| Dokumentasi Pelatihan Pembuatan sabun Bersama Ibu-Ibu PKK Karangbener |
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari program kerja mahasiswa KKN 05 dalam mengedukasi masyarakat mengenai pengelolaan limbah rumah tangga sekaligus mendorong kreativitas dalam memanfaatkan bahan yang tersedia di lingkungan sekitar.
Kegiatan diawali dengan pemaparan mengenai potensi limbah kulit jeruk. Mahasiswa mengajak peserta melihat bahwa limbah rumah tangga tidak tselalu harus berakhir di tempat sampah, tetapi masih dapat diolah menjadi produk yang bermanfaat.
Peserta kemudian diperkenalkan dengan alat dan bahan yang digunakan, di antaranya ekstrak kulit jeruk, texapon, air, serta bahan tambahan lainnya. Mahasiswa juga menjelaskan pentingnya menjaga kebersihan alat dan menggunakan sarung tangan selama proses pembuatan.
| Praktik Pembuatan Sabun Oleh Ibu PKK |
Muhammad Aufal Hana selaku Koordinator Desa KKN 05 mengatakan, kegiatan tersebut tidak hanya bertujuan memberikan keterampilan baru, tetapi juga menumbuhkan kepedulian masyarakat terhadap lingkungan.
“Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan kepada Ibu-Ibu PKK Desa Karangbener dalam memanfaatkan limbah, serta meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengelolaan lingkungan secara kreatif dan berkelanjutan,” ujarnya.
Antusiasme juga disampaikan Rosiana, Ketua Pokja 1 PKK Desa Karangbener. Ia menilai pelatihan tersebut memberikan keterampilan yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
"Alhamdulillah hari ini acara PKK lain daripada yang lain. Adik-adik KKN UIN Sunan Kudus memberikan materi dan keterampilan yang bermanfaat bagi ibu-ibu, yaitu membuat sabun cuci piring dari kulit jeruk yang biasanya kita buang percuma,” ungkapnya.
Menurut Rosiana, keterampilan tersebut juga berpotensi membantu mengurangi pengeluaran rumah tangga untuk membeli sabun cuci piring.
"Dengan keterampilan ini diharapkan nanti pengeluaran untuk membeli sabun cuci piring bisa dimanfaatkan untuk yang lainnya. Terima kasih adik-adik KKN UIN Sunan Kudus,” lanjutnya.
Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa berharap pengetahuan yang diperoleh tidak berhenti pada kegiatan sosialisasi, tetapi dapat dipraktikkan kembali oleh masyarakat di rumah. Pemanfaatan limbah kulit jeruk juga diharapkan menjadi langkah sederhana dalam mengurangi limbah sekaligus membuka peluang pengembangan produk bernilai ekonomi.
Kegiatan ditutup dengan ajakan kepada ibu-ibu PKK untuk mulai memandang limbah dari sudut yang berbeda. Bahan yang selama ini dianggap tidak berguna dapat menjadi sesuatu yang bermanfaat apabila dikelola dengan kreativitas dan pengetahuan yang tepat.

