| Dokumentasi kegiatan penyuluhan pada Senin (10/05). |
Di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital, siswa kini semakin mudah mengakses berbagai informasi melalui media sosial. Namun, tidak semua informasi yang beredar dapat dipastikan kebenarannya. Penyuluhan ini hadir sebagai upaya mengenalkan literasi digital sejak dini agar siswa lebih bijak dalam menerima informasi.
Materi yang disampaikan meliputi pengertian hoaks, ciri-ciri informasi palsu, dampak penyebaran berita bohong, serta langkah sederhana untuk memverifikasi informasi sebelum dibagikan kepada orang lain.
Selama kegiatan berlangsung, para siswa tampak antusias mengikuti setiap sesi. Suasana semakin interaktif ketika peserta diajak membedakan informasi fakta dan hoaks melalui berbagai contoh yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Selain itu, sesi tanya jawab yang disertai pemberian hadiah bagi peserta aktif turut menambah semangat siswa dalam mengikuti kegiatan.
Perwakilan kelompok penyuluhan Hukum dan Etika Media Massa, Intan Laily Nuryah, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk edukasi untuk meningkatkan kesadaran siswa terhadap pentingnya literasi digital.
“Kami memilih tema bahaya hoaks karena masih banyak masyarakat yang mudah mempercayai informasi tanpa melakukan pengecekan terlebih dahulu. Melalui kegiatan ini, kami berharap siswa dapat lebih cermat dalam menerima dan menyebarkan informasi serta menjadi pengguna media yang bijak dan bertanggung jawab,” ujarnya.
Kegiatan ini mendapat sambutan positif dari pihak sekolah karena dinilai memberikan manfaat bagi siswa dalam menghadapi derasnya arus informasi di era digital. Melalui penyuluhan tersebut, siswa diharapkan tidak mudah mempercayai informasi yang belum terbukti kebenarannya serta lebih bertanggung jawab dalam menggunakan media digital.
Dengan adanya kegiatan ini, kesadaran mengenai pentingnya literasi digital sejak usia dini diharapkan terus meningkat sehingga siswa dapat tumbuh menjadi pengguna media yang cerdas, kritis, dan bijak di tengah perkembangan teknologi informasi yang semakin pesat.

