Iklan

Bangun Generasi Cerdas, GenBI Mengajar Tanamkan Pendidikan Karakter Pada Anak

parist  id
Senin, Maret 29, 2021 | 09:37 WIB
SEMANGAT : Anak-anak sangat antusias dalam belajar bersama GenBI Mengajar di Taman Baca Go-Aksi, Minggu (28/03). Foto: Minan/Paragraph

Kudus, parist.id – Komunitas Generasi Baru Indonesia (GenBI) Komisariat Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kudus berkolaborasi dengan komunitas Taman Baca Go-Aksi mengadakan program bimbingan belajar bertajuk GenBI Mengajar.

Program ini oleh GenBI bertujuan untuk menanamkan pendidikan karakter pada anak di masa pandemi. Berlangsung setiap hari Minggu mulai tanggal 28 Februari sampai 11 April 2021 ini bertempat di desa Pasuruan Lor, Jati, Kudus (28/03).

Wakil Ketua Umum, Najib Iqom El Hikam  mengatakan tujuan utama dari kegiatan GenBI Mengajar adalah membangun generasi penerus berkarakter cerdas, kreatif dan inovatif. Ia menjelaskan kontribusi GenBI dalam kegiatan ini yakni menjadi penyalur kebijakan BI (Front liner) kepada masyarakat.

“Sesuai tujuannya, didapuk untuk menjadi agent of change dan role model dan berkontribusi menjadi figur pemimpin masa depan Indonesia (future leader),” katanya.

Selaku ketua panitia, Aeni Nur Taskiyah mengatakan GenBI ingin mengembalikan karakter anak untuk aktif dan kreatif dengan lingkungan sekitarnya. Menurutnya masa pandemi sangat menghawatirkan bagi sektor pendidikan, terutama anak-anak Sekolah Dasar. 

“Satu tahun lebih pandemi sudah membunuh kreativitas anak untuk memahami alam dan bersosialisasi dengan seusianya,” kata Aeni.

Ia prihatin anak-anak sekarang lebih asyik bermain gadget daripada belajar karena pembelajaran di sekolah masih berjalan secara daring/online.

“Jangan sampai mereka lupa dan merasa lebih asik bermain dengan gawai masing-masing karena masih diberlakukannya PJJ,” ujarnya. 

Mahasiswi program studi Tadris Matematika semester 6 itu menambahkan, puluhan anak-anak yang mengikuti program GenBI Mengajar ini kebanyakan duduk di kelas satu sampai empat sekolah dasar.

“Kegiatan dimulai dengan salam pembuka dan perkenalan, education session, quiz, break (waktu bermain –red), terakhir ada bingkisan untuk peserta didik semuanya,” pungkasnya. 

Sementara itu, salah satu anggota GenBI, Maulana Irsyad mengungkapkan, ketika berhadapan dengan anak-anak, seorang guru harus bisa menempatkan diri sebagai teman dari anak-anak tersebut.

“Dengan friendly (ramah –red), ini bisa menjadi salah satu metode kita untuk menyampaikan materi,” ucapnya. (Minan/Mala, Magang)

Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Bangun Generasi Cerdas, GenBI Mengajar Tanamkan Pendidikan Karakter Pada Anak

Trending Now

Iklan