![]() |
| Dokumentasi penyerahan SK Ormawa oleh Rektor UIN Sunan Kudus pada Pelantikan Raya ORMAWA 2026 |
Prosesi pelantikan berlangsung tertib sejak pagi hari. Tidak sekadar menjadi agenda rutin tahunan, pelantikan kali ini membawa pesan kuat bahwa pergantian kepengurusan bukan hanya seremoni, melainkan awal dari tanggung jawab moral bagi para aktivis mahasiswa.
Ketua Panitia Pelaksana, Muhammad Prasetyo, menjelaskan bahwa persiapan pelantikan telah dilakukan sejak jauh hari. Rangkaian rapat dan koordinasi berjalan hampir satu bulan penuh setelah terpilihnya Presiden dan Wakil Presiden Mahasiswa UIN Sunan Kudus.
“Persiapan kami meliputi seluruh aspek, mulai dari konsep acara hingga kebutuhan teknis seperti perlengkapan dan konsumsi. Kalau ada kekurangan di lapangan, itu menjadi evaluasi. Tapi esensi pelantikan hari ini adalah pengingat bahwa menjadi pengurus ORMAWA berarti siap memikul tanggung jawab dan memberi dampak nyata,” ujarnya.
Mengusung tema Mengukuhkan Kepemimpinan dan Menggerakkan Perubahan, pelantikan ini diharapkan menjadi titik awal transformasi ORMAWA UIN Sunan Kudus. Prasetyo menekankan bahwa perubahan yang dimaksud bukan sekadar pergantian wajah kepengurusan, melainkan peningkatan kinerja dan orientasi prestasi.
“ORMAWA ke depan harus lebih fokus pada dampak, baik sosial maupun prestasi. Kepemimpinan yang berintegritas harus bisa dibuktikan lewat program kerja yang nyata,” tambahnya.
Presiden Mahasiswa UIN Sunan Kudus, Ahmad Thoyyib Sertiyansyach, menegaskan bahwa pelantikan bukan sekadar formalitas. Menurutnya, momen pembacaan sumpah adalah bentuk kesungguhan dan keberanian mahasiswa dalam menerima amanah organisasi.
“Pelantikan adalah wujud kesiapan kita untuk berjanji dan bersumpah. Ini kehormatan besar, karena dari puluhan ribu mahasiswa, hanya ratusan yang dipercaya memegang amanah organisasi,” ungkap Thoyyib.
Ia juga menyampaikan komitmennya untuk mengawal jalannya ORMAWA selama satu periode ke depan, termasuk mendorong lahirnya prestasi dan produk mahasiswa. Thoyyib menilai bahwa organisasi mahasiswa harus mampu memberi kontribusi nyata bagi kampus.
“Ke depan, ORMAWA tidak cukup hanya aktif, tapi juga produktif. Prestasi, beasiswa, dan karya mahasiswa harus terus didorong. Ini menjadi PR bersama agar eksistensi UIN Sunan Kudus semakin kuat,” jelasnya.
![]() |
| Dokumentasi sambutan Rektor UIN Sunan Kudus |
Pelantikan ini turut disaksikan langsung oleh pimpinan kampus. Rektor UIN Sunan Kudus, Abdurrohman Kasdi, dalam sambutannya menegaskan pentingnya peran mahasiswa sebagai wajah institusi di ruang publik.
“UIN Sunan Kudus harus terus melebarkan sayap dan memberi manfaat yang lebih luas bagi masyarakat. Setiap kegiatan ORMAWA harus membawa nama UIN Sunan Kudus sebagai identitas dan kebanggaan,” tutur Rektor.
Ia juga menekankan bahwa prestasi mahasiswa merupakan cerminan kualitas dan reputasi kampus. Oleh karena itu, ORMAWA diharapkan tidak hanya berdampak bagi pengurusnya, tetapi juga bagi mahasiswa secara umum dan masyarakat sekitar.
Pelantikan Raya ORMAWA 2026 ditutup dengan doa dan sesi foto bersama. Lebih dari sekadar agenda tahunan, acara ini menjadi penanda dimulainya babak baru kepemimpinan mahasiswa UIN Sunan Kudus dari seremoni menuju aksi, dari janji menuju tanggung jawab.


