PARIST.ID, PATTANI, THAILAND- Indonesia merupakan negara dengan populasi umat muslim terbesar di dunia. Meski berdampingan dengan banyak agama dan etnis, Islam tetap menjadi agama yang tidak egois dan merasa paling memiliki Indonesia sendiri. Islam Indonesia lebih memilih memposisikan diri sebagai pemersatu bangsa. Indonesia adalah salah satu wujud dari Ummatan Wahidah.

Pernyataan itu disampaikan oleh Rektor Universitas Fatoni Assoc. Prof. Dr. Ismail Lutfi Japakiya saat menerima kunjungan mahasiswa Studen Mobility Program Kementerian Agama pada Kamis (29/11), kemarin.  Ia mengaku kagum dengan konsep keumatan yang ada di Indonesia.

Sanjungan Ismail Luthfi bukanlah tanpa alasan. Menurutnya, Indonesia berhasil mempersatukan beribu-ribu pulau, etnik, suku, dan bahasa menjadi satu kesatuan bangsa (nation state) dan itulah Islam yang sesungguhnya. Tidak ada negara di dunia seperti Indonesia dalam hal keberhasilannya menyatukan bangsanya. “Indonesia adalah negara besar dan saya selalu kagum ketika mengunjungi Indonesia”, kenang Ismail Luthfi.

Luthfi mengatakan, pihaknya berkeinginan untuk melakukan riset serius terkait rahasia keberhasilan para tokoh Indonesia dalam mempersatukan bangsanya yang mayoritas beragama Islam.

“Kami di Thailand ini masih berjuang agar Islam mampu dipahami dan di anut oleh bangsa kami,” imbuh Ketua Majelis Agama-Agama di Thailand ini.

Dihadapan rombongan Student Mobility Program Kementerian Agama Luthfi mengaku selama ini mengajak orang untuk memahami Islam dengan cara-cara damai, hikmah, dan lemah lembut. Dengan cara itulah masyarakat Thailand kini mulai banyak yang masuk Islam.

“Islam membawa misi rahmatan lil ‘alamin dan menunjukkan siratal mustaqim, karenanya kita harus berhati-hati dan mengamalkannya dengan baik. Kita harus mencontoh Nabi Muhammad yang mengajarkan akhlak yang agung atau khuluqun’adzim, terutama dalam hal dakwah,” demikian pesan Luthfi.


Safriansyah, Kasubdit Sarpras dan kemahasiswaan atas nama Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam Ditjen Pendidikan Islam menyampaikan penghargaan dan apresiasi yang tinggi kepada civtas akademika Universitas Fatoni Thailand yang selama ini telah bekerjasama dengan sejumlah PTKIN di Indonesia.

Syafri berharap semoga para mahasiswa mampu mengambil banyak pelajaran atas perjuangan Universitas Fatoni dalam mengembangkan perguruan tinggi di Thailand. “Kita bisa belajar dari kampus ini bagaimana berjuang ditengah-tengah kompleksitas persoalan umat, dan universitas ini berhasil eksis sampai sekarang,” ujarnya.

Program Student Mobility Program dilaksanakan pada tanggal 25 November-1 Desember 2018 dan diikuti oleh Ketua DEMA, SEMA dan Wakil Rektor/Wakil Ketua PTKIN se-Indonesia. Kunjungan SMP juga dilakukan ke Pendidikan Tinggi Al-Zuhri Singapura, Universitas Kebangsaan Malaysia dan Universitas Selangor Malaysia. (RB/red)


PARIST.ID, MALAYSIA - Nabi Muhammad SAW. adalah pemimpin dan pendidik yang revolusioner. Beliau telah menggerakkan umatnya untuk melakukan perubahan masyarakat.

Hal itu dikatakan DR. KH. Mohammad. Hasan, M.Ag, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kerja sama IAIN Madura saat didaulat memberikan hikmah maulid Nabi Muhammad di komunitas masyarakat Madura yang bertempat tinggal di Syah Alam Selangor Malaysia pada Rabu (28/11).

Moh. Hasan mengingatkan kepada jama'ah agar di negeri orang lain jangan hanya mencari uang saja, tetapi juga cari ilmu pengetahuan dengan belajar di perguruan tinggi, atau bisa juga di tempat pendidikan-pendidikan lainnya.

"Nabi mengajarkan akhlak dan karakter umatnya melalui pendidikan dan kita umatnya harus mengikuti beliau sebagai sang pendidik," jelasnya.

Pesan lain yang disampaikan kyai asal Madura ini adalah pentingnya memahami hijrah nabi secara luas, yaitu dalam rangka melakukan dakwah dan membangun masyarakat.

Peringatan Maulid Nabi warga Indonesia di Selangor diselenggarakan oleh Ikatan Keluarga Madura (IKAMA) dan diikuti oleh sekitar 400 orang yang ditempatkan di Rumah KH. Kadir Syafii asal Bangkalan Madura, di Jalan Kebun Sekzen No. 30 Syah Alam.

Pengajian Maulid ini juga merupakan rangkaian agenda Student Mobility Program (SMP) oleh Direktorat Pendidikan PTKI ke tiga negara, yaitu Malaysia, Singapura, dan Thailand. Hadir juga Waryono Abdul Ghofur, Wakil Rektor (WR) Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama UIN Sunan Kalijaga Jogjakarta, Wahidul Anam WR III IAIN Kediri, Abdul Aziz Kepala Bagian Kemahasiswaan UIN Maliki Malang dan Ruchman Basori Kasi Kemahasiswaan Kemenag RI.

Kegiatan SMP diinisiasi oleh Kementerian Agama diikuti oleh 75 civitas akademika PTKIN berlangsung tanggal 25 November hingga 1 Desember 2018.

Peringatan Maulid nabi ini dimulai dengan tahlilan yang dipimpin oleh Dr. Wahidul Anam, WR III dan Kerja Sama IAIN Kediri, dan kemudian dilanjutkan dengan pembacaan maulid. (RB/red)


PARIST.ID, MALAYSIA- Mempelajari budaya akademik kampus negara lain merupakan hal yang sangat penting sebagai upaya perbandingan dan perbaikan budaya akademik dalam negeri. Selain itu, era globalisasi juga menuntut setiap kampus di setiap negara untuk membuka diri terhadap kebudayaan-kebudayaan negara lain agar tidak terjadi cultur shock (kekagetan budaya: red).

Pernyataan itu disampaikan Mashitoh Ya’qub, Pemangku Pengarah Institut Islam Hadhari Universitas Kebangsaan Malaysia (UKM) saat menerima kunjungan civitas akademika Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) di bawah nauangan Kementerian Agama, Selasa (27/11) di Kampus UKM Bangi Malaysia.

Mashitoh menyambut baik kegiatan Student Mobility Program dari Kementerian Agama karena sangat penting untuk memperkuat jaringan antar perguruan tinggi lintas negara dan dapat memperkuat pendidikan, penyelidikan dan giat kepada masyarakat.

“UKM memiliki pusat Student Mobility Program antar pelajar yang di sebut Global UKM dan telah menjalin kerjasama dengan perguruan tinggi antar negara-negara Asean dan Eropa”, kata Mashitoh.

Selain persoalan akademik, isu-isu kemahasiswaan yang cukup menarik juga diperbincangkan dalam kunjungan tersebut. Di antaranya ialah soal organisasi kemahasiswaan, suksesi organisasi, anggaran kegiatan, isu radikalisme dan terorisme, tata cara berpakaian, dan penghargaan kepada aktivitas kemahasiswaan.

Terkait dengan optimalisasi aktivtas kemahasiswaan, UKM memadukan antara kegiatan co kurikuler (non akademik: red) dan akademik. Mahasiswa yang aktif dalam kegiatan kemahasiswaan (non akademik) diberikan pengakuan dalam sistem kredit kurikulum yang mencapai 120 SKS.

Mashitoh juga memaparkan, untuk jurusan non profesional seperti politik dan sosial humaniora dapat mencapai 40 kredit, sedangkan jurusan profesional, sains misalnya diakui 30 kredit. Oleh sebab itulah, mahasiswa dapat termotivasi untuk mengambil kursus-kursus akademik dan non akademik seperti seni budaya, fotografi, kursus motor gede dan lain-lain.

Ia menambahkan, sejak tahu 2011, Kementerian Pelajaran Malaysia telah menjadikan sistem terpadu ini sebagai model pembelajaran bagi seluruh perguruan tinggi di Malaysia.

Terkait pembiayaan kegiatan kemahasiswaan, mahasiswa mencari anggaran dana untuk membiayai dirinya sendiri dengan pihak tertentu (sponsorship: red) dan terdapat anggaran dari kampus UKM sendiri. Tetapi tidak mudah menerima begitu saja, harus dengan mengajukan proposal yang akuntabel dan realistis.

Syafriansyah, Kasubdit Sarana Prasarana dan Kemahasiswaan Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam berharap agar mahasiswa termotivasi dan terinspirasi dan dapat mengambil manfaat dari kegiatan student mobiity program di UKM.

“Mahasiswa sebagai calon para pimpinan tertinggi diharapkan mampu mengambil banyak hal sebagai sesama bangsa serumpun dalam mengembangkan dunia kemahasiswaannya,” harapnya.

Kegiatan studen Mobility Program dilaksanakan pada tanggal 25 Noveber sampai dengan 1 Desember 2018 dan diikuti oleh Pimpinan Organisasi kemahasiswaan dan Wakil Rektor/Wakil Ketua Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama PTKIN. Selain ke UKM, kegiatan ini juga ke Institut Pengajian Tinggi Al-Zuhri, Unversitas Selangor dan Universitas Fathoni Thailan. (RB/red)



KAMPUS, PARIST.ID - Guna ikut menyokong perkembangan sholawat sains dalam dunia pendidikan, Himpunan Mahasiswa Tadris IPA IAIN Kudus akan selenggarakan Gebyar Maulid Sains, Jum’at (30/11/2018) mendatang. Kegiatan ini mempunyai dua acara yaitu seminar dan maulid Nabi dengan tema “Sholawat Sains sebagai Sarana Revolusi Mental”.

Adapun kegiatan akan dimulai dengan seminar di gedung SBSN yang akan dihadiri oleh Yunan Aditya dari PT Djarum dan Yuniar Fahmi Lathif, M.Pd. selaku penulis buku Sholawat Sains. Serta akan dilanjutkan pada malam hari dengan Maulid Nabi di Gedung Olahraga (GOR) bersama Gus Nada, Asy-Syauq, Parade 99 Terbang, dan Al-Jabar Sains.

Ketua panitia, Eny Mustafidah, mengatakan Generasi milenial dewasa ini sedang senang-senangnya terhadap seni keislaman khususnya sholawat. Sholawat saat ini terus berkembang mengikuti perkembangan zaman yang dikemas dengan wujud dan corak beraneka ragam, namun mempunyai aspek yang sama tanpa kehilangan jati dirinya. 

“Sholawat adalah seni Islami yang didalamnya terdapat jiwa religius, nasionalisme dan patriotisme,” tuturnya.

Menurut Eny, dengan adanya perkembangan sholawat saat ini, sholawat semakin mudah diterima generasi milenial, sholawat juga dikembangkan dalam dunia pendidikan yang dinamakan sholawat sains.

“Penerapan sholawat sains dalam dunia pendidikan merupakan salah satu ikhtiar revolusi mental untuk generasi milenial, supaya mereka dapat terarah sesuai perintah Allah SWT dan tuntunan Rasulallah SAW,” jelasnya.

Fungsi sholawat sains sendiri untuk mempermudah peserta didik menerima pembelajaran khususnya mata pelajaran IPA. “semoga kegiatan ini dapat menambah cinta kita untuk selalu bersholawat dan menjadikan diri kita menjadi pribadi yang lebih baik,” harapnya. (Falis)


SINGAPURA, PARIST.ID - Belajar dan berinteraksi bisa dengan siapa saja dan di mana saja. Nabi Muhammad Saw mengajarkan untuk belajar walau sampai ke negeri China. Kementerian Agama RI mengajak 75 civitas akademika untuk banchmarking melalui student mobility program.

Kunjungan pertama dilakukan ke Institut Pengajian Tinggi Al-Zuhri, sebuah lembaga pendidikan berbasis komunitas yang berada di Singapura.

Fathurrahman Daud atas nama Pimpinan Institut Pengajian Tinggi Al-Zuhri mengatakan umat Islam Singapura adalah minoritas. Untuk menjaga eksistensinya di bentuk wadah fungsional untuk mengembangkan dakwah melalui Amla (adminstrasi of muslim) dan Majlis Ugama Islam.

"Kami bersyukur dalam struktur pemerintahan Singapura umat Islam memiliki menteri urusan agama Islam" kata Fathurrahman. Pemerintah memfasilitasi pengadaan tanah untuk lokasi pembangunan masjid dan masjid menjadi aktifitas pembinaan pendidikan Islam yang efektif.

Fathurrahman menerangkan saat ini ada enam madrasah di Singapura yang menawarkan pendidikan dasar hingga pendidikan tinggi, yaitu, Aljunied Al-Islamiah, Irsyad Zuhri Al-Islamiah, Al-Maarif Al-Islamiah, Alsagoff Al-Arabiah, Al-Arabiah Al-Islamiah, dan Wak Tanjong Al-Islamiah. Empat di antaranya merupakan madrasah ko-edukasional, sedangkan dua lainnya merupakan madrasah yang menawarkan pendidikan secara eksklusif untuk anak perempuan.

Sistem dan metode pendidikan di Singapura adalah simultan, terprogram, bertahap. Materi pendidikan Islam diorientasikan pada ibadah praktis, tidak menjejali siswa dengan materi yg bersifat teoritik yg rentan pada perbedaan, terang Fathur.

Syafriansyah Kasubdit Sarpras dan Kemahasiswaan atas nama Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam menyampaikan terimakasih dan apresiasi kepada Al Zuhri. "Semoga mahasiswa dapat termotivasi dan terinspirasi dalam kunjungan studen mobility program", kata Syafri.

Mas'udin Syarifuddin Executive Director at al-Zuhri Institute of Higher Education mengatakan guna menghindari faham radikal dan intoleran masyarakat muslim Singapura membentuk Asatizah Recognition Schema. Hal ini sejalan dengan kondisi sosial politik Singapura yg mefokuskan pada pembangunan keamanan dan stabilitas nasional.

Terkait dengan kegiatan kemahasiswaan diarahkan untuk pengembangan akademik seperti KKN dan pendelegasian ke luar negeri. "Di sini tidak ada demonstrasi mahasiswa karena orientasi kami pada persoalan pragmatis untuk pengembangan SDM" kata Mas'udin.

Diantara Wakil Rektor/Wakil Ketua PTKIN yang ikut serta adalah dari IAIN Salatiga, IAIN Pekalongan, IAIN Padangsidempuan, STAIN Bengkalis, IAIN Bone, IAIN Parepare, IAIN Madura, IAIN Kerinci, IAIN Kediri, IAIN Curup, IAIN Tulungagung, IAIN Metro Lampung, IAIN Gorontalo, UIN Maliki Malang, UIN STS Jambi, UIN Syarif Hidayatulloh Jakarta, UIN Sunan Kalijaga Jogjakarta, dan UIN Ar-Raniry Aceh.

Rihlah ilmiyah SMP dipimpin oleh Syafriansyah Kasubdit Sarpras dan Kemahasiswaan dan didampingi Ruchman Basori Kasi Kemahasiswaan, Otisia Arinindiyah Kasi Sarpras PTKIS dan Nur Yasin Kasi Sarpras PTKIN. (RB/Red)

PARIST.ID - Aliansi Jurnalis Independen (AJI) mendesak Kepolisian Jawa Tengah untuk segera melimpahkan kasus pelaporan portal media Serat.id ke Dewan Pers. Bukan sebaliknya melakukan pemanggilan untuk kedua kalinya kepada jurnalis Serat.id Zakki Amali pada tanggal 13 November 2018. 

AJI berpandangan pelaporan terhadap produk jurnalistik mengancam kebebasan pers dan prinsip-prinsip demokrasi. Pelaporan yang dilakukan oleh Rektor Universitas Negeri Semarang (Unnes) ini juga, menunjukkan orang nomor satu di Unnes tidak memahami semangat kebebasan pers dan Undang-Undang Pers. 
Istimewa
Rektor Unnes semestinya menggunakan cara yang diatur UU Pers jika merasa dirugikan oleh pemberitaan Serat.id. UU Pers Nomor 40 Tahun 1999 menjelaskan, bila sengketa pemberitaan tidak bisa selesai dengan mekanisme hak jawab, bisa diselesaikan melalui mediasi di Dewan Pers. 

Hal tersebut juga sesuai nota kesepahaman antara Dewan Pers dan Polri Nomor: 2/DP/MoU/II/2017 dan Nomor: B/15/II/2017 tentang Koordinasi dalam Perlindungan Kemerdekaan Pers dan Penegakan Hukum Terkait Penyalahgunaan Profesi Wartawan. 

Adapun pelaporan terhadap jurnalis Serat.id didorong oleh berita investigasi dugaan plagiat Rektor Unnes dalam empat laporan yang terbit pada 30 Juni 2018. Kemudian, secara kontinu, Serat.id memberitakan sanggahan dari pihak Unnes. 

Lalu pada 21 Juli 2018, Rektor Unnes melaporkan Zakki Amali jurnalis Serat.id ke Polda Jawa Tengah terkait Pasal 27 ayat (3) Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik. 

Atas dasar tersebut, AJI mendesak Polda Jawa Tengah untuk tidak menindaklanjuti pelaporan yang disampaikan Rektor Unnes dan segera melimpahkan sengketa pemberitaan ke Dewan Pers. Selanjutnya Mendesak Rektor Unnes mencabut laporannya yang bertentangan dengan prinsip-prinsip demokrasi dan kebebasan pers.


KAMPUS, PARIST.ID – Aksi Seruan Mahasiswa IAIN Kudus untuk mengevaluasi kinerja Senat Mahasiswa (SEMA) dan Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) berjalan lancar. Meski sempat terjadi sedikit kegaduhan, namun acara yang berlangsung di depan kantor DEMA pada Rabu (14/11/2018) siang itu akhirnya berhasil menyepakati tiga hal penting.

SEMA, DEMA dan Para Perwakilan UKM sedang melakukan diskusi bersama
Tiga hal tersebut adalah transparansi anggaran bersama seluruh Organisasi Kemahasiswaan (OK), rencana mewajibkan seluruh OK untuk mempresentasikan progam kerjanya di awal periode selama satu tahun kedepan, dan pemilu mahasiswa (pemilwa) tidak boleh mengganggu UAS. Ketiga hal tersebut akan dikaji ulang bersama seluruh ketua OK yang rencananya akan dikumpulkan besok, Kamis (15/11) sore.


Taufik Nur Aziz,  Ketua SEMA mengatakan, acara-acara seperti ini cukup bagus ketika dilihat hasilnya membuahkan hal-hal yang baik untuk kedepan. Namun ia menyayangkan cara untuk menyampaikan aspirasi kurang tepat bagi mahasiswa yang ingin menyampaikan aspirasi yang terkesan agresif.

“Acara ini kalau dilihat dari hasilnya bagus, tapi kalau dilihat dari caranya, kurang tepat. Karena kalau ingin diskusi modelnya ya nggak seperti tadi, itu lebih mirip persekusi. Sampai ada yang melepas baju, nantang, berteriak, itu kurang tepat kalau menyampaikan aspirasi. Kalau aspirasi itu ya disampaikan lewat tulisan ke DEMA atau SEMA, nanti bisa didiskusikan bersama,” jelasnya.

Sementara itu Muhammad Abduh, salah satu mahasiswa yang menyampaikan aspirasi mengaku, diskusi untuk mengevaluasi kinerja SEMA dan DEMA ini tercipta karena memang kurangnya sosialisasi dari DEMA dan SEMA, sehingga menjadikan prasangka-prasangka yang negatif dari teman-teman OK dan seluruh mahasiswa. Namun ia merasa puas karena hal-hal yang menjadi aspirasi mahasiswa tersampaikan kepada pengurus SEMA dan DEMA.

“Yang diinginkan teman-teman itu adalah transparansi kinerja selama satu periode. Insyaallah akan dibahas besok, nunggu kesepakatan dari semua OK. Yang kedua, masalah keuangan. Karena posisinya agak sensitif, kita ingin adanya LPJ terbuka, jadi tidak hanya sesuai struktural dalam, tapi sebagai mahasiswa biasa juga bisa melihat,” terangnya.

Selanjutnya, mahasiswa semester sembilan ini mengaku tidak mempunyai kepentingan apapun dalam mengikuti acara ini selain hanya untuk melihat kampus lebih baik lagi. Dengan adanya acara seperti ini ia cukup puas, dan ia berharap kemajuan kampus yang sudah menjadi IAIN akan segera terwujud, terutama dari seluruh aktivis-aktivisnya.

“Tidak ada kepentingan selain tahun depan bisa lebih baik. Karena aku merasakan selama disini 4 tahun memang agak kering, kering kegiatan, kering event. Karena citra kampus akan terlihat dari kegiatan-kegiatan. Kalau kering kaya gini ya kampus tidak akan terlihat. Keseluruhan, kita cukup puas dengan acara ini, karena poin kita tersampaikan. Walaupun tadi sempat ada sedikit gejolak, ya wajar saja. Karena kita mendengarkan jawaban-jawaban yang kurang pas. Tapi intinya sudah ketemu, kita kesepakatan, kita cukup puas,” pungkasnya. (Arif)

PARIST.ID, KUDUS - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Jurusan Ushuluddin IAIN Kudus posko 10 dan 11 bekerja sama dengan Jam’iyyah Ruqiyah Aswaja (JRA) tim Laskar Joyokusumo menyelenggarakaan Ruqiyah Massal di Pondok Pesantren Tahfidz Darus Salam Tanjungrejo Jekulo Kudus pada Rabu (7/11/18).
Foto Bersama: Panitia foto bersama usai kegiatan Ruqiyah

Muhammad Asya'ari, ketua panitia mengatakan, kegiatan tersebut merupakan salah satu program dari posko 10 dan 11. “Atas usul dari salah satu anggota KKN, kemudian kami bersmusyawarah untuk melaksanakan kegiatan tersebut,” terangnya.

Lebih lanjut mahasiswa semester tujuh ini menerangkan, Ruqiyah ini sengaja diselenggarakan di Pondok Tahfidh Darus Salam karena Kiyai Huda selaku pengasuhnya mendukung penuh dan menfasiliitasi kegiatan kita. “Mulai memberikan kamar khusus KKN, memberikan berkat kepada semua anggota KKN dan anggota JRA sampai memberikan air mineral dan plastik bagi peserta ruqiyah yang lupa membawa dari rumah,” katanya.

Sementara itu, salah satu peserta mengaku senang bisa mengikuti kegiaan tersebut. “Alhamdulillh senang sekali bisa mengikuti kegiatan ini, rasanya tidak sia-sia saya datang jauh-jauh dari Jepara,” ungkap Dewi wulandari seperta asal Kalinyamatan Jepara.

Kegiatan Ruqiyah tersebut dimulai pukul 19.30 WIB. Diawali dengan tahlil oleh Ustadz Ali Ustmani, dilanjutkan dengan sambutan, setelah itu penyampaian materi tentang ruqiyah oleh kiyai Abdul Latif hingga sampai pukul 01.00 WIB. Dalam kesempatan ini peserta yang hadir mencapai 198 orang, dengan didominasi oleh perempuan.(Kholiq/Waf)

Sosialisasi Empat Pilar oleh DPR RI, H. Fathan Subchi


DEMAK, Parist.ID – Persatuan dan kesatuan adalah spirit Sumpah Pemuda yang tidak boleh padam. Begitu pula nasionalisme terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia harus kita rawat dalam sanubari masing-masing. Hal itu di sampaikan oleh Anggota DPR RI, H. Fathan Subchi dalam acara Sosialisasi Empat Pilar di Desa Kakung Kecamatan Mranggen, Demak, Selasa (30/10/18).
Menurut Fathan, persatuan para pemuda pada 90 tahun lalu adalah tonggak penting lahirnya Indonesia. Masing-masing pemuda dari berbagai daerah di Indonesia itu membawa ide dan gagasan perjuangan dengan semangat kebersamaan satu tanah air, satu bangsa dan bahasa. Tekad itu lah yang kemudian mampu membakar lagi semangat pergerakan secara nasional.
“Seperti kata Cak Imin, jika tanpa perjuangan, ide dan semangat pemuda pada waktu itu mungkin tidak akan ada yang namanya Indonesia,” ujarnya.
Dihadapan 150 lebih peserta sosialisasi itu Fathan mengatakan peran pemuda sangat vital dalam mewujudkan Indonesia yang maju dan sejahtera. Tentunya itu harus ditopang dengan semangat persatuan dan inovasi karya yang mumpuni.
“Semangat persatuan pada momentum sumpah pemuda harus kita ingat kembali untuk terus menjalin kerjasama dan kolaborasi untuk membangun Indonesia,” katanya.
Saat ini pemuda sedang dihadapkan pada anomali dibidang teknologi dan informasi. Pada satu sisi hal itu bisa menunjang kreativitas dan inovasi, akan tetapi disisi lain juga bisa mengancam moral remaja yang sulit dikendalikan. Untuk itu diperlukan kekompakan semua pihak untuk mengaktualisasikan empat pilar dalam kehidupan sehari-hari.
“Dalam kondisi seperti ini lah aktualisai nilai-nilai Pancasila menjadi sangat penting,” katanya.
Di tangan para pemuda kita masa depan Indonesia harus gemilang. Pemuda harus menghidupkan lagi sumpahnya untuk selalu menjaga Negara Kesatuan Indonesia dari ancaman perpecahan. Sedini mungkin kecintaan kepada tanah air ini harus selalu disemai dalam jiwa setiap pemuda Indonesia.
“Saya selalu ingatkan agar pemuda terus berinovasi dan berkarya demi Indonesia, bukan demi kepentingan pribadi. Artinya mari kita terus saling asah, asih, asuh merawat rasa persaudaraan kita untuk keadilan sosial bagi seluruh masyarakat Indonesia,” tegasnya. (rilis/fal)

il mael

{picture#https://lh3.googleusercontent.com/-Bewamtnj73s/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAFU/fJUPS69SUnA/s60-p-rw-no/photo.jpg} Layouter Paradigma Institute {facebook#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {twitter#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {google#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {pinterest#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {youtube#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {instagram#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL}

Paradigma Institute

{picture#https://lh3.googleusercontent.com/-cWUBFHxzqCw/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAA6g/KaPy3MU6IlM/s60-p-rw-no/photo.jpg} Paradigma Institute merupakan media daring dari Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Paradigma IAIN Kudus. Kami adalah sekumpulan Mahasiswa yang punya tanggung jawab mengabarkan dan membangun wacana untuk Mahasiswa secara umum. {facebook#https://www.facebook.com/parist.id} {twitter#https://twitter.com/followers} {google#https://plus.google.com/+ParadigmaInstitute} {youtube#https://www.youtube.com/channel/UCYPT2Hb0weZPMVWNAofQsPw?view_as=subscriber} {instagram#https://www.instagram.com/paragraphfoto/?hl=en}
Diberdayakan oleh Blogger.