Terlambat, Kisah Genk Pengedar Narkoba

KUDUS - Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Teater Satoesh IAIN Kudus mementaskan naskah "Terlambat" karya Rizky Pepe di Auditorium Universitas Muria Kudus, Kamis (29/08/19).

Pentas produksi tahun 2019 ini berangkat dari keresahan yang dirasakan oleh banyak orang mengenai narkoba.

Pementasan tersebut menceritakan tentang kehidupan sebuah Genk bernama Genk kobra yang beranggotakan 3 orang bernama Joni, Sendi dan Demos dengan seorang boss. Genk yang awalnya hanya dibentuk untuk kesenangan semata, memiliki inisiatif untuk melakukan usaha jual-beli narkoba yang memang memiliki harga jual yang sangat tinggi.

Selain menjadi penjual narkoba, Joni dan Sendi juga pemakai narkoba. Mereka berdua memiliki dunia kelam masing-masing. Namun, setiap orang memiliki harapan-harapan dari keterlambatan yang ada dalam hidup dan perlu adanya dukungan dari orang lain.

Rizky Pepe selaku penulis naskah sekaligus sutradara, merasa cukup puas dengan pementasan ini. Menurutnya, masih belum banyak masyarakat yang paham dengan sekolompok anggota yang menjajakan narkoba di Indonesia dan bagaimana dampaknya bagi kehidupan.

"Saya observasi langsung terkait tema ini sampai ke Jakarta, dan memang keberadaan dari Genk tersebut benar-benar tertutup rapat," jelasnya.

Rizky berharap, masyarakat yang menonton khususnya mahasiswa mampu mencerna pesan yang ingin disampaikan dari pementasan tersebut.

"Walaupun banyak konotasi negatif dan juga adegan yang asik, namun para penonton perlu mencerna hal itu bukan hanya menangkap makna verbalnya saja," ungkapnya. (Arum)