Iklan

Dunia Tak Melulu Harta, Tahta dan Cantiknya Wanita

parist  id
Jumat, Desember 11, 2020 | 12:45 WIB

Judul buku        : Wanita Tidak Selalu Perihal Cantik-Cantiknya Saja

Penulis             : Zehan Zareez

Penerbit           : CV Kanaka Media

Tahun              : Cet 1, Januari 2020

Halaman          : x + 123 halaman

ISBN                : 978-623-7569-99-2

Resensator       : Dhea Oktaviana*

Belakangan viral pelesetan dari 'harta, tahta, dan wanita' hingga jadi meme yang bertebaran di media sosial. Meme pelesetan ini biasanya mengganti tulisan terakhir yaitu wanita, dan digantikan dengan tulisan nyentrik lain. Sebenarnya, maksud dari istilah ini adalah tiga hal menjadi godaan untuk laki-laki. Harta adalah segala yang berhubungan dengan kebendaan bisa berupa uang, mobil, rumah dan lain sebagainya. Tahta adalah segala yang berkaitan dengan kekuasaan. Sedangkan wanita adalah segala yang berkaitan dengan lawan jenisnya yakni wanita.

Perbincangan perihal wanita memang selalu menarik semua orang, halnya Zehan Zareez, nama pena penulis terkemuka Dzihan Zahris Zaman, populer dengan buku yang baru dirilisnya Januari 2020 lalu. Buku berjudul “Wanita Tidak Perihal Selalu Cantik-Cantiknya Saja” mampu menarik perhatian masyarakat luas. Cak Zehan, sapaan akrab Zehan Zareez, membutuhkan kurun waktu satu tahun lebih 4 bulan. Satu tahun ia gunakan untuk merenung dan mengumpulkan data dan empat bulan ia gunakan untuk mematangkan data tersebut.

Seperti judulnya, penulis kelahiran Lamongan yang juga sebagai santri dan PW LP Maarif NU Jawa Timur, PC RMI NU Lamongan ini ingin mengubah paradigma mengenai wanita yang dipadang hanya dari fisik (cantik)nya saja, akan tetapi lebih dari itu wanita cantik bukan dari fisik melainkan juga akhlak.

Faktanya, wanita dan segala perangainya selama ini dianggap sebagai hal yang sulit untuk dimengerti. Padahal, jika dipelajari lebih dalam lagi, terdapat berbagai keistimewaan dalam setiap diri wanita. Sayang, banyak laki-laki yang belum mampu memahaminya. Jangankan laki-laki, bahkan wanita sendiri pun terkadang tidak menyadari letak keistimewaan dirinya. Padahal keistimewaan wanita bisa menjadi anugerah bagi laki-laki jika mampu memahaminya

Laki-laki dan wanita sejatinya sama, yang membedakan adalah pandangan mereka saja. Laki-laki memandang wanita dengan kacamatanya sebagai laki-laki, wanita memandang laki-laki dengan kacamatanya sebagai wanita. Karena itu lahirlah opini-opini yang membedakan antara laki-laki dan wanita.

Figur Nabi Adam AS sebagai seorang lelaki dilambangkan dengan sikap maskulinnya. Sedangkan lawannya, Siti Hawa melambangkan sosok yang feminis. Maka terdapat pula istilah bahwa perempuan adalah makhluk hati, sedangkan laki-laki adalah makhluk logika.

Rasa dan Wanita

Wanita merupakan makhluk yang selalu mengutamakan perasaannya, maka tak heran jika wanita sangat mudah tersentuh dengan hal-hal yang tergolong biasa saja menurut laki-laki. Berangkat dari perbedaan ini, munculah konsep bahwa laki-laki tugasnya adalah memilih, lalu wanita hanya menerima begitu saja. Padahal hakikatnya lelaki bukan memilih, tapi ia akan terpilih sebagaimana ia menjadi. Seperti apa wanita yang ingin ia dapatkan, maka seperti itu pulalah dirinya.

Tak hanya keistimewaan fisik yang mampu menarik hasrat laki-laki, wanita perasaannya juga memiliki keistimewaan tersendiri yang sulit di mengerti. “Pada bagian tepi kanan dada sedikit ke atas, tersinyalisasi mampu menampung milyard-an liter air mata, sedangkan tepi kirinya yang sedikit ke bawah terdapat tikar rebah yang sengaja di pugar untuk menikmati gundah dan kecewa. Ruang sebelah kanan dibuat sedikit longgar, cukup kuat digunakan melakukan kekuatan rindu --- sejajar dengan kiri tengah yang tak lebar, namun mampu menopang kobaran api cemburu.” (hlm 6). Telak! Wanita adalah makhluk istimewa dari segi fisik maupun hatinya.

Wanita dan keistimewaannya harus dijaga dengan baik, apa yang menjadi hartanya pun telah diatur dengan baik oleh Sang Maha Kuasa, baik caranya bersikap maupun bergaya pakaian. Laki-laki tentu harus memilih wanita yang mampu menjaga martabatnya melalui caranya berbusana. Wanita dengan busana serba minim sudah kian merajalela, maka temukanlah wanita yang unik. Wanita yang tak suka menampakkan lekuk tubuhnya pada seseorang yang bukan mahramnya, wanita yang menjulurkan busananya untuk menutupi harta berharganya.

Wanita dengan tangis dan amarahnya juga menarik untuk dipahami, wanita tak butuh harta, kekayaan, dan aset berharga lainnya. Cukup laki-laki menganggap wanitanya sebagai aset berharga yang dimilikinya. Cukup mempercayainya dengan terbuka terhadapn kehidupannya, wanita menanti setiap keluh kesah dari lelakinya, ia ada untuk menenangkan lelakinya. Pastikan laki-laki juga mampu memahami penderitaan wanita dengan selalu ada di saat masa-masa tersulit dihidupnya.

Wanita diciptakan sebagai lawan dari laki-laki, wanita juga diciptakan sebagai penyeimbang bagi laki-laki. Sebagai mana ada hitam ada putih, ada tinggi ada pendek, ada bersih ada kotor. Bayangkan saja saat sembilan akal yang dimiliki laki-laki bertemu dengan sembilan akal dari laki-laki lainnya, mungkin tak akan ada istilah cinta, kasih sayang, patih hati, dan lain sebagainya. Dunia terasa lurus-lurus saja, bahkan manusia cenderung saling menjatuhkan dengan banyaknya akal yang di milikinya. Disinilah salah satu letak keistimewaannya, sembilan akal laki-laki mampu diredam dengan satu akal wanita beserta sembilan nafsu yang di milikinya.

Berbagai keistimewaan wanita yang diungkap oleh penulis sungguh mampu membuat takjub, namun tak lantas membuat kita memandang bahwa wanita lebih tinggi dari lelaki. Bagaimana perangai wanita dan usaha laki-laki untuk memahaminya dijelaskan secara selaras, seolah-olah mendamaikan perbedaan antara keduanya. Kosa kata indah di setiap halamannya seolah-olah menyihir pembaca untuk ikut terjun ke dalam cerita.

Berbagai ilustrasi yang selaras dengan pokok pembahasan memudahkan pembaca untuk memahami penjelasan dalam buku. Menariknya, penulis dalam buku ini menyertakan beberapa bait puisi pada awal dan akhir halaman. Buku ini sangat menarik di baca bagi para laki-laki yang ingin memahami tentang wanita, ataupun wanita yang ingin mengerti bagaimana seharusnya ia berperilaku sesuai jati dirinya sebagai wanita baik dari segi agama maupun segi psikologisnya. []

*Penulis adalah Mahasiswa Komunikasi Penyiaran Islam semester 3

Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Dunia Tak Melulu Harta, Tahta dan Cantiknya Wanita

Trending Now

Iklan