Dilantik, HMJ Syari’ah Bertekad Adakan Olimpiade

Serah terima jabatan Burhanuddin (kiri) selaku ketua demisioner kepada Julianto (kanan) sebagai ketua terlantik HMJ Syariah dan EI  disaksikan oleh Ketua Jurusan Syariah, Abdurrahman Kasdi.
Foto/Parist.id
KAMPUS, PARIST.ID – Ketua terpilih Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Syariah dan Ekonomi Islam (EI) 2017, Julianto bertekad akan membuat program kerja Olimpiade Syariah. Olimpiade ini akan mewadahi kegiatan dan kompetisi antar mahasiswa syariah seperti futsal dan singing.

Hal ini ditegaskannya dalam acara Pelantikan Pengurus dan Dialog Interaktif HMJ Syariah dan EI di Aula Rektorat lantai 3 STAIN Kudus, Rabu siang (1/2/2017). Pada pelantikan kali ini HMJ Syariah mengambil tema Optimalisasi Peran HMJ Syariah dan EI Menuju Pembaharuan Mahasiswa yang Bersinergi dan Berprestasi”. Hadir dalam pelantikan tersebut, Ketua Jurusan Syariah dan EI, Abdurrahman Kasdi, Ketua Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) A. Minhajul Abror, tamu undangan, dan puluhan mahasiswa STAIN Kudus.

Julianto berpesan kepada pengurus baru untuk meluangkan waktunya demi kepentingan HMJ Syariah. Ia berharap kepada mahasiswa dari delegasi kelas Syariah yang hadir untuk bisa senyaman mungkin bekerja sama dengan HMJ Syariah.

“Kita bangun sistem kekeluargaan yang solid dan menggembirakan. Agar kita merasa nyaman karena bisa kumpul dan menjalankan organisasi dengan keluarga sendiri,” katanya.

Sementara itu, Abdurrahman Kasdi berharap HMJ Syariah agar bisa berkontribusi buat seluruh mahasiswa. Terkait program kerja pengurus HMJ Syari’ah yang baru, yakni Olimpiade Syari’ah untuk tidak terlalu dipaksakan. “Kegiatan itu harus disesuaikan dengan kemampuan yang ada,” ujar Kasdi.

Hadir  pula ketua demisioner Ahmad Burhanuddin mengatakan bahwa selama ia memimpin belum bisa maksimal dalam membimbing mahasiswa syari’ah. Harapan Burhanuddin untuk pengurus baru agar lebih baik dari pengurus lama. Ia juga mengingatkan kepada pengurus HMJ Syariah STAIN Kudus tidak kalah dengan HMJ Syariah dari kampus lain.             
          
“Silahkan berkembang dan berproses di HMJ Syariah. Ingatlah, bahwa kepentingan organisasi itu lebih penting daripada kepentingan pribadi,” pungkas Burhanuddin.(Red/Wafa/Salim)