Tentang Novel, Kakashi dan Mata Kiri Mereka

“Pesawat Garuda Indonesia GA 825 (SIN-CGK) yang membawa Novel Baswedan dan istrinya, Rina Emilda, mendarat mulus di bandara Soekarno Hatta pada Kamis (22/2) sekitar pukul 11.07 WIB. Anak bungsu mereka, Umar, turut berada di pesawat bersama Tim Komisi Pemberantasan Korupsi dan perwakilan kuasa hukum,” Kumparan.com, (23/02/2018).


Karya : Mailun



Tak terasa, sudah 10 bulan lebih 11 hari, Novel Baswedan menjalani pengobatan matanya di Singapura setelah disiram air keras oleh orang tidak dikenal selepas jamaah salat Subuh di masjid komplek tempat dia tinggal. Mengapa saya tuliskan “tak terasa?,” sebab jujur saja, saya merasa memang peristiwa itu baru terjadi satu atau dua bulan lalu. Mungkin, karena pihak penegak hukum “sepertinya” tidak benar-benar serius menyelesaikan kasus ini. Itulah yang membuat masyarakat menganggap kasus itu akan senasib dengan kasus-kasus lama seperti kasus Munir dan Widji Tukul.



Semenjak kondisi Novel Baswedan lumayan membaik dan beberapa kali wajahnya terlihat di televisi, media-media online dan cetak, saya cukup “ngeri” melihat penampilannya dengan mata bagian kiri yang terlihat sangat seram. Mau bilang rusak ya tidak rusak, mau bilang utuh ya tidak utuh. Ah! Biadab sekali pelaku penyiraman itu.


Ngomong-ngomong soal mata Bang Novel Baswedan yang menyeramkan itu, saya kok malah teringat dengan Kakashi, salah satu tokoh dalam serial anime Jepang yang paling digandrungi masyarakat lintas generasi dan kasta ekonomi. Iya, siapa sih yang nggak kenal Narto? Eh Naruto? Kalau nggak tahu pasti nontonnya hanya FTV dan sinetron ribuan episode.



Dalam serial film Naruto, Kakashi adalah guru Naruto, tokoh utama kalau marah atau terancam pasti berubah menjadi musang berekor sembilan. Atau sebelum mengeluarkan jurus pamungkas itu, Naruto sering memecah dirinya menjadi ratusan hingga ribuan. Jurus seribu bayaran! Eh bayangan! Begitu kira-kira ciri khas Naruto.


Kembali lagi ke Kakashi, dia adalah sosok guru yang bisa dikatakan berhasil mendidik murid-muridnya. Kalau digambarkan, sebagai ninja perawakan Kakashi tidak begitu besar. Yang menjadi ciri khasnya adalah dia selalu memakai entah slayer atau apapun itu namanya hingga mmenutupi separuh wajah dan mata kirinya. Bukan tanpa alasan, di balik ia menutup mata kirinya itu, ternyata ada sebuah cerita dan kekuatan yang luar biasa dahsyatnya.


Diceritakan, dahulu pernah ada perang dunia Shinobi Rahasia ketiga. Perang itu disebut “Third Secret Ninja War.” Dalam perang ini Kakashi kecil, Obhito Uchiha, Rin, dan Namikaze Minato (yang saat itu belum menjadi Hokage) melaksanakan misi ke desa lain untuk melakukan sabotase. Kakashi kecil memiliki kedisiplinan yang sangat tinggi dibanding teman-temannya. Dan istimewanya, dia sudah memperoleh gelar Jounin saat usianya masih 13 tahun.


Sesaat sebelum menjalankan misi, Minato dan Rin memberikan hadiah kepada Kakashi karena memperoleh gelar Jounin. Namun Obhito sendiri yang tidak memberi hadiah. Setelah itu, mereka melakukan perjalana ke perbatasan untuk menghancurkan jembatan dan menahan kemungkinan terburuk yang akan menimpa warga desanya. 


Di tengah perjalanan, mereka diserang sekawanan ninja dengan menggunakan Kagebunshin dalam jumlah besar. Dengan sigap, Kakashi lalu melawan dan menghancurkannya dengan Ciddhori. Setelah istirahat dari pertempuran yang melelahkan itu, tiba-tiba ada panggilan dari pasukan barisan depan Konoha yang sedang digempur habis-habisan oleh musuh. Misipun diserahkan Minato kepada Kakashi.


Kemudian mereka melanjutkan perjalanan, di tengah perjalanan mereka bertiga dihadang musuh dan Rin tertangkap. Ketika Obhito ingin menolong Rin, Kakashi malah melarangnya. Alasannya, misi ninja lebih penting dibanding teman. Obhito marah dan memilih berpisah jalan dengan Kakashi yang tetap melanjtkan misinya.


Dalam perjalanannya, Obhito diserang musuh dan hampir terbunuh, untung saja Kakashi datang tepat waktu dan segera menyelamatkan temannya itu. Karena pertempuran itu, mata Kakashi yang sebelah kiri hilang karena terkena kunai musuh. Obito yang ketakutan lalu menolongnya, dan Sharingan miliknya langsung bangkit. Mereka pun bertemu dengan Rin dan Kakashi melepaskannya dari genjutsu. Tetapi semua sudah terlambat, mereka masuk perangkap di gua.


Ketika langit-langit runtuh, Obito menyelamatkan Kakashi yang terjatuh dari reruntuhan. Setengah badannya hancur. Dia lalu meminta Rin mencangkokkan mata kirinya sebagai hadiah untuk Kakashi karena sudah menjadi Jounin. Kakashi lalu menerima Sharingan itu dengan berat hati.


Itulah cerita mata kiri Kakashi yang menyimpan kekuatan luar biasa. Sama seperti Kakashi, entah kebetulan atau bagaimana, mata Novel Baswedan yang terluka juga sebelah kiri. Ada kesamaan antara Kakashi dan Bang Novel, misalnya soal kecerdasannya dalam menghadapi dan menyelesaikan masalah. 


Kita tahu sendiri bahawa Bang Novel adalah penyidik senior KPK yang kinerjanya tak diragukan lagi. Dia menjadi korban atas kasus yang tengah ditanganinya saat itu, kasus megaproyek E-KTP yang hingga kini terus bergulir di meja hijau dan telah melahirkan drama-drama petinggi negara yang membuat stabilitas negara semakin tak karuan.


Sepuluh bulan bukanlah waktu yang singkat untuk sekedar mengungkap kasus yang sudah jelas alur kronologi kejadiannya. Kami, rakyat yag selama ini selalu berkeyakinan bahwa kepolisian mencetak personil-personil yang unggul dalam bidang penyelidikan dan sejenisnya. Jangan sampai terjadi lagi korban-korban yang kasusnya hilang ditelan bumi akibat ketidakseriusan pemerintah dalam menyelesaikannya.


Bang Novel Baswedan, kau akan tetap kami dukung sebagai salah satu ujung tombak rakyat dalam melenyapkan korupsi di negeri ini. Teruslah berjuang KPK! Teruslah berjuang bang Novel! Tetaplah tangguh Kakashinya Indonesia!



Faqih Mansur Hidayat,

Mahasiswa STAIN Kudus Jurusan Syariah Prodi ES,

Bergiat di Paradigma Institute