Iklan

GKS V, Mahasiswa PGMI Pentaskan Seni Dolanan Tradisional Anak

parist  id
Selasa, Maret 30, 2021 | 20:03 WIB

 

POTONG PITA: Prosesi pemotongan pita oleh Wakil Dekan III secara simbolis membuka acara Gebyar Kreativitas Seni ke-lima (Foto: Alma/Paragraph)

Kampus, parist.id – Menjadi agenda rutin tahunan, mahasiswa Prodi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyyah (PGMI) menggelar Gebyar Kreativitas Seni (GKS) ke-5. Berbeda dari tahun sebelumnya, GKS kali ini diselenggarakan secara virtual.  

Pada GKS kelima ini, kegiatan yang diikuti oleh seluruh mahasiswa PGMI semester akhir yang terbagi 6 kelompok ini menampilkan Sendratasik (Seni Drama, Tari, dan Musik) bertema ‘Dolanan Tradisional Anak’. Setiap kelompok menampilkan seni dolanan tradisional yang berbeda-beda, diantaranya Dolanan Gobak Sodor, Dakon, Jamuran, Bocah Jaranan, Cublak-Cublak Suweng, dan Sluku-Sluku Batok.   

Dengan potokol kesehatan yang ketat, acara yang berlangsung selama dua hari ini dilaksanakan di GOR IAIN Kudus, Selasa – Rabu (30-31/03-2021). 

Wakil Dekan III, Agus Retnanto, dalam sambutannya menyampaikan, tujuan dari GKS ini tidak hanya sebagai syarat melengkapi berkas pengajuan skripsi, melainkan sebagai bentuk keaktifan mahasiswa PGMI. 

"Dalam GKS yang dilaksanakan bukan hanya penilaian yang akan diperoleh rekan-rekan mahasiswa/i menjelang skripsi, tetapi juga bentuk keaktifan," ujarnya. 

Meskipun digelar secara sederhana, acara ini tidak mengurangi kemeriahan dan esensi dari gebyar kreatifitas seni itu sendiri. 

"Diselenggarakan dengan sederhana tetapi tidak kehilangan kemeriahan gebyar kreativitas seni," tandasnya. 

Penampilan Sendratasik salah satu kelompok peserta GKS (Foto: Minan/Paragraph)


Selaku ketua panitia, Niko mengatakan bahwa konsep GKS pada tahun ini digelar secara sederhana karena mempertimbangkan banyak hal.

“Terutama tentang perizinan, yang kita ketahui protokol kesehatan harus dilaksanakan sebaik mungkin,” katanya. 

Kendati demikian, acara ini dapat dilaksanakan semaksimal mungkin, dan berharap GKS tahun berikutnya dapat berjalan secara offline.

"Kita tetap mengusahakan yang terbaik untuk acara ini,  harapan untuk tahun selanjutnya dapat dilaksanakan seperti GKS ke-4 yaitu dapat terlaksana secara offline" harapnya. 

Via salah satu peserta GKS mengungkapkan bahwa acara GKS tahun ini cukup meriah dan semoga tahun selanjutnya dapat lebih baik lagi dari tahun ini.

“Cukup meriah, mbak. Tapi ya begitu, penonton hanya bisa menyaksikan secara virtual, tidak boleh hadir langsung di Gor,” ungkapnya. (Santi, Alma, Nada/Magang)

Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • GKS V, Mahasiswa PGMI Pentaskan Seni Dolanan Tradisional Anak

Trending Now

Iklan