Gandeng Grab dan Shopee KOPMA Adakan Seminar Nasional

PARIST.ID, KAMPUS - Koperasi Mahasiswa (KOPMA) IAIN Kudus mengadakan seminar nasional dalam rangka menyambut revolusi industri 4.0 berlangsung di Aula SBSN lantai 1 IAIN Kudus, Selasa (26/2/2019).
 Hervy Devianto (Koordinator Grab Jateng dan DIY), dan Mirza Rizal Auladi (Development DIY Shopee) saat mengisi seminar nasional di gedung SBSN IAIN Kudus.


Acara ini dibuka dengan Tari Kretek dan diresmikan oleh Pembina Koperasi IAIN Kudus, Nur Hadi SE, M.Si diikuti dengan antusias oleh ratusan peserta dari mahasiswa IAIN Kudus, umum, dan segenap tamu undangan dari instansi lain, seperti KOPMA IAIN Salatiga dan KOPMA UMK.

Ketua umum KOPMA IAIN Kudus, Yusfi Hadi Mahendra, dalam sambutannya menjelaskan bahwa seminar ini diadakan untuk menyambut revolusi industri 4.0 dengan mendatangkan startup yang sudah go internasional seperti Grab dan Shopee untuk membekali mahasiswa agar siap menghadapi era persaingan saat ini.

Senada dengan Yusfi, Noor Hadi menjelaskan dalam sambutannya bahwa seorang mahasiswa harus punya mimpi besar kemudian melihat detail usaha dengan memanfaatkan peran teknologi.

"Semua bukan tergantung adanya perubahan atau besarnya sebuah perubahan. Tetapi karena Anda sendiri yang tidak pernah memulai perubahan." Noor Hadi menegaskan. 

Noor Hadi melanjutkan, memulai memang susah, tetapi itu harus dilakukan. Karena ketika kita tidak segera memulai, maka kita tidak akan pernah bisa menilai kita gagal atau berhasil. Biar saja saat ini kita dipandang sebelah mata, suatu saat nanti buat orang lain melihat dengan kedua mata dan mengatakan "Wow!" 

Selanjutnya, Koordinator Grab Jateng dan DIY, Hervy Devianto menjelaskan, startup merupakan media untuk membuat orang menjadi berkembang dan dapat dijadikan peluang usaha. 

"Perkembangan teknologi yang semakin canggih, seyogianya diimbangi dengan terus mengembangkan kemampuan agar kita tidak menjadi korban saja, tapi pemeran." Jelas Hervy.

Hervy juga menceritakan bagaimana perjuangan Grab beradaptasi dengan lingkungan. Tak jarang, kehadiran Grab dianggap menjadi pemicu raibnya rejeki ojek pangkalan. Namun meski begitu, Grab tetap berusaha melakukan pendekatan baik ke ojek pangkalan langsung dan pemerintah sekitar.

Berbeda dengan Hervy, Mirza Rizal Auladi, bagian Development DIY Shopee Team memaparkan tentang jual beli online yang sekarang menjadi trend untuk memberikan edukasi dan motivasi kepada mahasiswa untuk berani memulai usaha dan membuka marketplace di Shopee. 

Dengan penyampaian materi yang dikemas dengan asyik dan berbobot, Mirza berhasil menarik antusias peserta seminar untuk tetap semangat mengikuti seminar sampai selesai sehingga ilmu yang peserta dapatkan maksimal dan dapat menggerakkan peserta untuk berani berwirausaha dan menjual produk di Shopee. (Aang/Fal)