Jurnalisme Kebangsaan, Upaya Menangkal Hoaks

Salah satu sesi acara workshop, di Hotel Abbas, Sabtu (24/02/18).


KUDUS, Parist.Id - Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Paradigma Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Kudus mengadakan workshop pelajar dan mahasiswa se-Eks Karesidenan Pati. Acara ini dibuka oleh ketua STAIN Kudus dan dihadiri oleh segenap tamu undangan dan alumni LPM Paradigma di Hotel Abbas , Sabtu-Minggu (24-25/2/2018).

Tema jurnalisme kebangsaan diangkat sebagai upaya optimalisasi peran pers dan pelajar dalam meminimalisir berita hoaks yang akhir-akhir ini marak beredar. Seperti diungkapkan Ketua STAIN Kudus, Mundakir, pers mempunyai tanggung jawab untuk menulis berita yang sesuai dengan fakta dan objektif.

"Seorang wartawan harus mampu menguasai permasalahan dan menuliskannya sesuai regulasi yang ada," tuturnya.

Ia juga menambahkan, idealisme insan pers harus dijaga. Tidak perlu takut untuk mengkritik pimpinan atau pejabat selama itu sesuai dengan fakta yang ada.

"Jadilah seorang wartawan yang menaati aturan. Jangan takut kepada pihak lain. Tapi takutlah kepada Tuhan," jelasnya.

Pimpinan umum LPM Paradigma, Arif Maulana Hasanudin mengatakan, acara ini terealisasi atas bantuan proposal kegiatan yang diajukan LPM Paradigma kepada Kementerian Agama Republik Indonesia. 

"Workshop kali ini adalah hasil tindak lanjut dari bantuan proposal kegiatan Organisasi Kemahasiswaan (Ormawa) Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) se-Indonesia, tahun lalu," jelasnya.

Ia berharap, kedepannya pers mahasiswa dan pelajar mampu menjaga kedaulatan dan memakmurkan bangsa. 

"Kedaulatan bangsa harus dijaga terutama bagi anggota pers mahasiswa dan pelajar agar generasi muda tidak mudah terpengaruh dengan berita hoaks," harapnya.

Senada dengan Arif, ketua panitia Faqih Mansyur Hidayat mempunyai harapan yang sama. Setidaknya workshop ini nantinya mampu membuat mahasiswa dan pelajar menyaring informasi yang ada.

"Pemilihan tema jurnalisme kebangsaan muncul sebagai tanggapan dari masifnya berita hoaks yang beredar, dan kebiasaan asal share yang dilakukan mahasiswa dan pelajar," pungkasnya. [] (Falis / Ay)