Jelajahi

Kategori
Best Viral Premium Blogger Templates

Film Selesai : Drama Plot Twist yang Kurang Matang

parist  id
Minggu, Agustus 14, 2022 | 12:39 WIB
Foto : Istimewa


Judul film           : Selesai

Sutradara film    : Tompi

Penulis naskah  : Imam Darto 

Produksi              : Beyoutiful Pictures

Tahun tayang      : 2021

Durasi film           : 122 menit


Film Selesai merupakan film drama yang disutradarai Dr. Tompi dan Imam Darto sebagai penulis naskah. Film ini bercerita tentang hubungan rumah tangga Broto (Gading Marten) dan Ayu (Ariel Tatum) sebagai pasangan muda. Hubungan mereka sering berada dalam masalah dan diperparah dengan adanya pandemi yang menyebabkan lockdown

Kehadiran Anya (Anya Geraldine) menciptakan keretakan di tengah-tengah rumah tangga mereka. Ayu sebagai istri sah broto sudah diselingkuhi suaminya sebanyak tiga kali dengan wanita yang sama. Namun Ayu memilih diam dan mempertahankan rumah tangganya karena rasa sayang Ayu kepada ibu mertuanya.

Pertengkaran hebat mulai terjadi ketika Ayu menemukan celana dalam wanita bertuliskan nama Anya di dalam mobil yang digunakan Broto. Hal itu membuat Ayu marah dan sedih, terlebih Broto masih menyangkal jika celana dalam itu bukanlah milik Anya. Ayu yang benar-benar merasakan sakit hati terhadap perilaku Broto, berkeinginan untuk mengakhiri kehidupan rumah tangganya. 

Pertengkaran Ayu dan Broto hampir mencapai puncaknya. Namun hal tak terduga terjadi, mereka dikejutkan dengan kedatangan ibu kandung Broto yang berkeinginan untuk menginap di rumah mereka selama PPKM. 

Hal tersebut lantas membuat Ayu dan Broto bersikap layaknya pasangan yang saling mencintai di depan ibunya. Ibu Broto yang sangat menginginkan cucu, meminta agar Asisten Rumah Tangga (ART), Yanti membuatkan segala macam ramuan untuk menunjang kesuburan Ayu dan Broto.

Di sisi lain, Anya yang sendirian di dalam apartemennya menghubungi Broto melalui panggilan telepon karena takut sendirian. Dalam percakapan Anya meminta agar Broto datang menemaninya. Namun dengan kondisi PPKM membuat Broto tidak dapat pergi menemani Anya. 

Masih dalam sambungan telepon, Broto menanyakan kepada Anya tentang celana dalam yang ditemukan Ayu di dalam mobil waktu itu. Merasa bingung, Anya mengatakan dengan sangat yakin bahwa celana dalam itu bukanlah miliknya. 

Broto mulai curiga dengan sikap Ayu yang sering terlihat bahagia dengan ponselnya. Kemudian meminta bantuan seorang teman hacker bernama Anton untuk menyelidiki istrinya. Dari penyelidikan Anton, Broto mengetahui jika selama ini istrinya sering menghubungi nomor Dimas, adik laki-lakinya sendiri. Broto yang sangat marah karena mengetahui hal itu langsung mememui Ayu, hingga kemudian terjadi pertengkaran hebat antara keduanya.

Ketika Ayu dan Broto bertengkar, mereka dikejutkan dengan kedatangan ibunya. Ternyata, Ibu Broto telah mengetahui tentang semua permasalahan dalam rumah tangga putranya itu. Baik tentang perselingkuhan Broto bersama Anya maupun hubungan antara Ayu dengan Dimas.

Terungkap jika sebenarnya Yanti yang menjadi ART di rumah tangga Broto dan Ayu merupakan orang suruhan ibunya. Yanti ditugaskan untuk mencari tahu segala permasalahan yang terjadi dalam rumah tangga mereka. 

Karena kisruh rumah tangga Broto dan Ayu sudah mencapai klimaks, Ibu mengundang Dimas untuk datang ke rumah Broto. Sesampainya Dimas, Ibu memintanya untuk menjelaskan semua tentang hubungannya dengan Ayu, kakak iparnya. 

Dimas menceritakan pada awalnya Ayu memang kerap menghubunginya sebagai teman bercerita. Namun gelagat Ayu yang mulai menggoda Dimas, membuatnya tidak nyaman karena Ayu merupakan istri kakaknya sendiri. 

Dialog Liar Pemeran Utama

Problematika rumah tangga Ayu dan Broto seakan menjadi gambaran kehidupan nyata. Sebagai sutradara, Tompi menggambarkannya dengan jujur, bahwa kehidupan rumah tangga bisa bermasalah karena adanya miss communication. 

Film ini cocok untuk dijadikan hiburan sekaligus nasehat. Drama rumah tangga film ini juga disajikan dengan dialog liar dan kotor dari pemeran utama. Maka dari itu, film ini hanya boleh ditonton untuk usia dewasa. Melalui percekcokan Ayu dan Broto, kita bisa mengamati bagaimana sifat-sifat seseorang melalui ucapan serta sikapnya ketika sedang marah. 

Karakter Broto sebagai suami yang pelupa, kurang tegas, dan berani selingkuh, rasanya bisa kita temui sosoknya di sekitar kita. Dia seketika membuat penonton kesal sejak menit awal pada adegan hubungan intim bersama Anya selingkuhannya. Perkembangan karakternya makin kuat menuju akhir, mempertanyakan apakah keretakan rumah tangga mereka benar-benar karena Broto?

Sebagai istri, Ayu tampil sebagai istri idaman dan tak pantas disakiti. Dia membuat kita percaya kalau monolognya di awal film itu adalah gambaran kelakuan Broto yang hina dan kacau. Namun perkembangan karakternya benar-benar mengejutkan. Saat ia secara diam-diam mulai mengagumi Dimas, adik Broto. 

Peran Anya membuat kesal dan merasa tidak bersalah setelah menjadi pelakor yang merusak rumah tangga orang. Pada sesi akhir film, Anya masih merasa berhak atas kebahagiaannya dengan menjadi istri Broto.

Dari berbagai sikap dan perilaku yang ditampilkan oleh para pemeran, membuat kita seakan harus berhati-hati dalam bergaul dan menilai sikap seseorang. Karena belum tentu apa yang terlihat baik juga sebenarnya demikian, dan begitupun sebaliknya apa yang terlihat buruk belum tentu selamanya buruk. Kita harus dapat melihat dari berbagai sudut pandang.

Cerita Belum Selesai

Dari sudut pandang penulis, sejak awal film selesai cukup menarik dengan selingan komedi yang disajikan membuat film tidak monoton. Namun hal yang mengecewakan terjadi pada akhir film. Dimana kisah akhirnya sangat menggantung. Bagaimana tidak, setelah Anya datang meminta pertanggungjawaban Broto dikarenakan ia hamil. 

Kemudian Ayu terlihat sangat depresi sehingga menjalani perawatan di rumah sakit. Lantas bagaimana alur kisah selanjutnya? Apakah rumah tangga mereka dapat diperbaiki atau justru Broto lebih memilih Anya yang tengah hamil anaknya, dan meninggalkan Ayu. 

Dalam diskusi film Selesai yang berlangsung di Twitter, selaku penulis Darto mengatakan bahwa naskah Selesai dibuat dengan lima episode. Namun karena masalah teknis di lokasi syuting, Tompi selaku sutradara meminta Darto untuk membuat nskah menjadi tiga episode. 

Seakan belum puas, Tompi meminta film Selesai dijadikan film meski Darto sudah menegaskan bahwa ia membuat naskah Selesai sebagai Serial. Perkara tersebut menjadi jawaban mengapa film Selesai terasa belum matang dengan plot twist film yang seakan belum tuntas, karena memang awalnya film ini diperlakukan sebagai serial.

Dalam alur cerita film, terlalu sering menampilkan scane adegan dari tokoh-tokoh pendukung yang tidak banyak berpengaruh pada alur cerita film. Seperti halnya adegan Yanti bersama Bambang kekasihnya, dapat dikatakan jika kisah mereka juga hampir serupa dengan kisah utama. 

Diperlihatkan pada sebuah adegan, ketika Bambang mendapat telepon dari seorang wanita yang ternyata adalah istrinya. Namun ia justru berselingkuh dengan Yanti. Padahal lebih baik diperlihatkan scane adegan untuk memberi kejelasan nasib tokoh pada akhir cerita film. Sehingga penonton merasa puas dengan alur ceritanya.


*) Resentator: Ahmad Nur ichsan, Anggota Detik LPM Paradigma 2022

Editor : Eni
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Film Selesai : Drama Plot Twist yang Kurang Matang

Trending Now