Jelajahi

Kategori
Best Viral Premium Blogger Templates

Puisi-Puisi Salam: Punya Kesempatan

parist  id
Sabtu, Januari 16, 2021 | 11:21 WIB

ilustrasi: vivi/paragraph


Punya Kesempatan

Oleh: Aida Salam


Perjalanan terasa rumit untuk waktu cukup singkat

Mendekap terjal, menyapu debu anjasmara

Sekalinya ku dengar asma

Termaktub dalam galian tanah Persia

Hmmm

Rasanya aneh jika membual tak berdasar

Menaruh duka yang sempat ku genggam

Sisi gelap hadir tidak bermoral

Benar-benar tersungkur

Andil akal mengonsumsi delusi perang

Peranku hilang ketika kasih sudah menghilang

Ternyata itulah mengapa

Manusia diberi kesempatan belajar

Untuk memperkuat iman

Ketika perannya sudah selesai

Mereka punya pilihan

Surga atau Neraka

Ingat ya!

Manusia bagian dari makhluk

Jadi jangan merasa berkuasa

Berperan diposisi yang sewajarnya

Bagiku lebih baik adanya

Dengan begitu,

Akan ada kedamaian untuk keselamatan

 

Salam

09/01/21

 

Pejuang Jalanan

Tersenyum bukan tentang medali

Tangan hampir patah

Tak sekalipun kenal pasrah

Waktu istirahat mulai berkurang

Bersama orang terkasih pun menjadi jarang

Bahkan harus rela untuk tidak merasa tenang

Hidup dijalan memang banyak rintangan

Belum lagi beban barang tentengan

Jiwamu  tetap mematri

Dunia wadah suka duka

Sekalipun candaan berlebihan

Nyaris langkahmu akan miris

Sepak terjalmu menjadi tragis

Kau merasa baik-baik saja

 

Dariku

Untukmu pedagang asongan

Begitulah perjuangan

Memberikan pelukan terbaik kepada seseorang

Hingga tersemat menjadi pejuang

Angin itu telah berkabar

Dirimu butuh istirahat, agar siasat hatimu menjadi tentram

Pada akhirnya semua hanya tentang merelakan

 

Salam

10/01/21

 

Berhenti di Pinggir Jalan

Saat nanar, tatapannya kelam

Berjarak pada kasih yang tak terlupa

Apalagi menentukan pilihan

Seolah menuntut wewenang kemenangan

Sementara waktu, kejam mengambil detiknya jam

Sebab nahas harapan tidak lagi jadi prioritas

Ruang terasa asing

Pasti tidak akan terpisah dari keraguan

Pertemuan tergila pada waktu yang berbeda memang miris

Sepanjang perjalanan terluka

Tawa tidak terlihat saja

Pada akhirnya semua dipaksakan baik-baik saja

Walau deru ombak tak lagi bersuara

Berjanjilah setia

Walau dunia tak lagi ceria

Belajarlah menerima

Karena dewasa bukan soal usia

Tapi berani untuk menahan luka

Sini duduk sebentar

Berhenti dulu, tidak perlu dipaksakan

Jangan terburu-buru mengambil keputusan

Nanti salah jalan

 

Salam

12/01/21.


*Penulis adalah Mahasiswa Prodi Tadris Ilmu Pengetahuan Sosial

Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Puisi-Puisi Salam: Punya Kesempatan

Trending Now