Iklan

Rendahnya Angka Minat Baca, PR Siapa?

parist  id
Jumat, Januari 29, 2021 | 09:26 WIB

Foto: id.theasianparent.com

Oleh: Santi Puspitasari*

Kemajuan teknologi dan mudahnya akses informasi ternyata belum berpengaruh banyak pada minat baca. Berdasarkan data UNESCO, riset World’s Most Literate Nations Ranked oleh Central Connecticut State Univesity pada Maret 2016 menunjukkan hingga saat ini Indonesia masih menduduki peringkat ke 60 dari 61 negara dengan tingkat minat baca hanya 0,001%.  

Data ini diperkuat dengan data dari Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) tahun 2019 yang menunjukkan Indeks Aktivitas Literasi Membaca (Alibaca) Indonesia masih kategori rendah, dengan rata-rata 37,32%. Di Jawa Tengah sendiri tingkat Alika 33,3%, padahal kategori Alika sedang (40-60), tinggi (60-80), sangat tinggi (80-100). Artinya Indonesia butuh peningkatan 3% lagi sebelum dinyatakan minat bacanya sedang.

Tentunya hal ini menjadi permasalahan yang semakin mengkhawatirkan.  Kesempatan untuk mengakses bahan literasi yang belum merata membuat peningkatan minat baca menjadi terhambat. Belum lagi rendahnya ketertarikan masyarakat Indonesia terhadap buku. Mulai dari orang awam yang tidak membaca buku bahkan sampai pelajar atau mahasiswa yang sekarang sangat jarang sekali membaca buku. Bahkan banyak yang merasa sungkan dan malas untuk membuka lembaran-lembaran buku, padahal buku sering disebut sebagai gudang ilmu. 

Di kalangan anak muda atau sekarang yang lebih dikenal sebagai generasi milenial tentu saja terkena efek dari arus globalisasi. Selain globalisasi banyak efek-efek yang menjadi penghambat dalam menumbuhkan minat baca.

Biasakan Sejak Dini

Minat baca sendiri seharusnya diterapkan sedari kecil. Sebab, membiasakan anak-anak untuk membaca akan menumbuhkan minat baca pada anak. Jika kebiasaan ini tidak diterapkan sejak dini, saat beranjak dewasa minat baca akan sulit untuk diterapkan. Untuk itu, penting bagi orang tua atau orang dewasa, menumbuhkan minat baca anak-anak, karena pada usia ini lah minat baca dapat melekat kuat dalam diri. Bisa dilihat sendiri dari kalangan anak-anak remaja yang beranjak dewasa, sekarang semakin sedikit yang tertarik dengan buku.

Meningkatkan minat baca, pola asuh orang tua juga sangat berpengaruh. Ketika anak-anak sudah terbiasa membaca buku sejak dini, efeknya juga bisa berkepanjangan yaitu anak-anak akan terus menerus terbiasa membaca sampai dewasa kelak. Hal ini tentunya bisa dimulai sedikit demi sedikit dengan membiasakan membaca setiap hari. 

PR Bersama

Menumbuhkan minat baca memang tidak bisa secara instan. Perlu pembiasaan yang lama dan usaha yang maksimal agar dalam diri anak muncul kemauan membaca dengan sendirinya, tanpa diperintah atau dipaksa. Tentunya ini menjadi tanggung jawab bersama, tidak serta merta orang tua atau pun guru saja.

Sebenarnya ada beberapa cara yang dapat dilakukan orang tua untuk meningkatkan minat baca anak. Pertama, Orang tua dapat meyediakan waktu luang untuk membacakan buku pada anak. Penelitian mengungkapkan bahwa dengan membacakan sesuatu kepada anak dengan suara yang jelas terus menerus akan menghasilkan hasil yang signifikan terhadap pemahaman anak terhadap bacaan. Contohnya seperti membacakan buku cerita atau dongeng setiap anak akan tidur.

Kedua, Sediakan beberapa buku bacaan bagi anak, dengan mengelilingi anak dengan berbagai macam buku akan membuat anak merasa senang terhadap buku, mengoleksi buku-buku sesuai umur anak akan menjadi poin lebih pada minat baca anak sejak dini.

Ketiga, Biasakan anak melihat anggota keluarganya membaca buku, sediakan beberapa menit waktu luang untuk membaca buku bersama-sama anggota keluarga, sehingga anak terbiasa melihat hal mengenai membaca, anak terbiasa mengikuti apa yang dilihatnya jadi dengan membiasakan anak melihat seseorang membaca dia akan mengingat jelas bahwa membaca bisa menjadi kebiasaan.

Keempat, berikan hadiah berupa buku sesuai umur anak, sehingga anak menjadi senang dan menjadikan membaca buku dan sebagai rutinitas yang bisa dikerjakan dengan menyenangkan. Kelima, seringkali mengajak anak-anak untuk berkunjung ke perpustakaan, untuk membaca buku. 

Terakhir, berikan perhatian pada anak apabila memiliki kesulitan saat membaca buku, dan jelaskan dengan tutur kata yang jelas dan lembut sehingga anak tidak akan merasa malu jika bertanya mengenai apa yang dibacanya. 

Paling tidak cara ini bisa diupayakan orang tua masing-masing, tentunya juga harus ditunjang dengan peran dari berbagai kalangan baik dari keluarga, pemerintah, guru, dan masyarakat setempat, sehingga usaha untuk meningkatkan minat baca pada anak akan terlaksana dengan baik dan lancar, demi terwujudnya Indonesia yang lebih maju dan lebih baik.

Sumber :
https://databoks.katadata.co.id/datapublish/2020/02/27/tingkat-literasi-indonesia-masih-rendah


*Penulis adalah Mahasiswa Prodi Komunikasi Penyiaran Islam

Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Rendahnya Angka Minat Baca, PR Siapa?

Trending Now

Iklan