Jelajahi

Kategori
Best Viral Premium Blogger Templates

Mahasiswa KKN 125 UIN Sunan Kudus Edukasi "Stop Bullying" di SD dan MI Desa Ngemplak

parist  id
Senin, Agustus 24, 2026 | 23:01 WIB

Dokumentasi foto bersama mahasiswa KKN dan siswa MI NU Nahdlatus Shibyan Ngemplak 

Kudus, PARIST.ID— Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 125 UIN Sunan Kudus menggelar edukasi bertajuk "Stop Bullying" di SD 1 Ngemplak dan MI NU Nahdlatus Shibyan Ngemplak, Selasa dan Rabu (19-20/08/26).

Kegiatan ini bertujuan memberikan pemahaman tentang bullying sekaligus menanamkan sikap saling menghargai agar tercipta lingkungan sekolah yang aman dan nyaman.

Dalam pelaksanaannya, mahasiswa tidak hanya menggunakan metode ceramah, tetapi juga menerapkan pendekatan Bimbingan dan Konseling (BK) melalui teknik diskusi. Teknik ini menciptakan suasana belajar interaktif sehingga siswa dapat menyampaikan pendapat, pengalaman, dan pemahaman mereka tentang bullying.

Mahasiswa menjelaskan bahwa bullying adalah perilaku yang dilakukan secara sengaja dan berulang untuk menyakiti, merendahkan, atau mengganggu orang lain. Siswa dikenalkan dengan 3 bentuk bullying: fisik seperti memukul dan menendang, verbal seperti mengejek dan memaki, serta sosial seperti mengucilkan dan menyebarkan fitnah. "Yang dianggap candaan oleh seseorang belum tentu menyenangkan bagi orang lain," tegas mahasiswa.

Melalui diskusi kelompok, siswa diajak mengidentifikasi contoh bullying di kehidupan sehari-hari. Mereka juga diminta menceritakan bagaimana perasaan saat diejek atau diperlakukan tidak menyenangkan. Dari proses ini, siswa diarahkan untuk mengembangkan empati, kesadaran diri, dan keterampilan menyelesaikan masalah secara positif, serta memahami dampak dari bullying.

Dokumentasi foto bersama mahasiswa KKN dan siswa  SD 1 Ngemplak

Dari sisi hukum, mahasiswa mengenalkan Pasal 54 Ayat (1) UU Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak. Pasal tersebut menegaskan bahwa anak di lingkungan pendidikan wajib mendapat perlindungan dari kekerasan fisik, psikis, kejahatan seksual, dan kejahatan lainnya.

Kegiatan dilanjutkan dengan penayangan video "Hormatku untuk Ayah" sebagai sesi refleksi. Suasana haru terasa saat video diputar. Beberapa siswa, mahasiswa, dan guru terlihat meneteskan air mata karena teringat kasih sayang dan pengorbanan orang tua.

Setelah itu, siswa diajak refleksi diri dan menuliskan perasaan melalui sticky note. Dari tulisan tersebut terungkap bahwa beberapa siswa pernah mengalami bullying karena hal sederhana, seperti belum lancar membaca, warna kulit, hingga bentuk tubuh. Hal ini menunjukkan bahwa "candaan" sering kali meninggalkan luka.

Di akhir kegiatan, mahasiswa menguatkan bahwa siswa tidak perlu menghadapi bullying sendirian. Mereka didorong berani untuk bercerita kepada guru, orang tua, atau orang dewasa yang dipercaya.

Melalui edukasi ini, KKN 125 berharap siswa lebih peka terhadap perundungan dan berani bersikap. Dengan teknik diskusi dan pendekatan BK, siswa diharapkan aktif memahami masalah, membangun empati, dan menciptakan hubungan pertemanan yang sehat.


Penulis: Mumtazatuz Zahwah
Editor: Na'imatul Munawaroh

Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Mahasiswa KKN 125 UIN Sunan Kudus Edukasi "Stop Bullying" di SD dan MI Desa Ngemplak

Trending Now