STAIN Kudus Menuju Kampus Responsif Gender


WWW.PARIST.ID, KAMPUS - Pusat Studi Gender (PSG) STAIN Kudus mengadakan sosialisasi responsif gender di Ruang Senat Rektorat, Rabu,(14/03/18).

Mengangkat tema "Penguatan Sensitivitas gender Mahasiswa, Menuju Kampus Responsif Gender, sosialisasi ini dikhususkan kepada mahasiswa dari perwakilan organisasi kemahasiswaan sebagai peserta. 

"Mereka semua nantinya diharapkan bisa jadi contoh sekaligus pelopor mahasiswa responsif gender, minimal ilmu dari sosialisasi ini diterapkan dalam organisasi yang mereka ikuti," kata Ketua PSG STAIN Kudus, Dr. Hj. Nur Mahmudah, M. Ag.

Menurutnya, saat ini masih banyak mahasiswa maupun dosen yang kurang msmperhatikan kesetaraan gender. Itu terlihat dari ketimpangan peran, yang lebih banyak dikuasai kaum adam, pada hampir seluruh aspek kehidupan. 

"Kita ingin agar tidak lagi terjadi diskriminasi peran yang mengesampingkan kemampuan perempuan. Harus ada kesetaraan dan kesempatan yang sama antara laki-laki dan perempuan," imbuhnya.

Nur Sa'id, sebagai peneliti gender, mengatakan, ketimpangan gender yang terjadi sekarang  karena budaya masyarakat terdahulu.
"Wanita pada zaman dahulu hanya beraktivitas di sumur, dapur dan kasur saja. Tidak boleh sekolah dan keluar rumah. Hal ini dipengaruhi karena bangsa kolonial yang menjajah indonesia kala itu," tuturnya.

Senada dengan Nur Said, Any Ismayawati, mengaku, masih adanya bias gender dikarenakan konstruk sosial yg salah. 

"Yang namanya gender itu tidak harus membela perempuan, jika ada kekerasan di rumah tangga itu harus dicari akar masalahnya, bukan selalu laki-laki yang salah," katanya. (Kholiq/falis)