Iklan

Masa Pandemi, Usaha Sangkar Burung Milik Irsyad Justru Meroket

parist  id
Minggu, Maret 21, 2021 | 18:34 WIB
SENANG : Pemilik usaha sangkar burung, Muhammad Irsyad (39), bersama Tim parist.id di tempat produksi sangkar burung Desa Megawon, Jati, Kudus. Jum'at (19/03/2021).

Kudus, parist.id – Kebangkrutan tahun 2016 menjadi titik semangat Irsyad (39), warga Desa Megawon, Kabupaten Kudus untuk mengembangkan usaha produksi sangkar burung. Di masa pandemi Covid-19, usaha sangkar burung miliknya justru mengalami peningkatan produksi dan pendapatan. Selama pandemi, masyarakat memiliki hobi baru yaitu mengoleksi berbagai jenis burung.

“Justru corona ini malah membawa berkah untuk industri seperti ini, karena adanya ketertarikan untuk memelihara burung,” ucap Irsyad saat ditemui Tim parist.id pada Jumat (19/03/2021).

Sebagai pengrajin sangkar burung, Irsyad telah memproduksi sangkar dalam jumlah besar. Bahan utama pembuatan sangkar adalah kayu jati, yang ia dapatkan dari pemasok setiap bulannya.

“Dari banyak pemasok, diantaranya Jepara dan Kudus,” terangnya.

Karlin (43) selaku karyawan tetap, mengatakan bahwa ia meninggalkan pekerjaan lamanya sebagai tukang bubut lantaran permintaan pasar menurun akibat Covid-19. Ia lebih memilih bekerja di tempat Irsyad karena produksinya tetap ramai.

“Ya karena itu saya mending ikut membuat sangkar di sini karena produksinya tetap rame meski ada pandemi itu,” ujar Karlin.

Sementara menurut Ramadhan (16), pekerjaan merakit sangkar burung tidak terlalu berat. Selain itu, makan dan tempat tinggal juga ditanggung oleh Irsyad.

“Saya baru 3 bulan kerja di sini, merantau dari rumah sama teman, kerjanya ya lumayan tidak memberatkan, makan dan tempat tinggal sudah ditanggung,” ungkapnya.

Dalam persaingan pasar, Irsyad meningkatkan kualitas produksi serta pelayanan dan dengan tetap mematok harga standar. Produk sangkar miliknya telah dipasarkan hingga Juwana, Pati, Tuban dan Solo serta beberapa kota lain yang memesan secara online.

Untuk harga yang ditawarkan sendiri bervariasi dan relatif murah dengan harga 80-100 ribu tergantung ukuran sangkar. Irsyad juga menerima permintaan sesuai yang diinginkan oleh pembeli. (Ninis, Alma/Magang)

Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Masa Pandemi, Usaha Sangkar Burung Milik Irsyad Justru Meroket

Trending Now

Iklan