Kudus, PARIST.ID - Forum Apresiasi Sastra dan Budaya Kudus (FASBuK) bekerjasama dengan Himapro Sistem Informasi Universitas Muria Kudus akan menggelar lawatan sastra dan budaya. Rencananya, pentas ini akan diselenggarakan selasa (31/07/18) mendatang di Auditorium Universitas Muria Kudus, 

Pertunjukkan musik dan drama ini bakal menampilkan “ORSTIC“ (Alunan Nada Untukmu) yang dibawakan oleh salah satu kelompok musik di kota Kudus. Nama kelompok ini diambil dari kata Original Acoustic yang mempunyai genre music Pop Jazz. 

Kelompok ini mulai dibentuk pada tahun 2016 dan hingga sekarang kelompok ini sudah menggelar pentas berkali-kali diberbagai tempat di sekitar Kudus. Adapun grup band ini beranggotakan empat orang, meliputi, Ekapada (vocal), Aldi (gitaris), Abid (bass) dan Ryan (perkusi). 

Rencananya, pentas ini juga akan berkolaborasi dengan beberapa aktor dan aktris teater untuk menampilkan pertunjukkan drama. Pertunjukkan drama tersebut diangkat dari sebuah lagu “I Love You” milik Orstic. 

FASBuK sendiri menggelar pertunjukkan musik dan drama ini sebagai upaya untuk menciptakan ruang bagi masyarakat agar dapat saling berbagi, bertukar pikiran dalam bidang kesusasteraan dan kesenian lokal. 

Selain pertunjukan musik dan drama, nantinya juga akan dilanjutkan dengan dialog interaktif tentang Orstic dan proses kreatifitasnya. Acara ini gratis tanpa dipungut biaya apapun. (Arum/Waf) 

 
PARIST.ID - Kudus, Memperingati hari jadi yang kedelapan, Komunitas Teater Dewa Ruji Kudus bakal menggelar parade pentas seni di The Hill’s Vaganza, Sabtu (28/07/18) mendatang. Demikian itu dibenarkan oleh Dono, ketua panitia, yang memastikan sudah menghubungi pihak-pihak terkait, baik itu lintas kounitas, sastrawan, seniman dan organisasi masyarakat yang ada di Dawe dan sekitarnya.

“Sudah kami hubungi dan mereka mengatakan akan siap pentas dan mendukung acara kami,” katanya kepada Parist.Id.

Beberapa komunitas yang akan turut menampilkan karyanya ialah Teater PR (MTs. NU Nahdlatul Athfal Puyoh), Teater X-Miffa (SMK NU Miftahul Falah Cendono), Komunitas Sastra SMK MIFFA, Teater Satoes (IAIN Kudus), Gerak 11 (PMII Sunan Kudus) dan PAC IPNU-IPPNU Kecamatan Dawe. Mereka akan menampilkan berbagai karya seni, seperti pantomime, musikalisasi puisi, monolog dan sebagainya.
 
“Kami sengaja mengundang mereka untuk menjalin tali silaturrahim dan turut menghibur masyarakat Dawe dan sekitarnya,” imbuh Dono.

Lebih lanjut pria mahasiswa IAIN Kudus itu menambahkan, selain pementasan dari para kolega lintas komunitas itu, Teater Dewa Ruji sendiri akan menyuguhkan lakon “Harta Purba” pada puncak acara.  Lakon tersebut akan dikemas dengan komedi pantomime yang siap menghibur dan mengocok perut para penonton.

“Kami harap hajat kami nanti akan berjalan lancar dan kedepannya semakin lebih baik untuk kami dan dunia kesenian Kudus pada umumnya, datang ya,” ujarnya. (Rls)



PARIST.ID, KAMPUS- Bulan Agustus mendatang, mahasiswa jurusan Syariah dan EI akan melaksanakan program PPL sekaligus KKN dengan konsep terbaru, yaitu konsep terintegrasi kompetensi. Dalam hal ini, pihak Kantor Jurusan (Kajur) Syariah dan EI memberikan kemudahan bagi mahasiswa untuk mengajukan lokasi sesuai keinginannya sendiri.

Pernyataan tersebut diungkapkan oleh Abdul Kharis Naim, salah satu pelaksana kordinator PPL saat ditemui reporter Parist.id usai seminar dan pembahasan konsep tersebut bersama puluhan stagholders yang nantinya akan bermitra dengan IAIN Kudus, Rabu (7/11/2018) di Aula Rektorat lt. 3. Dia menyatakan, setelah survei di beberapa lokasi, khusus mahasiswa ES ternyata lokasinya masih kurang memenuhi kuota mahasiswa yang ada. Yaitu sebanyak 254 mahasiswa.

“Justru kami sangat berterima kasih kalau ada yang mengajukan lokasi sendiri. Nantinya kita akan kita tindak lanjuti berdasarkan ketentuan yang telah kami tetapkan di awal,” katanya.

Terkait dengan prosedur pengakuan lokasi, lanjut Kharis, usai berkordinasi dengan lembaga pilihannya, mahasiswa harus mengajukan lokasi usulannya kepada pihak Kajur untuk kemudian diproses dengan melayangkan surat permohonan kepada lembaga terkait. Selain itu, pihak Kajur tidak membatasi jumlah orang dalam pengajuan tersebut. Artinya, satu orang pun boleh mengajukan lokasi pilihannya.

Adapun masa pengajuan lokasi tersebut tetap berdasarkan pada jadwal yang sudah diedarkan Kajur beberapa hari lalu. Kharis menyebutkan, pendaftaran bagi Prodi AS-MZW pada 10-16 Juli dan pembekalan pada 19 Juli 2018, bagi Prodi ES-MBS pada 10-23 Juli dan pembekalan pada 26 Juli 2018.


Tak ada makul
Dalam edaran yang dipublikasikan Kajur, terdapat informasi bahwa mahasiswa dilarang untuk mengambil mata kuliah (makul) di semester tujuh ini. Kharis beralasan bahwa mahasiswa akan difokuskan kepada pelaksanaan PPL,KKN, dan penggarapan Tugas Akhir berupa skripsi. Hal itu didasrakan pada sebaran akademik yang telah ditetapkan kampus.

“Jika ada yang berpendapat tidak mendapatkan SKS, itu salah besar. Sebenarnya, PPL, KKN, dan Skripsi juga merupakan bagian dari mata kuliah dengan bobot SKS yang tinggi. Secara berurutan bobotnya 3, 4, dan 6. Jumlahnya 13 SKS, sama juga to dengan bobot makul,” paparnya.

Adapun bagi mahasiswa yang mengulang makul, imbuh Kharis, mereka dapat mengambilnya pada semester delapan atau setelahnya. Tentunya dengan prosedur-prosedur pengambilan makul yang telah ada. (Faqih)




PARIST.ID, KAMPUS-  IAIN Kudus akan melaksanakan Praktik Perkuliahan Lapangan (PPL) dan Kuliah Kerja Nyata (KKN) dengan konsep terbaru, yaitu KKN Terintegrasi Kompetensi. Konsep tersebut dipaparkan dalam seminar nasional dan rapat bersama puluhan stagholders yang nantinya akan menjadi mitra kerja sama dalam pelaksanaan konsep tersebut, Rabu (11/7/2018) pagi di Aula Rektorat lt. 3.

Supa’at, Wakil Ketua Satu IAIN Kudus Menjelaskan, konsep tersebut merupakan hasil analisis dan evaluasi terhadap pelaksanaan PPL-KKN di tahun-tahun sebelumnya. Menurutnya, konsep KKN lama atau konvensional yang merupakan pengabdian terhadap masyarakat dan terjun langsung di tengah-tengah mereka merupakan konsep yang perlu dibenahi dengan dua alasan mendasar.

Pertama, kata Supa’at, pengabdian tersebut tidak sejalan dengan pendidikan yang telah didapat di kelas-kelas perkuliahan. Ia mencontohkan, realita di perkuliahan mahasiswa Ekonomi Syariah (ES) dibekali dengan teori-teori ekonomi dan akuntansi yang tentu saja tidak seluruhnya sejalan dengan kondisi masyarakat, terutama di pelosok desa.

Kedua, konsep terintegrasi kompetensi lebih efisien dibanding dengan konsep konvensional. Pasalnya, konsep konvensional akan menghabiskan banyak dana yang harus dikeluarkan oleh kampus maupun mahasiswa.

“Yang lebih penting dari evaluasi kami adalah efisiensi terhadap pendanaan dan proses pelaksanaannya yang memakan waktu terlalu lama. Tentu ini menjadi salah satu faktor yang menghambat mahasiswa untuk lulus lebih cepat,” katanya saat memberi sambutan pembukaan seminar.

Speed up kelulusan

Hal lain yang menjadi pertimbangan kampus dalam menerapkan konsep tersebut adalah banyaknya mahasiswa yang tak kunjung lulus. Menurutnya, realita ini tentu menjadi keprihatinan tersendiri bagi pimpinan kampus. Dan hal itu jugalah yang menjadi penghambat tidak mampunya IAIN Kudus mengakomodir banyaknya pendaftar baru di tahun-tahun terakhir.

“Mau tidak mau kita harus menyikapinya dengan langkah-langkah taktis dan strategis. Kami menyebutnya dengan Speed up kelulusan atau mempercepat kelulusan mahasiswa lama. Namun tetap pada prosedur yang telah ada, tidak boleh asal cepat lulus,” imbuhnya.

Terkait dengan konsep terintegrasi itu sendiri, Supriyadi, Kepala Jurusan Syariah dan EI menyebutkan ada dua tahapan yang harus dilalui mahasiswa. Pertama, mahasiswa harus melaksanakan PPL terlebih dahulu selama satu bulan di lembaga keuangan (bagi prodi ES: red), Kantor Urusan Agama (KUA) dan Pengadilan Agama (PA) serta Pengadilan Negeri (PN) (bagi Prodi AS: red), Badan Amil Zakat (bagi Prodi MZW), dan perusahaan-perusahaan bagi Prodi MBS.

Dalam proses PPL, mahasiswa akan menjalankan peran layaknya sebagai karyawan lokasi tempatnya PPL. Misalnya sebagai teller atau pembantu pos-pos lain pada lembaga tersebut dalam menyelesaikan pekerjaannya.

Kedua, selang 2-3 minggu kemudian baru akan dilaksanakan KKN selama satu bulan di tempat yang sama atau di lembaga lain, namun tetap pada jenis lembaga yang sama. Dalam hal ini, mahasiswa akan didorong dan ditugaskan untuk mengembangkan lembaga yang mereka tempati atau potensi ekonomis dari wilayah di sekitar lembaga tersebut. Selain itu, mahasiswa akan membuat pemetaan terhadap wilayah mana yang menjadi target paling berpeluang ekonomis tinggi.

Bagi Supriyadi, konsep terintgrasi kompetensi tersebut merupakan upaya kampus untuk mensinergikan antara proses PPL dan KKN yang selama ini tidak terlaksana. Hal ini juga merupakan upaya kampus agar nanti mahasiswa yang lulus tidak gagap menghadapi lapangan pekerjaan.

“Harapan besar kami adalah mahasiswa mampu memahami dan memetakan peluang kerja dalam proses integrasi tersebut. Agar mereka tidak gamang terhadap kondisi real lapangan,” pungkasnya.  (Faqih)



  




PATI, PARIST.ID - Kerinduan akan keabadian akan mengantar manusia pada sesuatu yang di Ridhoi Tuhan. Sebab yang abadi hanyalah satu, Allah Azza Wa Jalla. Dan sejatinya manusia itu hidup selama- lamanya, akan tetapi manusia hidup di dunia ini hanya sementara. Begitulah pembukaan yang di utarakan oleh Emha  Ainun Najib atau yang akrab disapa Cak Nun dalam pengajian umum bertajuk Halal bi halal dan Sinau Bareng Cak Nun yang di gelar di Desa Sundoluhur Kecamatan Kayen, Pati. (03/07/2018) Malam.

Cak Nun menuturkan, Allah menciptakan makhluk berbeda-beda dengan keistimewaan masing-masing. Akan tetapi manusia sering kali salah dalam menafsirkan, sehingga terjebak pada suatu paham, pluralisme yang di salah artikan. Pemahaman yang keliru tersebut mengakibatkan perpecahan karena kekeliruan dalam pengaplikasian tujuan, sehingga timbullah golongan-golongan yang mengakui diri paling benar dan enggan membenarkan sesamanya.

Hal tersebut tak ayal menjadikan persaingan antar golongan yang sengit. dan jadilah pertengkaran saudara, pertikaian antar suku, serta pemberontakan pada pemimpin. padahal jika ditelisik lebih dalam, kecenderungan pemikiran masyarakat berlandaskan pada ideologi  pemimpin yang memimpinnya.

"Kita sebagai umat yang mengakui bahwa Islam adalah agama Rahmatan Lil Al-Amin seharusnya mau menerima kepercayaan dari setiap golongan. Bukan karena terprovokasi dan hanya mengikut pada atasan. Atasan (pemimpin) itu hanya menjadikan rakyat sebagai alat, padahal pemimpin sesungguhnya adalah pelayan rakyat. Perbedaan yang menimbulkan perselisihan bukanlah cermin dari Islam yang Rahmatan Lil Al-Amin. Itu umatnya saja yang pekok," imbuhnya.

K. H. Muzammil, anggota MUI Pusat yang juga hadir pada acara tersebut menjelaskan mengenai kerukunan beragama berdasar cinta pada Allah dan utusan-Nya. Demi terwujudnya kerukunan antar umat, maka segala hal harus dilandaskan pada rasa cinta. Puncak cinta yang hakiki adalah perasaan cinta pada Allah dan RasulNya.

"Adalah sebab umat manusia cinta kepada Allah dan Rasul-nya maka Allah kabulkan lah doa-doanya. Karena pada hakikatnya manusia tidak dapat mencapai Allah sebab dosa yang telah dilakukannya, akan tetapi sebab rasa cinta, jadilah manusia meminta tolong kepada Rasulullah sebagai kekasih Allah. Karena Nabi SAW memiliki keistimewaan yang tidak dimiliki Nabi lain yakni "as-syafi" sebagai pemberi syafaat, dan "musyafa'" yakni yang diharapkan syafaatnya" katanya.

Ibadah yang dilakukan manusia, faedahnya akan kembali pada manusia itu sendiri. Maka jika manusia tidak beribadah tidak akan ada imbasnya bagi Allah dan Rasulullah. "Akan tetapi karena kecintaan manusia pada Kekasih Allah maka manusia akan memperoleh cinta dan pengampunan dari Allah. Salah satu wujud cinta yang paling mudah ialah dengan membaca Shalawat," Tambahnya.

Habib Anis Sholeh Ba'asyin, menambahkan,  untuk menjadi hamba yang bisa dicintai Allah, maka manusia harus mencintai kekasih Allah. "Seperti kata Hadist "Barangsiapa mencintaiku maka akan mengikuti". Maksud mengikuti disini adalah seseorang yang hendak mencapai cinta Allah, seyogyanya mencintailah dahulu pada kekasih Allah. Karena Allah pasti akan mencintai orang-orang yang mau mencintai kekasihNya," tutur Budayawan asal kota Pati tersebut.

Cak Nun kembali menyambung penuturannya, pangkal urusan manusia pada Tuhannya adalah sebab cinta. "Manusia beragama itu bukan hanya untuk menyembah Tuhannya saja. Namun juga sebagai alat untuk menghormati sesama manusia, untuk menebar kasih sayang. Karena di dalam beragama, manusia memiliki budaya atas bumi yang dipijaknya sebagai landasan berkehidupan yang luhur, untuk menjaga kesatuan dan persatuan tanah airnya" jelasnya.

Pada dasarnya, jika berkaca pada para pendahulu kita, manusia yang berbudi adalah ia yang memiliki akal sehat dan perilaku jernih dalam mengamalkan perintah Tuhannya. Umat yang demikian itu adalah umat yang memiliki tiga aspek yang termasuk dalam kategori dasar filsafat kehidupan manusia, yakni benar, baik, dan indah.

"Jika manusia mampu memadukan ketiganya menjadi sebuah kesatuan yang padu, maka kehidupan damai dan sejahtera akan dicapai oleh bangsa. Akan tetapi hanya sedikit manusia yang berhasil memadukan ketiganya. Lebih banyak dari mereka hanya mampu menjadi sepertiganya. Itulah yang menjadi pangkal adanya pertikaian sesama suku, rumpun, dan bangsa. Urung jangkep tapi sok ngaku genep," pungkasnya. (Ris)

il mael

{picture#https://lh3.googleusercontent.com/-Bewamtnj73s/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAFU/fJUPS69SUnA/s60-p-rw-no/photo.jpg} Layouter Paradigma Institute {facebook#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {twitter#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {google#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {pinterest#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {youtube#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {instagram#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL}

Paradigma Institute

{picture#https://lh3.googleusercontent.com/-cWUBFHxzqCw/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAA6g/KaPy3MU6IlM/s60-p-rw-no/photo.jpg} Paradigma Institute merupakan media daring dari Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Paradigma IAIN Kudus. Kami adalah sekumpulan Mahasiswa yang punya tanggung jawab mengabarkan dan membangun wacana untuk Mahasiswa secara umum. {facebook#https://www.facebook.com/parist.id} {twitter#https://twitter.com/followers} {google#https://plus.google.com/+ParadigmaInstitute} {youtube#https://www.youtube.com/channel/UCYPT2Hb0weZPMVWNAofQsPw?view_as=subscriber} {instagram#https://www.instagram.com/paragraphfoto/?hl=en}
Diberdayakan oleh Blogger.