Dirjen Pendis Resmikan Gedung SBSN STAIN Kudus




KAMPUS, PARIST.ID- Gedung baru STAIN Kudus yang dibangun dengan biaya dari Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) diresmikan langsung oleh Direktur Jendral Direktorat Jendral (Dirjen) Pendidikan Islam Kementrian Agama RI, Kamaruddin Amin, Jumat (13/4/2018) kemarin.


Dalam sambutannya, Kamaruddin mengingatkan, PTKI harus berkontribusi fundamental bagi negara dalam hal peningkatan kualitas pendidikan dan Sumber Daya Manusia (SDM). Termasuk juga mampu bersaing di panggung Internasional.

"Untuk menjadi PTKI yang berkelas dan mampu bersaing di dunia internasional, PTKI harus memiliki kurikulum yang bermutu tinggi dan literatur yang berstandar Internasional. Hal itu bertujuan agar alumni PTKI tidak kalah ketika bertemu dengan alumni kampus lain di dunia yang sudah matang dengan kurikulum dan sistem pendidikannya," ujarnya.

Selain itu, perlu adanya pengembangan SDM yang berbasis internasional terutama bagi para dosen. Dosen harus mulai meningkatkan kompetensinya dalam berbagai bidang, salah satunya kompetensi menulis. Sudah sepatutnya, dosen memiliki karya tulis baik berupa jurnal-jurnal yang terakreditasi nasional atau internasional.

“Untuk mewujudkan semua itu, sudah menjadi tugas rektor untuk memfasilitasi para dosen dan mendorong semangat mahasiswa yang kuliah di PTKI”, katanya.

Menanggapi intruksi Kamaruddin, Mundakir, Ketua STAIN Kudus mengatakan, kedepannya dia bersama segenap jajarannya akan berusaha meningkatkan kualitas dan kompetensi akademik. Dengan adanya gedung itu, dia mengajak seluruh elemen kampus dapat bersinergi demi memajukan kampus bersama.

"Terima kasih kepada Dirjen PTKI yang telah memberi bantuan berupa gedung yang luar biasa ini. Kami akan selalu berupaya untuk meningkatkan kompetensi mahasiswa PTKI dari STAIN Kudus," ujarnya.

Gedung yang dibangun pada tahun 2017 lalu itu saat ini digunakan sebagai gedung Jurusan Tarbiyah. Adanya gedung tersebut, diharapkan STAIN Kudus dapat meningkatkan kualitas akademik kampus dengan menempatkan setiap jurusan pada satu gedung tertentu. Tidak seperti sebelumnya, penempatan gedung tidak ditentukan berdasarkan jurusan. (AIS/qih)