Jelajahi

Kategori
Best Viral Premium Blogger Templates

Dies Natalis UMK ke 42, PBSI Meriahkan dengan Parade Pentas Teater

parist  id
Sabtu, Juli 02, 2022 | 13:27 WIB
Pentas teater oleh mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) dalam rangka Dies Natalis Universitas Muria Kudus (UMK).

PARIST.ID, Kudus - Teater Jiwa Universitas Muria Kudus (UMK) menggelar parade pentas teater. Dalam rangka Dies Natalis Universitas Muria Kudus ke-42 dan pentas produksi ke-7, pagelaran teater berlangsung selama tiga hari sejak 30 Juni hinggal 2 Juli 2022. Diperuntukkan umum, pentas teater bertempat di Gedung Auditorium Universitas Muria Kudus, Kamis (30/06/2022).

Pementasan teater ini dalam rangka memeriahkan HUT kampus dan juga sebagai bentuk implementasi dari mata kuliah seni pertunjukan. Adapun pertunjukan dipersembahkan oleh mahasiswa program studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) semester empat.

Ketua panitia acara, Silvia Saifatul Husnia, mengatakan penerapan mata kuliah yang dipraktekkan dalam pentas teater ini memang tepat karena bisa memuat banyak disiplin ilmu.

"Dalam teater kan tidak hanya acting saja, tetapi juga ada seni musik, artistik, suara, dekorasi, dll. Banyak multidisiplin seni yang bisa dipadukan jadi satu yaitu teater," ungkap Silvia ketika ditemui.

Mahasiswi yang akrab disapa via itu juga menjelaskan, pentas kelompok pertama yang ditampilkan bertema tentang pesta demokrasi yang akan segera datang. Menurutnya, pesan yang disampaikan lewat pentas berjudul "Panci" itu adalah Iklim pemilihan umum di Indonesia memang panci mekaten (memang sudah seperti itu, red).

"Ada yang disuap, ada yang sampai memakai dukun atau klenik supaya menang, memang dari dulu sudah seperti itu," terangnya.

Lebih lanjut, pentas kelompok kedua pada Jumat malam berjudul Pulang yang mengisyaratkan kemana manusia akan kembali. Dikatakan oleh Via, pulang yang disimbolkan oleh masing-masing aktor mempunyai makna yang berbeda. 

Sedangkan hari ketiga, Via melanjutkan, adalah pentas berjudul Cantik Itu Luka yang diadopsi dari novel terkenal karya Eka Kurniawan. Pentas tersebut menceritakan tentang pemerkosaan perempuan pada masa penjajahan Belanda dan Jepang.

"Ada banyak pesan yang disampaikan dalam pentas itu nantinya, isu-isu yang diangkat tentang perempuan, kesetaraan gender, seksualitas," ungkapnya.

Ia berharap, dari parade pentas ini, dapat memeriahkan Dies Natalis UMK dan penonton mendapatkan pandangan atau insight baru setelah menonton.

Reporter : Eka
Editor : Na
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Dies Natalis UMK ke 42, PBSI Meriahkan dengan Parade Pentas Teater

Trending Now