| Dokumentasi field study mahasiswa tadris biologi angkatan 2023 di Ngeramen Farm pada (04/05) |
Keunikan tersebut menarik perhatian mahasiswa Tadris Biologi angkatan 2023 UIN Sunan Kudus yang melaksanakan field study mata kuliah Budidaya Hewan di lokasi tersebut pada Senin (04/05/2026). Sebanyak 30 mahasiswa mengikuti kegiatan observasi tambak, pemaparan materi, keliling farm, hingga sesi diskusi langsung bersama pemilik Ngeramen Farm, Rio Krisdian.
Rio mengembangkan budidaya udang galah sejak 2021 di Bandung dan berpindah ke kawasan Colo pada 23 Desember 2024 sebagai Ngeramen Farm. Selain tambak udang galah, kawasan ini juga memiliki budidaya ikan nila serta perkebunan kopi, alpukat, dan jeruk yang menjadi bagian dari pengembangan potensi lokal lereng Muria.
Rio Krisdian menjelaskan bahwa udang galah merupakan spesies asli Indonesia yang hidup di kawasan muara, yakni pertemuan air sungai dan air laut. Menurutnya, budidaya udang galah di Indonesia masih sangat terbatas.
“Budidaya udang galah ini tidak banyak, hanya ada beberapa di Indonesia. Di sini menjadi satu-satunya tambak udang galah di dataran tinggi dan yang terbesar di Indonesia,” ujarnya.
Bagi Rio, membangun relasi menjadi bagian penting dalam perjalanan usahanya. Prinsip “relasi adalah rezeki” terus ia pegang dalam mengembangkan Ngeramen Farm.
“Harapannya tidak hanya berhenti di saya. Semoga generasi muda juga ikut termotivasi untuk belajar dan mengembangkan budidaya seperti ini,” tambahnya.
| Suasana field study mahasiswa bersama pemilik Ngeramen Farm |
Dosen pengampu mata kuliah Budidaya Hewan, Andi Asyhari, menyampaikan bahwa pembelajaran lapangan penting dilakukan agar mahasiswa tidak hanya memahami teori, tetapi juga melihat praktik secara langsung.
“Harapannya mahasiswa bisa belajar langsung dari praktik di lapangan dan termotivasi melihat potensi budidaya yang bisa dikembangkan,” jelasnya.
Salah satu peserta field study, Vivi Setyaningsih, mengaku kegiatan tersebut memberikan pengalaman baru karena dapat melihat langsung budidaya udang galah terbesar di kawasan dataran tinggi.
“Seru banget bisa melihat langsung proses budidaya udang galah. Jadi lebih paham dan menambah pengalaman baru,” ungkapnya.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya belajar mengenai budidaya hewan, tetapi juga melihat bagaimana potensi lokal Muria dapat dikembangkan menjadi usaha yang bernilai ekonomi sekaligus edukatif.

