Covid-19 Masih Jadi Ancaman, Wisuda Bakal Ditiadakan


KAMPUS, PARIST.ID – Berdasar pada hasil rapat para pimpinan sekaligus menjawab surat aspirasi dari SEMA pada poin keempat, wisuda periode Juni bakal ditiadakan. Hal ini karena melihat kondisi darurat ancaman penularan covid-19 yang belum mereda. 

Rektor IAIN Kudus, Mundakir, mengatakan, wisuda periode ini tidak memungkinkan untuk dilaksanakan. Melalui pesan yang digariskan oleh Direktorat Jendral (Dirjen) memutuskan untuk meniadakan penyelenggaraan wisuda periode ini.

"Wisuda memang ditiadakan, tapi mahasiswa tetap mendapatkan ijazah," jelasnya saat ditemui reporter Parist.id pada Kamis, (02/04/2020) di Gedung V Lantai 2.

Mundakir menambahkan, wisuda memang tidak diundur, tapi ditiadakan. Hal ini karena beberapa pertimbangan diantaranya karena jika diundur akan menambah kuota mahasiswa yang seharusnya 1000 kuota menjadi 2000 kuota. Selain itu, mahasiswa yang wisuda di bulan Juni akan terlalu lama menunggu ijazah hingga November mendatang. 

“Kita juga memikirkan nasib mahasiswa yang seharusnya sudah wisuda tetapi harus menunggu beberapa bulan lagi untuk mendapat ijazah,” tambah Mundakir. 

Untuk saat ini, lanjut Mundakir, lebih difokuskan pada bimbingan skripsi, mengingat belum ada prosedur pasti terkait peniadaan wisuda periode ini.

"Prosedur pasti masih diproses dan digodok," tandasnya.

Sementara itu, Wakil Rektor I, Supaat, menjelaskan, sistem penyerahan ijazah bergantung pada perkembangan situasi kedepan sehingga masih belum dipastikan.

"Kalau situasi sudah memungkinkan akan diberikan secara langsung, kalau belum ya online," ungkapnya saat dihubungi melalui pesan whatsapp.

Ia juga menjelaskan, sesuai aturan yang ada, dalam ijazah harus tertera tanggal lulus dan tanggal penyerahan. Sehingga jika penyerahan ijazah di bulan Juni tidak memungkinkan, maka penyerahanya tetap diberikan pada tanggal pelaksanaan wisuda.

"Untuk teknis penyerahan dan kejelasan akan informasikan lebih lanjut," pungkas Supaat. (Hasyim)