Pelepasan Kontingen, Rektor Pesan Untuk Suportif

KAMPUS - Rektor IAIN Kudus Dr. Mundzakir melepas 100 kontingen IAIN Kudus yang akan berlaga dalam ajang PIONIR IX 14-21 Juli 2019 yang dilaksanakan di UIN Maulana Malik Ibrahim Malang di lapangan kampus timur IAIN Kudus, Minggu (14/07/2019). 

Dalam sambutannya, Mundzakir mengatakan kemenangan apapun harus diraih secara objektif dan normatif tidak boleh ada rekayasa dan sebagainya karena dapat merusak pembentukan karakter yang bernilai islami. 


"Jaga nama baik almamater kita dengan bersifat sportif dalam perlombaan. Segala bentuk kecurangan baik di hadapan manusia maupun di hadapan Allah adalah perbuatan yang tidak baik," jelas Mundzakir.


Menurutnya, ajang PIONIR ini dapat dijadikan sebagai wujud pengalaman dan juga pengenalan terhadap sesama Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) Se-Indonesia. 


"Dengan belajar dari PTKIN yang lain, dapat menjadi tolak ukur supaya IAIN Kudus menjadi lebih baik. Semoga sampai akhir pertandingan, para peserta mendapatkan kemenangan sesuai harapan dan kemampuan masing-masing," harapnya. 


Senada dengan Mundzakir, Wakil Rektor III Dr. Ihsan juga berpesan supaya peserta dapat menjaga almamater dan dapat berkomunikasi baik dengan PTKIN lain guna membangun koneksi sehingga dapat saling mengenal di ajang perlombaan lainnya. 


"Selamat berlaga dan berkompetensi membawa prestasi yg membanggakan. Membangun pribadi yang berkualitas, bertanggung jawab dan bertanding secara objektif. Semoga kontingen pulang dengan prestasi yang membanggakan," tuturnya. 


Ihsan juga berpesan kepada seluruh kontingen PIONIR supaya dapat benar-benar siap dan selalu menjaga kesehatan baik secara fisik maupun mental. 


"Jaga kesehatan mental dan rohani. Agar dalam ajang perlombaan semangat tetap menyertai kalian," pesannya. 


Salah satu peserta lomba PIONIR cabang lomba debat Bahasa Inggris, Fandi Ahmad Fajar mengaku setuju bila seluruh kontingen lomba harus bertanding secara sportif dan  membawa nama baik almamater.


"Semoga dari IAIN Kudus banyak yang menyabet juara di setiap cabang yang diikuti. Pergi untuk berkompetisi dan pulang membawa prestasi," Ungkapnya. (Arum)