika terdapat teman atau orang terdekat yang mencalonkan diri sebagai peserta Pemira.

Ketua Senat Mahasiswa UIN Sunan Kudus, M. Abdul Jabbar, turut mengapresiasi pelantikan KPUM dan BANWASRA. Ia berharap keberadaan penyelenggara dan pengawas pemilihan dapat meningkatkan transparansi sekaligus memperkenalkan mekanisme Pemira kepada mahasiswa secara lebih luas.

Menurutnya, Senat Mahasiswa akan tetap mengawal jalannya Pemira. Apabila muncul persoalan yang tidak dapat diselesaikan oleh KPUM dan BANWASRA, terdapat mekanisme penyelesaian melalui lembaga yang berwenang di lingkungan Senat Mahasiswa.

Jabbar juga menilai keterlibatan mahasiswa menjadi bagian penting dalam mewujudkan demokrasi kampus. Ia berharap Pemira tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi benar-benar mendapat perhatian dan partisipasi dari seluruh mahasiswa.

“Pesan saya, tetap menjunjung tinggi keadilan, kejujuran, dan kebenaran karena di situlah letak independensi penyelenggara. Tidak ada manusia yang sempurna, tetapi tidak ada salahnya kita berusaha menjadi lebih baik dari tahun sebelumnya,” tuturnya.

Melalui pelantikan tersebut, KPUM dan BANWASRA tingkat fakultas diharapkan dapat menjalankan tugas secara profesional serta menjaga independensi dalam setiap tahapan Pemira. Kolaborasi antara penyelenggara, pengawas, dan seluruh elemen mahasiswa menjadi kunci untuk mewujudkan demokrasi kampus yang transparan, jujur, dan berintegritas.


Reporter : Na'imatul Munawaroh
Penulis : Aisya Niken Cahya Salim

Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Lantik KPUM dan BANWASRA 2026, UIN Sunan Kudus Dorong Pemilu Raya Transparan

Trending Now