| Dokumentasi foto bersama narasumber bersama mahasiswa (22/06) |
Bukan sekadar agenda akademik, kegiatan ini menjadi momen awal bagi para calon konselor untuk menyelami dunia anak-anak berkebutuhan khusus secara langsung.
Acara pembukaan berlangsung khidmat namun penuh keakraban. Kegiatan tersebut dihadiri oleh mahasiswa peserta, dosen pembimbing lapangan, perwakilan lembaga, serta anak-anak berkebutuhan khusus yang menjadi bagian dari keluarga besar ABK Darul Fatonah. Momen perkenalan antara mahasiswa dan anak-anak menjadi sorotan utama, di mana interaksi awal itu perlahan membangun jembatan komunikasi meskipun masih dalam tahap adaptasi.
Dalam sambutannya, pihak lembaga menyampaikan arahan terkait program kerja, tata tertib, serta tugas dan tanggung jawab yang akan diemban mahasiswa selama kegiatan berlangsung. Mahasiswa juga diperkenalkan dengan beragam layanan dan aktivitas yang ada di lembaga, mulai dari terapi hingga pendampingan belajar, yang kelak menjadi bagian dari tugas harian mereka.
| Dokumentasi foto bersama narasumber bersama mahasiswa (22/06) |
Naimi sebagai salah satu peserta mengungkapkan bahwa keberadaannya dan seluruh mahasiswa bukan hanya untuk sekedar hadir namun menguat tujuan bersama untuk kegiatan ini.
"Kami datang bukan hanya untuk belajar, tapi juga untuk hadir. Menjadi pendengar, pengamat, dan pelan-pelan membangun kepercayaan. Ini kesempatan langka yang semoga menjadi bekal bagi kami sebagai calon konselor ke depan," ujarnya.
Mengusung tagline "Wujudkan Konselor Islami yang Penuh Empati", kegiatan ini dirancang untuk mencetak mahasiswa yang tak hanya unggul secara akademik, namun juga memiliki ketajaman rasa, kesabaran, dan kepedulian sosial. Karena menjadi konselor bukan sekadar memberi solusi, tetapi juga hadir dalam setiap proses.
Dengan berakhirnya sesi pembukaan, rangkaian PPL terintegrasi KKL resmi dimulai. Kini tibalah saatnya para mahasiswa menapaki hari-hari penuh dinamika bersama anak-anak hebat di ABK Darul Fatonah Kudus. Satu langkah kecil menuju konselor Islami yang sesungguhnya: tangguh, sabar, dan penuh empati.

