Euforia PBAK IAIN Kudus 2018

Oleh : Mu'ayyadah

Acara PBAK berlangsung selama empat hari. Dimulai pada tanggal 13-16 Agustus 2018. Hari terakhir kegiatan PBAK, euforia para peserta PBAK baru terlihat jelas. Mereka terdiri dari berbagai jurusan. Yakni tarbiyah, syari'ah, dakwah dan ushuluddin. PBAK dimulai di lapangan kampus timur IAIN Kudus. Adanya pengecekan atribut dan pembekalan yang dilakukan panitia pelaksana sampai detail membuat perasaan peserta PBAK sedikit tidak karua. Sekitar dari seperempat peserta keluar dari barisan akibat ketidaksesuaian atribut ataupun pembekalan.


Berbeda di hari-hari sebelumnya, di hari terakhir PBAK perasaan itu berubah saat panitia menginformasikan semua peraturan yang diberlakukan telah  dibebaskan. Selanjutnya pada pertengahan acara,  keasyikan dan kebahagiaan kembali terjadi pada saat perkenalan panitia SC dan OC. Acara tersebut dilaksanakan di gedung GOR. Baik yang ada di tribun maupun di depan panggung hiruk pikuk suara kegembiraan. Sebagian para peserta PBAK mendapat perhatian dari panitia. Beberapa dari peserta mengungkapkan rasa sukanya terhadap idola yang tak lain adalah panitia sendiri dengan menggunakan poster.


Seperti yang dilakukan Siti Shaidah. Ia mengidolakan ketua HMJ tarbiyah yakni Gatot Priambodo Agusta. Siti  diberikan kesempatan untuk maju kepanggung dan menyatakan kekagumannya kepada Gatot. Ia juga memberikan motivasi dan semangat kepada idolanya itu. Suasana bertambah meriah ketika Gatot juga memberikan semangat kepada Siti. Hal ini membuktikan bahwa ketegasan panitia tak menyulutkan kebencian namun kasih sayang.

Hingga di akhir acara, terdapat konser musik dan juga pendirian stand-stand UKM (Unit Kegiatan Mahasiswa)IAIN Kudus. Sekiranya ada 24 stand yang berada di sekeliling lapangan kampus. Antusias para peserta PBAK nampak jelas. mereka mengunjungi stand yang telah sediakan. Salah satunya Fifi Tri Utami, mahasiswa baru jurusan syari'ah prodi ES ini mengatakan menyukai UKM STEC. Ia mengaku ingin belajar bahasa inggris mulai dari nol untuk bekal ke depannya. Dari keseluruhan acara PBAK kebebasan ekspresi para peserta terlihat pada akhir acara. Hal ini dibuktikan dari minat dan antusias peserta PBAK menyambut UKM yang ada.

*Penulis adalah mahasiswa baru Jurusan Tarbiyah/Tadris IPS, bertempat tinggal di Desa Cendono, Dawe, Kudus