| Dokumentasi foto bersama mahasiswa KKN dan siswa MI Al Manar (06/08) |
Kegiatan tersebut merupakan salah satu realisasi program kerja KKN yang mengusung tema ekoteologi. Dalam kegiatan ini, mahasiswa dari Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) memberikan pemahaman mengenai pengertian sampah, jenis-jenis sampah, serta cara sederhana memanfaatkan sampah.
Materi disampaikan dengan bahasa yang mudah dipahami siswa. Selain memberikan penjelasan, mahasiswa juga mengajak siswa membaca materi secara bergantian. Cara ini dilakukan untuk melatih fokus sekaligus menumbuhkan keberanian siswa berbicara di depan teman-temannya.
Edukasi kemudian dilanjutkan dengan praktik pemanfaatan sampah menjadi karya seni berupa kolase sederhana. Para siswa diberikan kertas HVS yang telah bergambar pola buah-buahan. Sementara itu, mahasiswa menyiapkan daun kering sebagai bahan utama kolase. Daun tersebut dipotong kecil-kecil untuk ditempelkan pada pola gambar yang telah disediakan.
| Dokumentasi proses pembuatan kolase |
Kepala MI Al Manar Desa Burikan, Vita, menyambut baik kegiatan tersebut. Menurutnya, edukasi pemanfaatan sampah memberikan pengetahuan baru kepada siswa bahwa sampah yang selama ini dianggap tidak berguna ternyata masih dapat dimanfaatkan menjadi karya bernilai.
“Kegiatan pembuatan kolase dari sampah organik sangat berdampak baik, karena anak-anak yang sebelumnya belum mengetahui manfaat sampah kini bisa melihat bahwa sampah juga dapat dijadikan karya seni yang indah,” ujarnya.
Pengenalan pemilahan dan pemanfaatan sampah sejak usia sekolah dasar diharapkan menjadi langkah sederhana dalam menumbuhkan kesadaran menjaga lingkungan dalam kehidupan sehari-hari.
Edukasi sampah organik dan anorganik melalui kegiatan kolase menjadi salah satu bentuk nyata penerapan nilai ekoteologi dalam program KKN 82 Desa Burikan. Melalui pendekatan edukatif dan kreatif, mahasiswa berupaya mengenalkan kepedulian terhadap lingkungan kepada anak-anak sejak dini.

