Mahasiswa KPI Perlu Tingkatkan Keahlian


WONOSOBO - Semakin berkembangnya zaman tantangan bagi mahasiswa Komunikasi Penyiaran Islam (KPI) di era industri 4.0 kian berat, sehingga perlu meningkatkan pengetahuan dan skill yang mumpuni di bidang teknologi dan informasi.

Hal tersebut disampaikan oleh ketua dewan pimpinan pusat Asosiasi prodi KPI (ASKOPIS) Muhammad Zamroni dalam acara muskerwil forkomnas KPI wilayah III Jateng-DIY dan seminar kepenulisan di aula Kampus Universitas Sains Al-Qur'an (UNSIQ)  Wonosobo, Sabtu (27/07/2019).

Dalam sambutannya ia menjelaskan bahwa branding mahasiswa KPI perlu ditingkatkan supaya tidak tertinggal dengan mahasiswa ilmu komunikasi di perguruan tinggi umum.

"Dalam dunia kerja yang dipertanyakan nanti tentang keahlian yang dimiliki kalian itu apa, bukan nilai kalian berapa," jelas Zamroni.

Menurutnya,  mahasiwa KPI memiliki nilai lebih karena selain dibekali dengan kurikulum mengenai komunikasi pada umumnya, juga nilai-nilai agama Islam sehingga antar keduanya dapat seimbang.

"Kelebihan mahasiswa KPI itulah yang harus dimanfaatkan sebaik mungkin," tuturnya.

Namun ia menyayangkan, program Studi KPI dianggap masih merangkak karena riset rentang komunikasi islam masih sangat jarang.

"Walaupun secara keilmuan kita sudah tuntas, namun riset tentang komunikasi islam masih belum banyak. Untuk itu ini menjadi tantangan untuk mahasiswa KPI," katanya. (Arum)