Mahasiswa Ushuludin Perlu Tanggap Teknologi Di Era 4.0


KAMPUS - Era disrupsi atau era digitalisasi yang saat ini tengah merambah dunia pendidikan, khususnya di perguruan tinggi mengharuskan mahasiswa untuk tanggap terhadap teknologi. Hal ini ditegaskan oleh prof. Dr. Amsal Bakhtiar dalam stadium general (SG) mahasiswa baru dengan tema  "Peluang dan tantangan mahasiswa ushuludin di era revolusi industri 4.0" di lantai satu gedung SBSN IAIN Kudus, Senin (27/08/2019).

Amsal menyampaikan bahwa pada era disrupsi mahasiswa ushuluddin perlu mempersiapkan diri menghadapi hal tersebut dengan 4 poin penting, yaitu critical thinking(berpikir kritis), Curiosity (keingintahuan), Colaboration networking (kerjasama) dan Creative thinking(berpikir kreatif)

"Dengan empat poin tersebut, tantangan-tantangan yang ada di era 4.0 dapat diatasi oleh mahasiswa Ushuluddin, karena Ushuluddin memahami ilmu premial," jelasnya.

Lanjut, ia juga menyampaikan penguasaan teknologi yang tepat menjadi sebuah peluang untuk berinovasi serta meningkatkan mutu pendidikan. 

"Dengan adanya era 4.0 pendidikan secara umum dapat terbantu," Jelasnya.

Salah satu peserta SG, Muhammad Shofri Maulidi mengaku bahwa ia menyadari pentingnya tanggap teknologi dalam menghadapi tantangan di era revolusi 4.0.

"Dari stadium general ini, saya belajar untuk menganalisis bagaimana menghadapi tantangan di era disrupsi, serta meningkatkan inovasi di era yang serba digital dengan memanfaatkan teknologi secara tepat," Ujarnya. (Fiski)