Menkeu Sebut Pembangunan Logung Patut Diapresiasi

Serius : Berbincang dengan kontraktor, Sri Mulyani Indrawati meninjau pembangunan Waduk Logung. 
(Mail/Paragraph)
PARIST - Percepatan pembangunan infrastruktur dan efektifitas anggaran negara kian diperhatikan. Memastikan itu Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) bersama Menteri Keuangan mengunjungi pembangunan Waduk Logung Kudus. Ikut serta pula Gubernur Jawa Tengah dan Bupati Kudus dalam rombongan kunjungan kerja tersebut pada Jumat (17/02/17). 

Sebelum masuk di area proyek waduk, mereka berkumpul di kantor sekretariat untuk melihat terlebih dahulu perkembangan proyek tersebut. Selama 30 menit lebih berbincang-bincang mengenai Waduk Logung, Sri Mulyani selaku Menteri Keuangan memutuskan untuk langsung meninjau lokasi ke bawah. Demi keamanan saat mengunjungi waduk, diperkenankan juga untuk memakai peralatan safety yang sudah disiapkan.

Dalam kesempatan itu Sri Mulyani Indrawati mengapresiasi pembangunan waduk seluas 213 hektar (Ha) itu. Ia juga berterima kasih kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Kudus yang telah membantu membebaskan 113,26 (Ha), hampir 80 persen, tanah dari masyarakat untuk kepentingan pembangunan. Dengan itu pemerintah pusat tidak terlalu banyak mengeluarkan anggaran.

“Ini merupakan pembangunan yang patut diteladani, sebab ada kerjasama yang baik antara pemerintah daerah dan pusat,” kata mantan Direktur World Bank itu.

Pembangunan Waduk Logung, tambah Sri Mulyani, merupakan wujud nyata pemaksimalan anggaran negara untuk pembangunan infrastruktur. Itu dilakukan supaya kehidupan rakyat bisa lebih sejahtera. “Ini bukti bahwa efektifitas anggaran berhasil dan berguna untuk kepentingan rakyat,” tegasnya.

Saat ini pembangunan Waduk Logung telah mencapai 40 persen dan ditarget akan selesai pada tahun 2018. Menteri PUPR, Mochamad Basuki Hadimoeljono yakin bahwa itu mampu diselesaikan sesuai target. Ia juga menyampaikan bahwa pembangunan tersebut murni oleh anak bangsa. Mulai dari pekerja, kontraktor dan insinyur lahir dan besar di Indonesia. Jadi tidak perlu khawatir dengan isu tenaga kerja asing. “Ini murni karya anak Indonesia,” paparnya.

Senada dengan Sri Mulyani, Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo juga mengapresiasi pembangunan waduk. Menurutnya kelancaran pembangunan tidak lain sebab aliran dana pendapatan negara yang stabil. Untuk mendapatkan dana, saat ini negara mengandalkan sektor perpajakan. “Maka jika masyarakatnya taat pajak, pembangunan infrastruktur lancar dan kesejahteraan pun bisa dicapai,” terangnya.

Ganjar menyampaikan bahwa potensi Kudus menjadi kota besar sangat baik. Pasalnya sementara ini Kudus bisa dikatakan sebagai kabupaten dengan pendapatan daerah terbanyak setelah Jakarta. 

Sementara itu, Bupati Kudus, Musthofa merencanakan pembangunan Waduk Logung ini nantinya juga berfungsi sebagai taman kota. Ia memperlihatkan rencana 3D bangunan waduk yang dikelilingi dengan pepohonan rindang beserta jalan dan atribut taman.

“Jadi selain sebagai penampungan air, irigasi dan tadah banjir itu bisa berfungsi sebagai tempat rekreasi keluarga,” pungkasnya.(Sal/Far)