Pembukaan acara Gerakan Santri Menulis |
Kampus, PARIST.ID - Kemahasiswaan IAIN KUDUS, Media Suara Merdeka Jawa Tengah, dan Kementrian Agama Jawa Tengah Berkolaborasi Menyelenggarakan Gerakan Santri Menulis. Acara ini diikuti oleh sebanyak 75 Mahasiswa IAIN Kudus yang berasal dari Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Lembaga Pers Mahasiwa (LPM) Paradigma, UKM Digitama, dan Ma'had Al Jami'ah. Kegiatan berlangsung di Aula Lantai 3 Gedung Rektorat IAIN Kudus, (02/04/2024).
Gerakan Santri Menulis dibuka langsung oleh PJ Bupati Kudus , Bapak Moh. Fitriyanto, S. Stp.,M.M. Dalam sambutannya ia berharap bahwa santri di era sekarang dapat dan harus peduli akan literasi.
"Santri era sekarang harus peduli literasi, harapnya santri tidak hanya mampu berdakwah dengan lisannya, namun santri dapat berdakwah melalui sebuah tulisan. Dengan adanya kegiatan gerakan santri menulis, kedepannya dapat menggali talenta yang dimiliki dengan memberikan pelatihan keterampilan jurnalistik," tekannya.
Wakil Pemimpin Redaksi Suara Merdeka, Rukardi menekankan pentingnya menulis bagi para santri, salah satunya dengan menggeluti dunia jurnalistik.
" Menulis, menulis, dan menulis adalah salah satu keterampilan yang harus dipraktikkan dengan berulang kali," ungkapnya.
Rektor IAIN Kudus, Bapak Prof. Dr. KH. Abdurrahman Kasdi, LC. M. Si. Dalam sambutannya ia berharap keterlibatan IAIN Kudus dalam kegiatan kegiatan seperti ini yang mana dapat memberikan pengaruh dan ketertarikan mahasiswa akan dunia jurnalistik meningkat.
"Saya berharap setiap ada event seperti ini IAIN Kudus mendapatkan plot untuk ditempati karena hal ini sangat penting sekali. Dengan event seperti ini maha santri mampu menuangkan ide ide, pokok gagasan, tidak sebatas orasi saja melainkan berbentuk sebuah tulisan. Setelah usai acara ini diharapkan lahir penulis penulis hebat," tegasnya.
Kepala Kementrian Agama Kudus, Bapak H. Suhadi, S. Ag., M. Si memberikan apresiasi penuh terhdap kegiatan santri menulis ini. Hal tersebut terlihat dalam sambutan yang disampaikan.
"Kudus merupakan kota kecil yang memiliki pondok pesantren terbanyak. Jumlah santri yang mendiami kota ini sangatlah banyak. Gerakan Santri Menulis merupakan cara memotivasi para santri untuk gemar menulis dan menekuni dunia jurnalistik. Budaya menulis harus kita budayakan pada pesantren. Jika engkau bukan anak orang kaya, bukan anak Kyai, bukan akan penjabat dengan menjadi seorang penulis engkau bisa terkenal." Begitu pesannya.