Jelajahi

Kategori
Best Viral Premium Blogger Templates

Open Budget Academy : Ajak Mahasiswa UIN Sunan Kudus Lebih Melek Transparansi Anggaran

parist  id
Kamis, Mei 14, 2026 | 15:01 WIB

Dokumentasi peserta beserta pemateri pada talkshow open budget academy (12/05)

Kudus, PARIST.ID – Program Studi Pemikiran Politik Islam (PPI) dan Komunikasi Penyiaran Islam (KPI) UIN Sunan Kudus menggelar talkshow bertajuk “Transparansi Anggaran ke Narasi Publik: Dari Data ke Dampak” pada Selasa (12/05/2026) di Ruang Theater Lt. 3 Gedung Laboratorium Terpadu UIN Sunan Kudus.

Kegiatan ini menghadirkan diskusi mengenai literasi data publik, transparansi anggaran, hingga jurnalisme data melalui program Open Budget Academy. Program tersebut merupakan kolaborasi antara PATTIRO Semarang, AJI  Semarang, Ngulik.org, serta didukung oleh Tifa Foundation.

Puluhan mahasiswa dari Prodi PPI dan KPI mengikuti jalannya diskusi secara aktif. Dalam forum tersebut, mahasiswa tidak hanya menerima materi, tetapi juga diberikan ruang untuk menyampaikan pandangan terkait keterbukaan anggaran dan akses data publik di Indonesia.

Admisi Program Studi PPI UIN Sunan Kudus, M. Nur Rofiq Addiansyah, menegaskan bahwa anggaran publik tidak bisa dipandang sekadar kumpulan angka semata.

“Anggaran bukan hanya deretan angka atau tabel, tetapi kontrak sosial dan alat kontrol terhadap negara. Politik anggaran yang sehat adalah ketika masyarakat bisa mengakses data, bukan hanya menerima hasil jadi,” ujarnya.

Penyampaian materi oleh Ilham

Diskusi semakin berkembang ketika pemateri dari PATTIRO Semarang mulai menyinggung sejumlah program pemerintah yang belakangan menjadi sorotan publik, salah satunya program Makan Bergizi Gratis (MBG). Program tersebut dinilai memunculkan perdebatan publik terkait pengelolaan dan alokasi anggaran.

Pemateri dari PATTIRO Semarang, Untung Prasetyo Ilham, menyampaikan bahwa persoalan utama bukan terletak pada programnya, melainkan kesiapan sistem dan pengelolaan anggarannya.

“Menurut saya program MBG bukan program yang salah. Namun, persoalannya adalah kesiapan negara dan masyarakat dalam menjalankannya, terlebih ketika anggaran yang digunakan juga berkaitan dengan sektor pendidikan,” jelasnya.

Selain membahas transparansi anggaran, diskusi juga menyoroti pentingnya jurnalisme data di era digital. Materi ini disampaikan oleh jurnalis AJI Semarang, Noni Arnee, yang menjelaskan bahwa data dalam dunia jurnalistik tidak hanya berbentuk angka, tetapi juga foto, video, teks, hingga dokumen digital lainnya.

Ia memaparkan tahapan dalam pengolahan data jurnalistik, mulai dari pencarian data, pengambilan data melalui open data maupun scraping, proses pembersihan data, analisis, hingga penyajian informasi melalui berbagai platform media.

“Kalau ditanya tips di dunia jurnalisme data, saya justru balik bertanya, apakah kesabaran Anda setipis tisu?” ujarnya disambut tawa peserta.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan memiliki kesadaran kritis terhadap pentingnya keterbukaan data publik sekaligus memahami bagaimana data dapat diolah menjadi informasi yang berdampak bagi masyarakat. 

Penulis : Na'imatul Munawaroh
Editor : Aisya Niken Cahya Salim

Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Open Budget Academy : Ajak Mahasiswa UIN Sunan Kudus Lebih Melek Transparansi Anggaran

Trending Now