![]() |
| Dokumentasi kegiatan pembukaan KKN Desa Burikan |
Kudus, PARIST.ID – Sebanyak 14 mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler 82 Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kudus resmi memulai pengabdian di Desa Burikan, Kecamatan Kota, Kabupaten Kudus, pada Senin, (3/8/2026). Pembukaan KKN berlangsung di Aula Balai Desa Burikan dan menandai dimulainya rangkaian program pengabdian mahasiswa selama kurang lebih satu bulan.
Kegiatan tersebut dihadiri Penjabat Kepala Desa Burikan Tri Purwanti, Sekretaris Desa beserta perangkat desa, ketua RW, anggota PKK, serta Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) KKN UIN Sunan Kudus, Dianing Prafitri, M.S.I.
Rangkaian pembukaan meliputi menyanyikan lagu Indonesia Raya, sambutan dari perwakilan mahasiswa, DPL, dan pemerintah desa, pengenalan anggota KKN, pemaparan program kerja, serta penyematan atribut KKN. Penyematan atribut oleh pemerintah desa menjadi tanda diterimanya mahasiswa KKN secara resmi untuk melaksanakan program pengabdian di Desa Burikan.
![]() |
| Dokumentasi penyematan atribut sebagai simbolis di bukanya kegiatan KKN |
Koordinator Desa KKN 82 Desa Burikan menyampaikan terima kasih atas sambutan pemerintah desa dan masyarakat. Ia berharap pelaksanaan KKN dapat berjalan lancar serta memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Kami mohon izin untuk hadir dan mengabdi di Desa Burikan. Terima kasih atas sambutan yang begitu hangat dari pemerintah desa maupun masyarakat. Selama KKN ini kami membawa beberapa program utama, di antaranya pendampingan pembuatan pupuk organik cair bagi Kelompok Wanita Tani (KWT), mendukung pengembangan rencana desa wisata bersama BUMDes, serta berbagai program pendukung lainnya yang diharapkan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, DPL KKN 82, Dianing Prafitri, M.S.I., secara resmi menyerahkan mahasiswa kepada Pemerintah Desa Burikan untuk menjalankan kegiatan pengabdian. Ia berharap mahasiswa mampu berkomunikasi dan beradaptasi dengan masyarakat selama pelaksanaan KKN.
“Saya selaku Dosen Pembimbing Lapangan mohon izin menitipkan mahasiswa KKN selama kurang lebih satu bulan ke depan. Besar harapan kami agar pemerintah desa dan masyarakat dapat memberikan arahan, bimbingan, serta dukungan sehingga seluruh program kerja dapat terlaksana dengan baik,” ungkapnya.
Penjabat Kepala Desa Burikan, Tri Purwanti, menyambut baik kehadiran mahasiswa KKN UIN Sunan Kudus. Menurutnya, mahasiswa dapat menjadi mitra pemerintah desa dalam mendukung berbagai kegiatan pembangunan dan pemberdayaan masyarakat.
“Saya mengucapkan selamat datang kepada adik-adik KKN UIN Sunan Kudus. Mari kita saling bekerja sama, berkolaborasi, dan bersama-sama menyukseskan berbagai kegiatan demi kemajuan Desa Burikan,” tutur Tri Purwanti.
Selama pelaksanaan KKN, mahasiswa akan menjalankan sejumlah program pemberdayaan masyarakat dengan mengusung tema ekoteologi. Salah satu program utama yang direncanakan adalah pendampingan pembuatan pupuk organik cair bersama Kelompok Wanita Tani (KWT).
Selain itu, mahasiswa juga akan mendukung pengembangan rencana desa wisata bersama Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) serta melaksanakan sejumlah program pendukung lainnya. Program tersebut diarahkan pada penguatan kepedulian terhadap lingkungan, pengembangan potensi masyarakat, dan pemanfaatan potensi desa secara berkelanjutan.
Pembukaan KKN Reguler 82 di Desa Burikan menjadi awal pelaksanaan program pengabdian mahasiswa UIN Sunan Kudus selama kurang lebih satu bulan. Melalui program berbasis ekoteologi dan kolaborasi dengan pemerintah serta masyarakat desa, mahasiswa diharapkan dapat menerapkan pengetahuan yang diperoleh selama perkuliahan dalam kegiatan yang memberikan manfaat bagi masyarakat.


