| Dokumentasi kegiatan apotek hidup pada (22/8) |
Rangkaian kegiatan diawali dengan pemotongan pita secara simbolis sebagai tanda diresmikannya taman apotek hidup. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan penanaman tanaman pertama, yakni pohon salam, oleh Rosiana selaku Kepala MI NU Nurus Shofa.
| Dokumentasi penanaman pertama oleh kepala sekolah MI NU Nurus Shofa |
Berbagai tanaman yang ditanam meliputi kelor, dadap serep, lidah buaya, tibo urep, kencur, kunir, kunci, jahe, temu lawak, bengkle, laos, pinisilin, brotowali, suroh, sambiroto, johar, daun pokak, sirsat, kates, serre, benalu, kecubung, ceplukan, kiji beling, tapak liman, hingga oyot alang-alang.
Ilham Said Nawawi selaku perwakilan mahasiswa KKN 05 mengatakan, taman tersebut merupakan hasil kolaborasi mahasiswa yang berasal dari latar belakang berbeda. Menurutnya, keterbatasan pengalaman bukan menjadi penghalang untuk menghasilkan sesuatu yang dapat memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar.
“Kami tidak punya basic apa-apa, kami tidak berpegang apa-apa kecuali yang kami tulis di sana. Seperti yang dikatakan Umar Said Cokroaminoto, ‘mekarlah di manapun kau ditanam’. Kami mekar dari basic kita yang berbeda dan di sini kita satukan untuk membuat taman apotek hidup,” ujarnya.
Ia berharap taman yang dibangun bersama tersebut dapat menjadi ruang edukasi bagi siswa MI NU Nurus Shofa untuk mengenal tanaman secara lebih dekat.
"Harapan kami, taman yang kami karyakan bareng-bareng ini, walaupun sangat sederhana, semoga bisa menjadi taman edukasi bagi anak-anak di MI Nurus Shofa. Dari kami hanya menitipkan taman sederhana ini. Semoga bisa bermanfaat untuk ke depannya dan bisa dirawat,” lanjut Ilham.
| Penanaman bersama siswa kelas IV MI NU Nurus Shofa |
Sementara itu, Rosiana selaku Kepala MI NU Nurus Shofa menyampaikan apresiasi atas pengabdian mahasiswa KKN 05 di madrasah tersebut.
"Kami mewakili lembaga MI Nurus Shofa mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas pengabdian panjenengan di madrasah kami dalam karyanya, yaitu taman apotek hidup. Saya mengucapkan terima kasih sekali lagi. Semoga jerih payah KKN bisa bermanfaat bagi kami,” ungkapnya.
Melalui pembangunan taman apotek hidup ini, mahasiswa KKN 05 tidak hanya meninggalkan fasilitas bagi madrasah, tetapi juga menghadirkan media pembelajaran yang dapat dimanfaatkan siswa. Taman tersebut diharapkan menjadi ruang belajar terbuka yang mendorong siswa mengenal tanaman melalui pengalaman langsung.

