Anggaran Kegiatan OK Naik 75 juta

Shobirin menyampaikan sosialisasi anggaran DIPA
Foto: Mail/Paragraphfoto
KAMPUS, PARIST.ID - Anggaran pengembangan kegiatan mahasiswa yang digelontorkan ke seluruh Organisasi Kemahasiswaan (OK) mengalami kenaikan. Total anggaran yang semula hanya Rp 200 juta naik menjadi Rp275 juta rupiah. Hal tersebut disampaikan oleh Wakil Ketua III STAIN Kudus Bidang Kemahasiswaan, Shobirin, dalam acara Sosialisasi Anggaran DIPA Organisasi Kemahasiswaan STAIN Kudus tahun 2017 di aula Gedung Jurusan, Selasa (14/2/2017) kemarin. 

Pembagiannya antara lain, DEMA Rp 22 juta, SEMA Rp 16 juta, sementara itu masing-masing Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) mendapat jatah berbeda. Tarbiyyah mendapat Rp 18 juta, Syariah Rp 16 juta, Dakwah Rp 12 juta dan Usuluddin Rp 11 juta. Untuk seluruh 14 Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) masih disamaratakan menjadi Rp 10 juta/UKM. 

“Perbedaan anggaran HMJ ini dihitung dari jumlah Prodi yang ada di Jurusan,” jelas H. Shobirin.

Itu belum termasuk dana kegiatan Orientasi Pengenalan Akademik (OPAK) senilai Rp 25 juta dan dana Pemilu raya senilai Rp 15 juta. Ia menambahkan, dengan dana DIPA yang mengalami kenaikan ini diharapkan organisasi intra kampus harus lebih aktif dalam menghidupkan aktivitas-aktivitasnya. Mengingat pada tahun 2016 banyak OK yang tidak secara aktif melakukan kegiatannya, sehingga banyak dana yang mangkrak. 

“Dana harus dijalankan sesuai program yang ada, jangan mengada ada,” imbuh mantan Ketua Jurusan Syariah ini. 

Selain itu, ia juga berpesan kepada seluruh OK untuk menghidupkan organisasi, jangan hidup di dalam organisasi.

Di tahun 2017 ini, STAIN Kudus berencana akan berpartisipasi dalam gelaran Pekan Ilmiah Olahraga Seni dan Riset (Pioner) ke VIII di UIN Ar-Raniry Banda Aceh. Beberapa UKM yang ditunjuk untuk mewakili diantaranya adalah Olahraga (Olga), Komunitas Pecinta Nalar (KPN), Jam’iyyah Qurro’ wa Hufadz (JQH Asy-syauq), STAIN Musik Studio (SMS), STAIN English Club (STEC), Al-Izzah, Teater SATOESH dan Pecinta Alam Mahasiswa (PALWA 51). 

“Karena keterbatasan dana, maka hanya UKM yang mempunyai keunggulan bersaing yang ditunjuk untuk mewakili kontingen STAIN Kudus,” terang Shobirin. (Mail/lil)