Gus Bahauddin: Empat Golongan Yang Dirindukan Surga

KAMPUS - Ada empat golongan yang dirindukan surga, yaitu orang yang selalu membaca alqur'an, orang yang selalu menjaga lisannya, orang yang memberi makan orang yang lapar, dan orang yang selalu berpuasa di bulan ramadan.
Foto: Santunan Yatim Piatu di Masjid IAIN Kudus oleh Formadiksi.
Pernyataan tersebut dikemukakan oleh Penceramah, Gus Bahauddin, S. Hum, M. Pd, dalam acara Pengajian Umum, Santunan Yatim Piatu, dan Buka Bersama dengan tema Gapai Kedamaian di Bulan Ramadan yang diadakan oleh Forum Mahasiswa Bidikmisi (Formadiksi) IAIN Kudus di masjid lantai 1 IAIN Kudus, Selasa (21/05/19). 

Gus Bahauddin dalam ceramahnya mengatakan bulan suci ramadan merupakan bulan untuk bermuhassabah, berlomba-lomba dalam kebaikan. Maka sepatutnya umat muslim untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah dengan memperbanyak amal sholeh.

"Orang yang membaca alqur'an pada waktu sholat, satu huruf pahalanya dilipatkan 100 kali. Orang yang membaca alqur'an dalam keadaan mempunyai wudhu pahalanya dilipatkan 25 kali. Maka jelas Allah telah memberikan pahala berlipat ganda jika kita mau melakukannya," jelasnya.

Bulan ramadan, lanjut Gus  Bahauddin, tidak sepatutnya kita gunakan untuk menciderai lisan dengan ghibah, namimah, dan bohong sebab bulan ramadan merupakan bulan penuh rahmat dan barokah. Umat Islam harua memperbanyak sedekah dan rajin berpuasa. 

"Perbanyak sedekah bukan ghibah. Perbanyak berpuasa agar kita bisa merasakan derita orang-orang yang jarang bisa makan," tambah Gus Bahaudin.

Selain itu, menurutnya ada banyak keistimewaan di bulan ramadan, di antaranya Allah akan melihat umat Rasulullah dengan pandangan penuh rahmat, jika Allah sudah melihat umat Rasulullah dengan penuh rahmat maka tidak akan disiksa.

"Allah menyuruh malaikat, makhluk yang ada di darat dan di laut agar selalu beristighfar untuk umat Rasulullah. Maka sepatutnya kita harus bersyukur karena menjadi umat Rasulullah," jelasnya.

Sedangkan, Ketua Formadiksi IAIN Kudus, Ibnu Syuaib mengatakan senandung ramadan sudah berjalan sejak tahun 2013 dengan berbagai kegiatan.

"Alhamdulillah kegiatan ini berjalan dengan lancar. Santunan anak yatim yang terdiri dari 30 anak. Kita kerja sama dengan dharma wanita dan mahad IAIN Kudus. Saya terima kasih kepada semuanya atas sumbangsihnya dalam kegiatan ini," jelas Syuaib.

Selain itu, Direktur Mahad Al-Jamiah IAIN Kudus, Drs. H. Abd. Wahib Syakour, M.Pd.I, mengatakan kegiatan tersebut merupakan program tahunan dari bidikmisi dan juga upaya kita mewujudkan rasa kerja sama. 

"Kegiatan tersebut merupakan kepedulian terhadap sesama dan juga ajang untuk berbuat kebaikan untuk agama dan lingkungan. Jika dalam kegiatan tersebut ada kesalahan, mohon dimaafkan," katanya. (Nonik)