SEJUK Sukses Gelar Workshop Pers Mahasiswa Se-Jawa Bali

PARIST.ID- Serikat Jurnalis Untuk Keberagaman (SEJUK) bekerja sama dengan Friedrich Naumann Stiftung Fur Die Freiheit (FNF) dan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (KEMENHUMKAM) sukses menyelenggarakan workshop pers mahasiswa secara virtual. Workshop bertajuk Jurnalisme Keberagaman di Banyuwangi ini dihelat selama satu minggu melalui aplikasi Zoom, pada, 6-12 November 2020.

Dengan menggandeng para jurnalis pers se-Jawa Bali, workshop jurnalisme yang digelar dua kali dalam setahun ini diikuti oleh 20 perwakilan mahasiswa pers kampus yang didominasi dari provinsi Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Manager Sejuk, Tanthowi Anwari, mengungkapkan, kebahagiaan dan ucapan terimakasih kepada seluruh peserta workshop atas partisipasi peserta yang sangat antusias. “Terimakasih atas partisipasinya kalian, banyak hal yang kami pelajari dari proses bersama ini. Saya bahagia dengan diskusi-diskusi kita untuk Banyuwangi ada perspektif lain dan hal-hal baru,” ungkapnya.

Tanthowi memaparkan, para jurnalis kampus mempunyai tanggung jawab dan keistimewaan untuk memberitakan isu-isu toleransi. Semua itu adalah hak-hak para aktivis kampus, tetapi yang menjadi khawatir yakni jika tidak punya jaringan yang dipersiapkan untuk melindungi keamanan. 

“Kalian sebagai jurnalis pers kampus punya keistimewaan tersendiri untuk memberitakan isu-isu toleransi yang menjadi tantangan tersendiri bagi kalian. ," paparnya.

Hal serupa juga diungkapkan Perwakilan dari Friedrich Naumann Stiftung Fur Die Freiheit (FNF) selaku patnership sejuk, Aurelia, menilai jurnalis pers kampus harus mampu menghidupkan nilai-nilai keberagaman dan toleransi di masa kini. "Disitulah peran kalian sebagai jurnalis pers kampus,” tandas sporsorted kegiatan workshop jurnalisme keberagaman di Banyuwangi itu.

Sementara itu, salah satu peserta workshop, Adil Adam Irsyadi, mengaku senang bisa mengikuti workshop sejuk ini. Meskipun online, ia bisa mendapatkan ilmu dan relasi baru yang tidak didapatkan dari kampus sendiri.

“Alhamdulillah selama ikut workshop sejuk ini dapat ilmu baru, relasi pertemanan baru dan juga perspektif dari berbagai etnis di Banyuwangi," ungkapnya. (Windy)