| Potret Cindi Shiffa Maulani Wisudawan Terbaik BKPI |
Bagi Cindi, kunci menjalani berbagai aktivitas tersebut terletak pada kemampuan mengatur prioritas. Sejak awal perkuliahan, ia selalu menempatkan kewajiban akademik sebagai hal utama sebelum mengerjakan aktivitas lainnya.
"Musuh terbesar saya adalah kebiasaan menunda. Kalau jadwal kuliah dan batas pengumpulan tugas sudah keluar, itu menjadi prioritas utama saya," ujarnya.
Setelah seluruh tanggung jawab perkuliahan selesai, Cindi baru meluangkan waktu untuk mengerjakan proyek freelance maupun membuat konten. Agar tetap konsisten, ia menerapkan strategi batch production, yakni memproduksi beberapa video sekaligus dalam satu waktu, kemudian menjadwalkannya untuk diunggah secara berkala.
Menurutnya, pengalaman di dunia industri kreatif juga memberikan banyak manfaat selama menjalani perkuliahan. Kemampuan berbicara di depan kamera, manajemen proyek, hingga berpikir kreatif yang dipelajari secara autodidak membantunya lebih percaya diri saat melakukan presentasi di kelas.
Di balik berbagai aktivitas tersebut, Cindi mengaku tetap pernah mengalami kelelahan atau burnout. Saat tugas kuliah, pekerjaan, dan target konten datang bersamaan, ia memilih mengambil waktu untuk beristirahat agar dapat kembali produkti
Kini, setelah resmi diwisuda, Cindi mulai merintis usaha jasa fotografi sekaligus bekerja sebagai Guru Bimbingan Konseling (BK) di salah satu SMK di Kabupaten Jepara. Ia berharap mahasiswa tidak ragu mengembangkan potensi di berbagai bidang selama tetap mampu bertanggung jawab terhadap pendidikan.
"Menurutku, kita tidak harus memilih salah satu. Akademis dan kreativitas bisa berjalan berdampingan kalau kita mampu mengatur waktu dan menentukan prioritas. Yang paling penting adalah tetap konsisten, disiplin, dan jangan mudah menyerah," tuturnya.

