Jelajahi

Kategori
Best Viral Premium Blogger Templates

KKN UIN Sunan Kudus Resmi Dimulai di Desa Japan, Fokus Dampingi UMKM dan Potensi Ekoteologi

parist  id
Jumat, Agustus 07, 2026 | 13:38 WIB

Dokumentasi kegiatan pembukaan KKN di Desa Japan

Kudus, PARIST.ID – Sebanyak 14 mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kudus resmi memulai kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Japan, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus, pada Senin, (3/8/2026). Pembukaan KKN berlangsung di Aula Balai Desa Japan dan ditandai dengan serah terima mahasiswa kepada pemerintah desa.

Kegiatan KKN tersebut mengusung tema “Pemberdayaan Potensi Desa dan Internalisasi Ekoteologi”. Kegiatan dihadiri Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Dr. H. Mohammad Dzofir, M.Ag., Kepala Desa Japan Sigit Tri Harso, S.E., jajaran perangkat desa, Bhabinkamtibmas Desa Japan, serta mahasiswa Universitas Muria Kudus (UMK).

Rangkaian pembukaan diawali dengan sambutan dari DPL, Kepala Desa Japan, dan Bhabinkamtibmas. Ketiganya menyampaikan arahan kepada mahasiswa agar dapat berbaur dengan masyarakat serta menjalankan program KKN dengan tetap memperhatikan tata tertib dan kearifan lokal.

Dalam sambutannya, Dr. H. Mohammad Dzofir, M.Ag., mengatakan KKN menjadi bagian dari upaya kerja sama antara UIN Sunan Kudus dan Pemerintah Desa Japan dalam mendorong pengembangan potensi ekonomi masyarakat.

Ia juga menekankan pentingnya pemanfaatan teknologi digital dalam pemasaran produk lokal yang dimiliki Desa Japan.

“Kami ingin melatih mahasiswa KKN untuk bisa memanfaatkan digital marketing. Setelah pelatihan, mereka akan mendampingi perwakilan desa untuk mempromosikan produk-produk unggulan Desa Japan agar tersebar luas dan meningkat daya jualnya. Ini adalah kontribusi sekaligus implementasi dari apa yang sudah dipelajari di perkuliahan. Karena teori dan praktik itu berbeda,” tuturnya.

Menurut beliau, Desa Japan memiliki sejumlah potensi yang dapat dikembangkan, di antaranya produk kopi, susu kambing, keripik talas, serta wisata alam di kawasan lereng Gunung Muria.

Ia menilai mahasiswa memiliki peran sebagai fasilitator dalam membantu masyarakat mengembangkan potensi yang telah dimiliki desa.

“Mahasiswa hadir bukan sebagai ahli yang membawa solusi instan, tetapi sebagai fasilitator yang membantu masyarakat menemukan dan mengembangkan potensi yang sudah mereka miliki,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Desa Japan Sigit Tri Harso, S.E., menyambut baik kedatangan mahasiswa KKN. Ia berharap kehadiran mahasiswa dapat memberikan inovasi dan pengetahuan baru bagi masyarakat.

“Kami berharap mahasiswa bisa menyampaikan dan mengajarkan hal-hal baru kepada masyarakat. Silakan berbaur dengan warga, ikuti kegiatan kami. Namun, tetap perhatikan sikap dan tata krama. Jaga nama baik almamater dan hormati adat istiadat yang berlaku di sini,” ungkapnya.

Dalam kesempatan tersebut, Bhabinkamtibmas Desa Japan juga mengingatkan mahasiswa untuk menjaga ketertiban dan sikap selama menjalankan kegiatan KKN, termasuk dalam kehidupan bersama di posko.

Ia meminta mahasiswa saling menghormati serta menjaga etika selama berinteraksi, baik sesama anggota kelompok maupun dengan masyarakat.

Selama pelaksanaan KKN, mahasiswa akan menjalankan sejumlah program, antara lain pendampingan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), digitalisasi produk lokal, edukasi ekoteologi, serta pengembangan wisata berbasis kearifan lokal.

Dalam pelaksanaan program, mahasiswa menggunakan pendekatan Asset Based Community Development (ABCD). Pendekatan tersebut menitikberatkan pada pemberdayaan masyarakat dengan memanfaatkan aset, sumber daya, serta potensi yang telah dimiliki desa.

Selama kurang lebih satu bulan, 14 mahasiswa KKN akan tinggal di posko dan berinteraksi langsung dengan masyarakat Desa Japan.

Rafi, selaku Koordinator Desa (Kordes), mengatakan mahasiswa berupaya menjadikan kegiatan KKN sebagai ruang untuk belajar sekaligus memberikan kontribusi kepada masyarakat.

“Kami datang untuk belajar sambil mengabdi, bukan hanya memberikan bantuan fisik. Kami ingin bersama-sama warga membuat desa ini lebih dikenal, lebih lestari, dan lebih sejahtera,” ujarnya.

Melalui pelaksanaan KKN tersebut, mahasiswa UIN Sunan Kudus bersama pemerintah desa dan masyarakat akan mengembangkan berbagai potensi Desa Japan, khususnya pada sektor UMKM, digitalisasi produk lokal, lingkungan, dan wisata berbasis kearifan lokal.


Penulis: Azizah Fitriyah
Editor: Bunga Naila Rahma 


Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • KKN UIN Sunan Kudus Resmi Dimulai di Desa Japan, Fokus Dampingi UMKM dan Potensi Ekoteologi

Trending Now