Kegiatan tersebut dihadiri berbagai elemen kepemudaan, mulai dari keluarga mahasiswa hingga organisasi kemahasiswaan seperti HMI dan PMII. Forum ini menjadi ruang konsolidasi pemuda untuk menegaskan bahwa krisis lingkungan bukan sekadar persoalan teknis, melainkan persoalan moral, keadilan, serta tanggung jawab bersama.
Dalam forum tersebut, Attijani Abu Na’im atau yang akrab disapa Gus Mamak menyampaikan kajian fikih lingkungan. Ia menekankan bahwa ajaran Islam memiliki pijakan kuat dalam upaya pelestarian alam.
“Al-Qur’an dan Hadis Nabi sama-sama mengingatkan pentingnya menjaga kelestarian alam. Bahkan menanam pohon dihitung sebagai sedekah, meskipun hanya dimanfaatkan seekor burung,” ujarnya.
Menurutnya, jika sedekah dipahami sebagai upaya menolak bala’ (daf‘ul bala’), maka merusak lingkungan justru berarti mengundang datangnya bencana. Gus Mamak juga mengulas konsep “hima”, yakni kawasan lindung yang pada masa Nabi Muhammad SAW ditetapkan untuk dijaga secara kolektif demi kemaslahatan umum.
“Hima bukan untuk kepentingan pribadi. Ia harus dikelola bersama. Jika alam lebih dulu ada sebelum manusia, maka manusia tidak berhak sewenang-wenang menguasai dan merusaknya,” tegasnya.
Ketua Umum KAMARESA periode 2025–2026, Najich Fawaid, menyampaikan bahwa kegiatan ini lahir dari kegelisahan pemuda melihat kerusakan lingkungan yang kian dinormalisasi.
“Lingkungan rusak bukan karena alam gagal menjaga dirinya, tetapi karena kebijakan yang salah arah dan kepentingan ekonomi yang dominan. Ngaji Ekologi menjadi ruang bagi pemuda untuk membaca krisis lingkungan Rembang sebagai persoalan struktural sosial, politik, dan kebijakan,” katanya.
Ia menilai sikap diam hanya akan memperpanjang krisis ekologis. Menurutnya, pemuda perlu berani bersuara dan berpihak demi menjaga keberlangsungan hidup generasi mendatang.
Ngaji Ekologi menjadi bagian dari rangkaian Dies Natalis ke-31 KAMARESA. Melalui forum ini, KAMARESA berharap lahir kesadaran kolektif bahwa isu lingkungan bukan persoalan pinggiran, melainkan isu fundamental yang menyangkut masa depan bersama.


