Iklan

Puisi: Jeruji yang Tak Terkunci

parist  id
Selasa, Maret 23, 2021 | 08:43 WIB
Ilustrasi : Vivi/Paragraph

Oleh : Fatwa Fauzian*

Jeruji yang Tak Terkunci

Kebebasan yang tak bertepi
Tanpa batas dan tak terkendali
Dalam hidup kau coba mencari-cari
Tentang arti dan sebuah mimpi

Jalan keluar yang terlalu lebar
Kau enggan menelisik justru memilih berlari
Berujung letih dan akhirnya terkapar
Alpa dari apa yang dicari

Jika kehidupan serupa jeruji
Kebebasan adalah kunci
Apakah terus kau paksa kakimu untuk berlari?
keluar dari jeruji yang sebenarnya tak terkunci

Apalagi yang kau harapkan dari sebuah kebebasan?
Tanpa aturan dan bayangan semu tentang masa depan
Bukankah terbebas dari kebebasan itu sendiri
adalah cara terbaik dalam menghargai diri sendiri?

Kudus, 2021


Di Pusara

Kunang-Kunang 
Di pagi menyelinap kegulitaan
Menyiar daun kamboja berguguran
Ia kehilangan cahayanya
di saat sang surya
menampakkan tubuhnya
Di tudung biru sana, 
Kupu-kupu terbang 
begitu indahnya
Menghinggapi bunga-bunga
 yang tumbuh di pusara 
Di tempat orang-orang dikebumikan;
ada kehidupan yang bergantung pada kematian

Kudus, 2021


Seorang Lelaki dan Kegilaannya

Aroma anggur semerbak menguar di udara.
Merasuk pada bayangan yang terlintas di kepala.
Sebatang tembakau yang terbakar.
Asapnya melukiskan wajah seorang perempuan.
Tergambar nyaris asli seperi lukisan di pameran. 
Di saat sedang tinggi-tingginya.
Lelaki itu mulai meracau.
Dengan bahasa yang sulit diterjemahkan.
Puisi-puisi cinta dari penyair tersohor ia bacakan.
Seperti orang gila yang hilang kewarasan.
Dengan suara lantang ia berteriak:
“Kekasih, anggur ini terlalu jujur untuk sepotong hati yang hancur!”

Kudus, 2021

*Muhammad Fatwa Fauzian, Pimpinan Umum LPM Paradigma 2021
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Puisi: Jeruji yang Tak Terkunci

Trending Now

Iklan