| Dokumentasi foto bersama mahasiswa KKN, DPL, serta perangkat desa (03/08) |
Suasana hangat dan penuh keakraban mewarnai prosesi penyambutan serta penyerahan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 128 kepada Pemerintah Desa Undaan Kidul, Kecamatan Undaan, Kabupaten Kudus, pada Senin (3/8/2026). Kegiatan ini resmi menjadi penanda dimulainya perjalanan pengabdian mahasiswa di tengah masyarakat dengan mengusung tema besar, yakni “Pemberdayaan Potensi Desa dan Internalisasi Ekoteologi”.
Prosesi penyerahan mahasiswa dilakukan secara simbolis oleh Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Adelina Citradewi, kepada jajaran perangkat Desa Undaan Kidul. Meskipun dikemas secara sederhana, momen tersebut memuat makna yang sangat strategis sebagai gerbang utama terjalinnya sinergi antara dunia perguruan tinggi dan masyarakat pedesaan.
Dalam sambutannya, pihak perangkat desa menyambut baik kedatangan para mahasiswa. Kehadiran generasi muda dari kampus ini diharapkan tidak sekadar membawa deretan teori atau gagasan abstrak, melainkan mampu menjadi penggerak utama dan menjadi bagian dari solusi nyata dalam menggali, mengoptimalkan, serta memberdayakan potensi lokal yang selama ini dimiliki oleh Desa Undaan Kidul.
Sebagai wujud nyata dari pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi khususnya pada pilar pengabdian kepada masyarakat, kegiatan KKN menyediakan ruang belajar yang amat luas. Di sinilah mahasiswa diharapkan untuk mampu menerapkan ilmu pengetahuan yang didapat di bangku kuliah agar bisa diterapkan secara kontekstual dengan realitas kehidupan sosial di lapangan.
| Kegiatan pembukaan KKN di Desa Undaan Kidul |
Desa Undaan Kidul dipilih sebagai basis pengabdian bukan tanpa alasan. Desa ini menyimpan potensi sumber daya dan dinamika sosial yang sangat kaya untuk dikembangkan melalui pendekatan kolaboratif. Selama beberapa pekan ke depan, mahasiswa KKN Kelompok 128 merancang dan akan merealisasikan berbagai program kerja yang berfokus pada pemberdayaan potensi desa serta penanaman nilai ekoteologi (kesadaran lingkungan berbasis spiritualitas dan kearifan lokal).
Namun, esensi utama dari kehadiran mereka bukanlah memimpin atau menggurui, melainkan memposisikan diri sebagai mitra kolaboratif. Para mahasiswa siap untuk: Belajar bersama warga dan memahami kultur setempat secara mendalam, mendengarkan aspirasi serta kebutuhan riil dari masyarakat, serta bahu-membahu bersama warga dalam merumuskan solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi desa.
Rangkaian acara penyerahan ini menjadi lembar pembuka yang penuh harapan bagi perjalanan KKN Kelompok 128 di Desa Undaan Kidul. Dengan menjunjung tinggi prinsip gotong royong, keterbukaan, serta partisipasi aktif dari seluruh elemen masyarakat, kehadiran mahasiswa diharapkan mampu meninggalkan jejak positif yang berjangka panjang.

