Menggugah Semangat Belajar Dengan Shalawat Sains

KAMPUS, PARIST.ID - Himpunan Mahasiswa IPA IAIN Kudus menggelar seminar dengan tema "Shalawat sains dan lingkungan hidup" dalam serangkaian acara Gebyar Sains. Acara ini digelar dalam rangka memperingati Maulid nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam di gedung SBSN lantai satu pada Jumat (30/11/2018). 

Dalam seminar tersebut, Yuniar Fahmi Lathif selaku penulis buku Shalawat Sains menjelaskan mengapa perlu menerapkan metode pembelajaran melalui shalawat sains pada para siswa maupun mahasiswa yang sedang menempuh studi di bidang sains dan juga manfaat dari shalawat sains itu sendiri. 

“Shalawat sains sama dengan shalawat yang kita dengarkan sehari-hari namun liriknya diubah dengan konsep-konsep yang berisi tentang materi sains,” katanya dihadapan puluhan Mahasiswa IAIN Kudus 

Lebih lanjut, Kepala Sekolah MTs Tahfidz Yanbu’ul Qur’an ini mengatakan bahwa Shalawat sains ini terinspirasi saat melihat muridnya belajar. “Para murid yang memiliki waktu belajar yang terbatas dan banyaknya mata pelajaran yang dipelajari sehingga perlu adanya pembelajaran IPA yang memotivasi dan menggugah semangat belajar murid lewat shalawat,” terangnya. 

Shalawat sains ini pun sebagai salah satu bentuk integrasi antara ilmu pengetahuan dengan agama. Karena di zaman sekarang ini, keduanya dirasa dipisahkan dan dianggap tidak ada hubungannya. “Sebenarnya ilmu pengetahuan dan agama tidak dapat dipisahkan. Keduanya saling berhubungan satu sama lain. Oleh karena itu, saya mencoba meng-islamisasikan sains dengan shalawat sains,” jelasnya. 

Yuniar mengungkapkan, shalawat memiliki banyak keutamaan dan juga banyak manfaat. Diantaranya, shalawat dapat membuat hidup kita lebih mudah, lebih indah, lebih terarah, prestasi meningkat, Ilmu manfaat dan mendapat Syafaat. 

“Hal tersebut dibuktikan dengan banyaknya prestasi yang telah diukir oleh beberapa murid di TBS maupun di MTs Tahfidz Yanbu’ul Qur’an yang belajar dengan shalawat sains, seperti juara 1 NCC (National Creativity Competition) tahun 2016, Juara 1 lomba KIR (Karya Ilmiah Remaja) LPB 2016, dan juga mengikuti perlombaan sains di bengkulu yang berhasil mendapatkan medali perunggu,” tandasnya.(Arum/Waf)