Tradisi Kupatan: Simbol Semangat dan Kemenangan

KUDUS - Dosen fakultas tarbiyah Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kudus, Nur Said dalam ceramahnya mengatakan tradisi kupat lepet merupakan Semangat idulfitri atau semangat kemenangan yang di simbolkan melalui kuliner dan diperkenalkan oleh sunan kali jaga.

Pernyataan tersebut disampaikannya dalam momentum halal bihalal Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) di Gedung Olahraga (GOR) IAIN Kudus, Minggu (16/06/2019).

“Semangat idulfitri adalah semangat juara, dimana kita berlomba menjadi lebih baik menuju fitrah dengan semangat jalan menuju kebaikan" tuturnya.

Nur Said memaparkan bahwa Kupat berarti mengakui, sedangkan lepet diambil dalam bahasa jawa artinya salah. Jadi mengakui kesalahan. Kupat adalah menyadari bahwa manusia hina, lemah, dan banyak salah. 

"Seperti pada momentum hari raya idul fitri untuk menyambutnya dengan semangat dan saling mengakui kelepatan atau kesalahan. Bila kita sudah berani mengakui kesalahan maka kita sudah bisa menjadi pemenang dalam diri kita sendiri," jelas Nur Said

Ada juga yang mengartikan, lanjutnya, kupat yaitu melakukan empat perkara. Pertama lebar yaitu selesai melakukan ibadah bulan suci ramadan kita menyadarai proses riyadoh atau latihan yang dilanjutkan pada bulan syawal dan bulan selanjutnya.

Kedua lebur, melebur kesalahan-kesalahan dosa yang akan kita miliki dan saling maaf memaafkan, disertai iqrar mohon maaf lahir batin. Maksudnya untuk meleburkan dosa salah paham diantara sesama kemudian menuju jalan fitrah.

"Setelah meleburkan dosa, yang Ketiga luber yaitu meluberkan segala kelebihan yang dimiliki kita berasal dari Allah baik itu berupa dari ilmu, harta atau potensi-potensi lainnya yang kita bagikan kepada sesama," kata Nur Said.

Keempat Labur yakni diambil dari warna labur yang berwarna putih maksudnya memutihkan dengan membangun semangat atau kembali fitrah ke jalan yang lurus dengan menyadarkan diri, sadar akan kekurangan kesalahan. 

"Semangat laku papat tadi semoga tetap tercurahkan paska hari raya idulfitri dan semoga dapat istiqomah,” harapnya.

Ketua HMPS KPI, M. Budi Santoso mengatakan semoga acara ini dapat menjadi media  saling maaf memaafkan baik itu dari mahasiswa ataupun dosen kita. 

“Sudah selayaknya kita selaku muslim hendaklah melapangkan dada untuk saling memaafkan satu sama lain sehingga tercipta ukuwah islamiyah, terjalin tali persaudaraan yg semakin kuat, dan semoga di bulan Syawal kita benar-benar kembali fitrah” tuturnya.

Sedangkan, Kepala Prodi (Kaprodi) KPI, Riza Zahriyah Falah  mengapresiasi pada kegiatan halal bihalal yang pertama kali di adakan HMPS KPI IAIN kudus. 

“Saya sangat gembira dan bahagia, semoga kegiatan positif ini bisa berjalan terus dan bisa menjadi program tahunan dan semoga tahun depan bisa lebih semarak lagi” Ujarnya. 

Senada dengan Riza, Dekan Fakulras Dakwah Dr. Masturin, berharap kegiatan ini bisa berlanjut hingga tahun depan, termasuk seluruh prodi yang ada di fakultas Dakwah. 

"Semoga tahun depan kita bisa mengadakan halal bihalal bersama prodi-prodi yang ada di fakultas dakwah," harapnya. (Ali)